
4 BULAN KEMUDIAN...
Selama 4 Bulan Ayu selalu Di berikan Kebahagian Oleh Erlangga,
Kakek Bayu Pun Selalu Datang Menemani Cucunya Itu,
Mamahnya Erlangga Juga Turut Hadir Menemani Ayu dan Tak Lupa Juga Ayah Erlangga Juga Turut Datang bersama Istri dan Juga Anaknya.
Mungkin Kini Kandungan Ayu Sudah Masuk Yang Ke 8 Bulan,
Semakin Berat Saja Perjuangan Ayu Saat ini,
" Kau Tau Nak," Kata Mamahnya Erlangga pada Ayu Saat Ayu, Kakek Bayu, Suami Mamah Erlangga, Ayah Erlangga Dan Istrinya, Erlangga, Diana, Antony, Monika, Lutfi, Diego, Dan Adik Tiri Erlangga Dan Diana, Yaitu bernama Cantika yang Baru Berusia 7 Tahun dari pernikahan nya Sekarang,
Mereka Semua Sedang Berada Di Ruang Tamu Sedang Duduk Berkumpul, sedangkan Kakek Sedang Membaca Koran,
" Dulu Saat Mamah Mengandung Erlangga, perut Mamah Tidak Sekecil Ini Sayank," Kata Mamah Erlangga mengingat Masa Masa Saat mengandung Erlangga dan Mengusap perut Ayu Sayank.
" Oia Mah... Terus kalo Perut Aku Segini Besarnya Mamah Bilang Kecil, Sebesar Apa Saat Mamah Mengandung Mas Elang," Tanya Ayu Penasaran Akan Cerita Mamahnya Erlangga dan Semua Orang Di sana Juga Ikut Penasaran.
" Sebesar Ini....." Kata Mamahnya Erlangga Dan Membuat Bulatan Dengan Tangannya Di Perut.
" Besar Sekali Mah," Kata Ayu Sontak Kaget.
" Kau Pasti tidak Akan Percaya, Orang Orang Bilang Mamah Saat mengandung Erlangga, Masa Di Sangka Mamah Mengandung Anak Gajah," Kata Mamahnya Erlangga Cekikikan Mengingat Saat Mediang Ibundanya Mengatakan Seperti Itu,
" Siapa Yang Bilang Begitu Mah," Tanya Diana penasaran Juga.
" Nenek Mu sayank," Kata Mamahnya Erlangga.
" Hahhahaha Ayah Ingat Betul Saat Mamahmu Bilang Seperti itu," Kata Kakek Bayu Mengenang Mediang Istrinya dan Tertawa Lepas Mengingat Kejadian Itu dan mantan Suami nya Juga Hanya Ikut Tersenyum Mengingat Kejadian Itu.
" Jadi, Kakek denger Nenek bilang Seperti itu Pada Mamah Kek," Tanya Diana Penasaran.
" Benar,, Kakek Mendengar Sendiri Nenekmu Bicara Seperti itu, Ayahmu Juga Mendengarnya," Kata Kakek Bayu Lagi Dan Mengingatkan Anaknya Itu dan Anaknya Itu Hanya Tersenyum Mengenang Saat saat kehamilan mantan Istrinya itu
" Apa..!! Jadi Ayah Juga Mendengarnya," Tanya Diana Pada Ayahnya, Dan Ayahnya Jaya Mengangguk Tanda Membenar kan Apa Kata Ayahnya Itu.
" jadi Selama Tante Mengandung Erlangga Sangat Tersiksa Dong," Kata Monika Ikut Nimbrung.
" Sangat... Sangat Tersiksa.." Kata Mamahnya Erlangga,
__ADS_1
" Namun Penderitaan Itu Sirna Saat Mamah Melihat Erlangga Lahir," Kata Mamah Erlangga Mengenang saat Erlangga Pertama Kali Lahir Kedunia,
Erlangga Hanya Diam Saja Mendengarkan, Dan Malah Mengusap Usap Perut Istrinya Itu, dan Ia Malah Tersenyum Mendengar Pembicaraan Tentang Dirinya.
" Lalu Bagaimana Dengan Aku Mah, Apa Aku Juga Sama Seperti Kak Elang," Tanya Diana Penasaran,
" Kalo Kau Tidak Sama Sayank... Kau Malah Belum Saatnya Keluar Kau Malah Keluar," Jelas Mamah Erlangga Pada Diana.
" Itu Benar, Kakek Juga Ingat Saat Itu," Kata Kakek Bayu Mengingat Saat Diana Lahir Belum Waktunya.
" iya....Ayah Juga mengingatnya, Kau...Begitu Kecil, Ayah Mau Menggendongmu Saja Tak Berani," Jelas Ayah Erlangga Dan Diana.
" Maksud Mamah, Aku Gak Normal Gitu saat Di Lahirkan," Tanya Diana Semakin Penasaran.
" Iya... Malah Mamah atau Pun Ayah, Sangat Takut Saat Melahirkan Mu, Kau Begitu Kecil dan Mamah Memegang Kamu Saja Mamah Takut dan Tak Berani," Kata Mamah Erlangga Mengingat Saat Saat Melahirkan Diana Yang Begitu Kecil dan Diana Lahir Secara Prematur.
" Berapa Bulan Mah, Saat Mamah Melahirkan Diana," Tanya Ayu penasaran.
