
" Maaaaaaas Aku benar benar Malu," Kata Ayu dan Bersembunyi Di selimut Tebal Milik Elang.
" Ya ampun Ay, Kenapa Harus Malu, Diego pasti juga Mengerti kok," Kata Elang merajuk Karena Ayu Malah Menutupi Tubuhnya dan tidak mau melanjutkan apa yang tadi Elang mulai.
" Aku Gak Mau Mas, Aku Malu, Mau di taruh dimana Muka ku nanti," Kata Ayu semakin Menutupi Wajahnya yang memerah.
" Ayo lah Ay, Aku Mau Sekarang," Kata Elang Merajuk Pada Ayu.
" Aku Gak Mau Sekarang Mas, setidaknya Tunggu nanti malam Aja, Sampai enggak Ada Orang di Rumah," Kata Ayu pelan Di balik selimut Tebalnya,
" Baiklah, Aku akan Turun sebentar," Kata Elang menyerah Dan meninggalkan Ayu,
" Ya Tuhan," Kata Ayu Kaget saat melihat Sesuatu di Kasur Elang,
AWAS LU DIEGO, dalam Hati Elang,
Elang pun Turun Mencari Seseorang Yang Merusak mood nya hari ini,
" Dimana Orang Yang Menggangguku," tanya Elang pada Bibi ketika turun.
" Siapa Yang Tuan Muda Maksud," Tanya Bibi bingung Melihat Kenapa Tuan Muda nya Sekesal itu.
" Diego," Kata Elang singkat.
__ADS_1
" Tuan Diego Ada Di Ruangan Kerja Tuan Muda, Bersama Tuan Lutfi dan tuan muda Anthoni." Kata bibi.
Elang pun Menuju Ruang Kerja nya dan Membuka Tiba Tiba Pintu Ruangnya dengan Keras dan Cepat.
Dan membuat ketiganya terkejut melihat Elang yang tiba Tiba Masuk,
" Astaga, Gue Kaget," Kata Lutfi saat tiba tiba pintu Ruangan Elang tiba tiba terbuka Begitu.
MAMPUS GUE,batin Diego cemas Saat Melihat Elang Langsung Masuk dengan Raut Wajah Yang Seperti akan Menelannya Hidup hidup.
" Ada Apa Kak," Tanya Anthoni aneh Melihat Raut Wajah Elang Yang menyeramkan seperti itu, Dan Elang pun menghampiri Diego.
" Apa yang mau Lu katakan, Tiba Tiba Mengganggu Gue di kamar Gue," Tanya Elang kesal.
" Iya Sory, Gue Cuma Mau memberi Dokumen Pekerjaan Yang Ada Di Balli yang Harus Lu Tanda Tangani Hari ini juga," Kata Diego Gugup dan menyerahkan Berkas Berkas Pekerjaan Pada Elang,
" Gue mau kerja, Dan "Ritual" Jadi Jangan Ganggu Gue Malam ini," Kata Elang Semakin Kesal.
Ke tiga Temannya itu pun pergi meninggalkan Ruangan Elang, Karena Tak Mau mendapat Ocehan Apa lagi Amukan Dari Raja Iblis yang Sedang Marah Seperti itu,
" Dan Satu lagi, Sebelum Masuk kamar Gue, Setidaknya Ketuk pintu dulu,jangan Main Masuk Begitu saja, Lu tau kan Sekarang Gue udah punya Istri," Kata Elang Panjang lebar pada Diego dan juga Yang lainnya sebelum mereka Pergi.
" Apa Sih Yang Lu lakuin Diego, Sampai Elang Semarah Itu," Tanya Lutfi penasaran kenapa Elang Semarah itu.
__ADS_1
" Sebenarnya,, Sebenarnya Gue Udah mengganggu Ritual Elang bersama istrinya Tadi," kata Diego Jujur dan merasa bersalah.
" Apa,!!" Kata Lutfi dan Anthoni barengan.
" Pantas Saja Elang Seperti Kebakaran jenggot seperti itu, Ternyata Hasratnya Tak tersalurkan," Kata Lutfi Terkekeh
" Ya gue kan Gak Sengaja Bro, Mana Gue Tau kalo Mereka berdua begituan Di sore hari kaya gini," Kata Diego
" Udah Gitu pintunya Gak di kunci, lagi," Kata Diego merasa ia tak salah juga.
" Lu kaya Gak tau aja, Coba kalo Lu berada di posisi Elang, Sama Marahnya Gak kaya Elang," Kata Lutfi kesal.
" Betul juga, Gue juga pasti uring uringan kaya Dia kalo Hasrat gue tidak tersalurkan," Kata Diego.
" Sudah lah, Ayo kita Ke Caffe ++ Sekarang," Ajak Lutfi
" Lu ikut gak Thoni," ajak Lutfi lagi.
" Tentu saja Gue ikut, Gue gak Mau mendengar Desahan seseorang malam Ini," Kata Anthoni Kesal.
" Wah Wah Wah, Apa Lu akan Tetap Menyukai Ayu Nantinya," Goda Diego.
" Tentu saja, Gue Tetap menyukainya Sampai Kapan pun," Kata Anthoni.
__ADS_1
" Waaaah Lu memang Keras Kepala Ya ternyata," kata Diego.
Dan Mereka Bertiga pun Pergi meninggalkan Kediaman Samudra.