
SEMINGGU KEMUDIAN....
Kian Hari Kesehatan Kakek Thomas Semakin Memburuk Saja,
Om Egi dan Tante Sekar Pun Sudah Ada Di Sana,
Namun Yang Ingin Kakek Thomas Temui Hanya Ayu Cucunya,
Ayu Setiap Hari Selalu Ke Rumah Kakek Thomas Memantau Kesehatannya,
Dokter Rian, Dokter yang Biasa Mengurus Keluarga Kakek Thomas Pun Sudah Sangat Hafal dan Kenal Ayu,
Karena Hanya Ayu Yang Selalu Datang menemui Kakeknya Itu,
Dokter pun Sangat Aneh dan Bertanya Pada Ayu, Siapa Dirinya!! Dan Ayu Menjawab " Aku Cucunya," Kata Ayu Spontan,
Yang Dokter Rian Tau Cucu Kakek Thomas Hanya Stella Yang Sombong dan Angkuh Itu,
Dokter Rian pun Sekarang Tau Ternyata Kakek Thomas Mempunyai 2 Cucu,
Kakek Thomas Sendiri Yang Mengatakan Pada Dokter Rian Kalo Ayu Adalah Cucunya, Jadi Dokter sangat Percaya Karena Ayu Sangat Menyayangi Kakeknya Beda Dengan Cucu yang Satunya Itu,
Dokter Rian Juga merasa Bingung, Kenapa Cuma Hanya Ayu yang Selalu Berada Di Rumah Kakek Thomas, Tidak Ada Anak atau pun Cucu di Sampingnya Selain Ayu saja,
Malah Dokter Rian beranggapan kalo Keluarga Kakek Thomas Tidak Ada Yang Tau kalo Dirinya sedang Sakit,
Namun Pemikiran Dokter Rian Salah, Anak Atau Pun Cucu Kakek Thomas Sudah Tau Kalo Kakek Thomas Sedang Sakit,
Namun Mereka Tak Perduli, Yang Mereka Perduli kan Hanya Harta Warisannya Saja Apalagi Menantunya...
Om dan Tantenya Pun Baru Tau Tadi, Saat Ayu Sudah Berada di Rumah Kakek Thomas. Om dan Tante Sekar Sangat Terkejut Melihat Ayu Sudah Berada Di Sana, dan Mereka Pun Bertanya Sejak Kapan Ayu berada Di sana.
Dokter Rian Pun Berkata," Dari Hari pertama Kakek Thomas Sakit pun, Nona Ayu sudah aada Di sini," Begitulah Jawab dokter Rian.
Pertama Tante Sekar Sangat Marah Pada Ayu karena Berada Di Rumah Kakek Thomas, Namun Erlangga Sigap Membela Istrinya itu, Dan Mau Tak Mau Tante Sekar Menerima Hadirnya Ayu di Rumah Ayah Mertuanya.
Tante Sekar Selalu Saja Berulah dan Membuat Gara Gara agar Ayu Tak Berada Di Sana.
Tante Sekar Sangat Takut Kalo Semua Harta dan Warisan Kakek Thomas Jatuh Pada Ayu, dan Bukan Suami Atau Anaknya,
Entah Kenapa, Di Hati Ayu Ada Rasa Kesal Pada Om dan Tantenya itu,
Saat Kakek Thomas Sudah Sekarat baru Mereka Datang, Ayu Sangat Kesal Pada Mereka Berdua,.
Dimana Mereka Saat Kakek Sakit Seperti ini,
Dan Di mana Mereka Saat Kakek Membutuhkan Kasih Sayang Mereka,, Mereka Tak Ada,
Dan Di Saat Seperti Ini Tante Sekar Malah Membicarakan Harta Warisan Pada Kakek,
Dan Anehnya Om Egi Juga Hanya Diam Saja,
__ADS_1
" Cukup Tante," Kata Ayu Kesal Pada Tantenya Karena Terus Terusan menanyakan Harta Warisan Agar Di Bagikan Sekarang,
" Kakek Lagi Sakit Begini, Sempat Sempatnya Tante Menanyakan Warisan Pada Kakek, Apa Tante Tidak Punya Rasa Kasihan Pada Kakek," Kata Ayu Merasa Marah Atas Perlakuan Tantenya itu, dan Om Egi Hanya Diam Saja tak Membela Ayahnya Sendiri.