" 8 Bulan, Kata Dokter Yang Melahirkan Prematur di Waktu 8 Bulan, Bayi nya Jarang Terselamatkan," Kata Mamah Erlangga Mengenang Akan Diana Yang Begitu Kecil Dan Dokter juga Beranggapan Kalo Diana Takan Hidup Lama.
Namun Tuhan Berkehendak Lain dan Diana tumbuh Sampai Sekarang Sehat Sehat Saja.
" Iya..." Kata Mamah Erlangga pelan.
" Kenapa," Tanya Ayu Penasaran.
" Kenapa Mamah Bisa Melahirkan Di usia 8 bulan Mah," Tanya Ayu lagi.
" Mamah Terjatuh Di Kamar Mandi," Kata Mamah Erlangga.
" Jadi Mamah Minta Kalo Kamu Ke Kamar Mandi, Hati Hati Sayang, Mamah Tidak Mau Kejadian Yang Mamah Alami, terulang Padamu," Jelas Mamah Erlangga Pada Ayu.
" Iya Mah..." Kata Ayu Mengingat Akan Hal Itu.
" Iya Nak, Berhati Hatilah Saat di kamar Mandi," Kata Kakek Bayu Juga Mengingatkan Cucunya Itu.
" Iya Kakek," Kata Ayu Lembut.
" Kau Tenang Saja Pak Tua, Aku Akan Selalu Ada Di Sisinya," Kata Erlangga Tegas.
" Kau Ini...Aku Ini Kakek mu, Kenapa Kau Selalu Bilang Padaku Pak Tua terus," Kata Kakek Bayu Kesal Pada Cucunya, Ayah dan Mamah Erlangga Hanya Tersenyum Melihat Erlangga Yang Selalu menggoda Kakeknya Itu.
__ADS_1
" Kau Memang Pak Tua Kan," Kata Erlangga
" Lihat Saja Wajahmu di Cermin, Kau Memang Sudah Tua," Kata Erlangga Lagi Dan Erlangga Pun dapat Pukulan Dari Istrinya karena Menggoda Kakeknya Sendiri.
" Kakak, Jangan Menggoda KakekKu terus," Kata Diana Ikut Membela Kakeknya.
" Sudah Mas... Jangan Menggoda Kakek Terus," Kata Ayu dan Memukul Perut Keras Erlangga.
" Kau lihat, Hanya Cucu Cucu Perempuanku Ini Yang Perhatian Padaku," Kata Kakek Bayu Bangga Pada Ayu dan Juga Diana, dan Membanggakan Ayu dan Diana Pada Mamahnya Erlangga.
" Erlangga Memang Seperti itu AYah," Kata Mamah Erlangga Cekikikan Melihat Ayah Mertuanya Kesal Akan Ulah Putranya Yang selalu Menggoda Kakeknya.
Ayu Yang Melihat Keluarga yang Bahagia dan Saling Bercanda Seperti Itu mengingatkan Dirinya Pada Ibunda dan Juga Ayahnya, Tak Berasa Air Matanya Pun Berlinang,
Dan Itu Juga Di perhatikan Kakek Bayu,
" Kenapa Kau Menangis Nak," Tanya Kakek Bayu dan Langsung Menghampiri Ayu Karena Hawatir,
" Apa Perutmu Sakit nak," Tanya Kakek Bayu Lagi.
" Ada Apa Sayank," Tanya Erlangga Ikut Hawatir Juga Pada Ayu dan Semuanya Pun Ikut Hawatir Pada Ayu.
" Tidak Apa Apa Mas, Melihat Kalian Begitu Bahagia... Aku Jadi Teringat Ayah Dan Bundaku Saja Mas," Kata Ayu Menahan Tangis dan Erlangga Pun Memeluknya.
" Keluarga Ku Keluargamu Juga Sekarang Sayank," Kata Erlangga Di Sela Pelukannya.
" Aku Tau Mas," Kata Ayu dan Memeluk Elang Lebih Erat.
Keluarga Baru Ayu pun Menikmati Kebersamaan Mereka, Karena Jarang Sekali Keluarga Besar Erlangga Bisa Kumpul Bersama Seperti Ini.
KE ESOKAN HARINYA....
Ayu sedang Berada Di Toko Baju, Dan Sedang Memilih Milih Baju bayi Yang Lucu Lucu, Ia Berbelanja Baju Sendirian Karena Itu ke inginan Ayu sendiri, ingin belanja Baju bayi sendiri, Dan Itu Juga Tak Jauh dari tempat Tinggalnya, Dan Ia juga nanti akan Di temani Monika Nantinya, Karena Monika masih Di Rumahnya, Dan Janjian bertemu Di Toko Baju Bayi saja,
Saking Senangnya Ayu Tak melihat Sekelilingnya, Dan Tak Sadar Dari Tadi Ada yang terus memperhatikannya dengan Tatapan Kosong.
Tiba Tiba Tak Sengaja Ayu Menginjak Sesuatu dan Terjatuh Di sana.
Ayu pun Meringis Kesakitan...Dan Minta tolong Namun Yang Memperhatikanya Itu Hanya Diam Tak Bergerak.
" Stella.." Panggil Ayu Memohon pertolongan pada Stella KarenA Sakit Di perut nya Semakin Menjadi...
__ADS_1