
" Kamu Cari apa," Tanya Elang bingung melihat Ayu mencari sesuatu ke sana kemari,
" Mas, Mas punya pembalut Tidak," Tanya Ayu.
" Pembalut," Ulang Elang Aneh.
YA KALI GUE PUNYA KAYA GITU, batin Elang Aneh
APA, BUKANNYA BENDA ITU UNTUK....... batin Elang tak melanjutkannya.
" Apa kamu lagi datang bulan," Tanya Elang dan Ayu hanya Menjawab dengan Anggukan.
GAGAL LAGI GUE, batin Elang sedih
" Maaf ya Mas," Kata Ayu mendekati Elang yang sedikit Sedih.
" Apa kau tidak mengarang Cerita, Mungkin Karena Kamu Tidak mau melayaniku," Kata Elang Curiga.
" Mas gak percaya," Kata Ayu dan menarik Elang untuk melihat Sesuatu di atas Kasur Elang.
" Bagaimana, Apa Aku berbohong," Kata Ayu kesal Karena Elang Tak percaya Padanya,
" Aaah iya," Kata Elang tak bisa mengelak karena Ia melihat Darah di kasurnya.
" Maafkan Aku," Kata Elang Malu, Karena Udah Curiga pada Ayu.
" Aaarrrhh tidak Apa apa kok Mas," Ringis Ayu.
" Kamu Kenpa," Kata Elang Hawatir Melihat Ayu meringis Ke sakitan,
" Perut aku Sakit Mas," Kata Ayu menahan Sakit pada Perutnya.
__ADS_1
" Bagaimana Ini, Pembalutnya Tidak Ada," Kata Ayu Masih mencari pembalut.
" Apa Aku beli saja ya, Tapi..Aarrggghh Perut aku Sakit banget," Kata Ayu meringis Ke sakitan.
" Biar Aku saja yang membelinya," Kata Elang pelan
" Kau istirahat saja, Aku akan Menyuruh Bibi untuk Membuat minuman pereda Sakit Perut Untuk mu," Kata Elang lagi dan Meninggalkan Ayu di kamarnya.
" Bi, Bibi," Panggil Elang.
" Iya Tuan Muda,"
" Bibi tau Minuman apa yang Bisa meredakan Sakit Perut," Tanya Elang
" Sakit perut, Sakit perut seperti apa," Tanya Bibi
" Sakit Perut datang Bulan," Kata Elang
" Baiklah Bibi Bikinkan Ya Dan Tolong Berikan Pada istri saya di kamar Saya, Saya Mau Ke Minimarket sebentar," Kata Elang dan pergi ke minimarket terdekat di rumahnya.
Setibanya di Minimarket Elang Langsung Mencari Dimana letak Pembalut wanita.
Para Wanita Yang Sedang Belanja Dan Karyawan Permpuan Memperhatikan Elang yang Mencari Sesuatu.
" Tampannya," Kata Ibu ibu yang Sedang Mengambil Sabun Cuci dan terus memperhatikan Elang yang Memang Tampan.
Elang Bingung Harus Bagaimana, Karena Ia baru kali ini belanja pembalut wanita Dan Elang Tak menemukannya, ia pun Memanggil Karyawan perempuan di sana.
" Permisi, Mbak," Kata Elang, Dan karyawan Perempuan itu pun menghampiri Nya.
" Iya Mas Bisa Saya Bantu," Tanya Wanita Karyawan itu Malu malu Karena Elang Memang Begitu Tampan.
__ADS_1
" Begini Mbak, Saya mencari Pembalut Wanita untuk Istri saya, Cuman Saya Tidak Tau Letaknya Dimana, Apa Saya Bisa minta Tolong Pada Mbaknya untuk mencari pembalut itu," Kata Elang Pelan.
YAH... UDAH PUNYA ISTRI TO,batin Karyawan Wanita itu putus Asa
" Ukuran Berapa Mas, Mau Yang Ada Sayap Apa Gak," Tanya Karyawan itu sopan.
" Saya Tidak tau, Kamu ambil saja Yang semua Ukuran dan Ambil juga yang Ada sayap dan gak nya," Kata Elang Tak Mau repot.
" Baik Mas," Kata Karyawan Itu dan mengambil Pesanan Pelanggan yang Barusan Di minta Elang.
Tak Berapa lama Elang pun Selesai belanja dan kembali Pulang.
" Nih Pembalutnya," Kata Elang Pada Ayu.
" Banyak Banget Mas," kata Ayu Kaget saat melihat Pembalut yang Elang beli Begitu Banyak.
" Aku tidak Tau ukuran berapa yang kamu sering pakai, makanya Aku beli semua," Kata Elang,
" Makasih Mas," Kata Ayu dan berlari Ke kamar Mandi,
Benar saja Di celana Ayu bagian belakang ada Noda Merahnya.
" Permisi Tuan Muda, Ini minuman untuk Nona Muda," Kata Bibi.
" Taruh Saja Di sana Bi," Kata Elang.
" Aah Iya Bi, Tolong Ganti Seprei di kamar Ini," Kata Elang
" Baik Tuan Muda," Kata Bibi dan Mengambil Seprei untuk di pasang.
" Haaaaaaah, Perut Aku kenapa masih Sakit ya," Kata Ayu pelan.
__ADS_1
" Duduk dulu sini, Dan Minum lah Ini biar Sakit perutnya ilang," Kata Elang dan menyuruh Ayu mendekatinya, Dan Ayu pun menurut saja dan Duduk di kursi dekat Elang.