" Kau Tau apa Hah," Hardik Sekar Pada Ayu.
" Kau Masih Bocah, Tidak akan Paham Semua Ini," Kata Sekar Tersulut Emosi Karena Ayu Berbicara Seperti itu padanya,
" Sudah Cukup," Teriak Erlangga,
" Pak Egi, Lebih Baik Anda Bawa Istri Anda Keluar Dari Rumah Kakek Thomas," Kata Erlangga Mulai Tak Sabar.
" Siapa Kau, Hah,!! Berani Beraninya Kau Mengusirku Dari Rumah Orang Tua Suamiku," Kata Sekar Kesal Karena Di usir oleh Erlangga.
" Jika Beliau Orang Tua Kalian, Kalian Tidak akan Mungkin Menanyakan Harta Warisan Seperti itu di saat Kakek Masih Hidup seperti Ini," Kata Erlangga,
" Dimana Hati Nurani Kalian Hah," Kata Erlangga Mulai Kesal.
" Lebih Baik Kalian Keluar saja Dari Rumah Kakek Thomas, Sekarang," Kata Erlangga Lagi.
" Siapa Kau Hah, Berani Sekali Kau Mengusirku," Kata Tante Sekar Marah.
" Sudah Lah Mah, Lebih Baik Kita Pulang Saja," Ajak Om Egi pada Istrinya
" Tapi Pah, Kita Harus Pastikan Kalo Harta warisan Jatuh Pada Anak Kita, Bukan Padanya," Kata Tante Sekar Tak Tau Malu.
" Sayank, Lebih Baik Kita Pulang Ya," Ajak Om Egi pada Istrinya,
Kakek Yang Mendengarnya pun Hanya Menangis Karena Mereka Berdua Hanya Memikirkan Harta Warisan Saja Bukan Nyawanya,
Ayu yang Mulai Merasa Kesal Dan Marah Berdiri Dan Menghampiri Tante Sekar Dan Menamparnya..
PLAKKK.... ( Suara Tamparan Begitu keras )
Karena Kesal Ayu Menampar Tantenya Itu Sampai Merah pipinya.
" Cukup Tante," Kata Ayu Marah.
" Lebih Baik Tante Keluar Dari Rumah Kakekku,, Tante Benar Benar Keterlaluan," Kata Ayu Kesal.
Om Egi Yang Terkejut Melihat Keberanian Ayu yang Menampar Istrinya hanya Diam Karena Istrinya Memang Bersalah,
" Berani Sekali Kau Menamparku," Kata Tante Sekar Marah,
" Kenapa, apa Aku tak Boleh Marah Melihat Kakekku Yang Sedang Sakit, Kau Malah Menanyakan Harta Warisan padanya," Kata Ayu Mulai Naik amarahnya.
" Kalo Kau Takut aku akan Mengambil Semua Harta Warisan Kakek,Kau Ambil saja semua Harta Warisan Kakek Itu, Aku Juga Tak Membutuhkannya," Kata Ayu Mulai Kesal Pada Tantenya.
" Aku tidak akan Mengambil Sedikit Pun Warisan Kakek, Karena Aku hanya Ingin Melihat Kakekku Sembuh," Kata Ayu Menangis.
" Apa Kalian Sedikit pun Tak Merasa Kasihan Pada Kakek," Tanya Ayu.
__ADS_1
" Apa Kau Tak Merasa Kasihan Pada Ayahmu Sendiri Om Egi," Tanya Ayu Pada Om Nya.
" Dimana, Rasa Kasih Sayank Kakek Yang Di Tanamkan di Hatimu Om, Kemana Semua Itu," Kata Ayu Lirih,
" Berani Nya Kau Gadis Miskin Menceramahi Suamiku, Kau Lebih....." Kata Kata Tante Sekar Terpotong Oleh Ucapan Ayu yang Tegas.
" Sudah Cukup,!! Aku Minta Kalian Keluar Dari rumah Kakek Ku,," Kata Ayu lagi dan lebih Tegas
Om Egi Pun Membawa Istrinya Ke Luar dari Rumah Kakek Thomas.
Ayu pun Menangis Dalam pelukan Suaminya.
" Kenapa Om dan Tanteku Seperti Itu Mas," Tanya Ayu Sedih.
" Kenapa Om Dan Tante Tak Perduli pada Kakek Thomas, Dan Malah Selalu Menanyakan Harta seperti Itu, Padahal Kakek Thomas Sedang Sakit seperti Ini Mas," Kata Ayu Lirih akan Nasib Kakeknya Itu
" Sudahlah Sayank, Kau Sabar Saja," Kata Elang dan Memeluk Istrinya.
" Aku Akan Pastikan, Mereka tak akan Dapat apa apa," Kata Erlangga Lagi.
" Terimakasih Nak," Kata Kakek Thomas Dengan Terbata Bata,
" Kakek Tenang Saja, Aku Akan Mengurus Semuanya," Kata Erlangga,
Erlangga Sudah Tau Dokumen Itu Dari Kakek Bayu dan Membicarakan bagaimana Seharusnya.
Dan Di sana Tertulis Bahwa Anak Kakek Thomas Hanya Arya Saja,
Dan Ternyata Egi Bukan lah Anak Kandung Dari Kakek Thomas,
Dari sana Lah Kakek Thomas Meminta Pada Kakek Bayu atau pun Erlangga Untuk Membantunya Meyerahkan Semua Harta Warisan Pada Ayu, Yaitu Anak Kandung Arya Anak Dari Kakek Thomas.
Karena Kakek Thomas Tau, Bagaimana Piciknya Istri dari Anak Angkatnya Itu, dan Kakek Thomas Pun Ingin Melindungi Cucunya Itu dari Kejamnya Sekar Istri Egi...
" Aku A a akan Tenang, Kalo A aku serahkan Se Semua Padamu N Nak," Kata Kakek Thomas Terbata Bata..
" ka Kakek Minta Pa padamu, Ja Jaga Se selalu Cucu Ku ini," Kata Kakek Thomas Di Akhir Nafasnya dan Kakek Thomas Pun Meninggal.
" Kakek... Kakek... Kakek, Bangun Kakek, Jangan Tinggalkan Aku, Kakek," Tangis Ayu pecah Karena Menyaksikan Kakek Thomas Meninggal.
" Dokter Rian," Panggil Erlangga
Dokter Pun Langsung Menghampiri Kakek Thomas Dan Memeriksa nya,
" Maafkan Saya Nona Ayu, Tuan Besar Sudah Meninggal, Tuhan Lebih Menyayangi Beliau," Kata Dokter Rian.
" Tidak.... Kakek... Bangun Kakek, Bangun, Jangan Tinggalkan Aku, Kakek," Kata Ayu benar Benar Menangis Sejadi Jadinya...
" Sayank,," panggil Erlangga Dan Memeluk Istrinya Itu.
" Tenang lah Sayank, Jangan Seperti ini," Kata Erlangga lagi.
__ADS_1
Elang Benar Benar Merasa Kasihan Pada istrinya di Tahun Ini Dia Malah Kehilangan Dua Orang Yang Ia Sayangi,
" Mas... Bangunin Kakek Mas, Kakek.. Jangan Tinggalkan Aku Kek, Jangan Tinggalkan aku," Kata Ayu Menangis tak henti Hentinya.