AYU MY LOVE

AYU MY LOVE
EPS 115


__ADS_3

" Jadi Dia Akan Menemuiku," Tanya Kakek Thomas Masih Tak percaya.


" Iya...Kau Lihat," Kata Kakek Bayu dan Memperlihatkan Chatan nya Dengan Erlangga.


" Syukurlah Kalo dia masih Mau menemuiku," Kata Kakek Thomas Senang.


" Tapi Kau Harus Berjanji padaku, Jangan Bilang Siapa Siapa, tentang Dokumen Ini," Kata Kakek Thomas.


" Termasuk Cucuku," Kata Kakek Thomas Dan Langsung Menandatangani Dokumen Itu.


" Baiklah, Aku kan Menyimpannya," Kata Kakek Bayu dan Menyimpan Dokumen Itu di Tasnya.


" Terimakasih," Kata Kakek Thomas Bersyukur.


Kakek Thomas Dan Kakek Bayu membicarakan Dokumen Penting Itu tadi, Dan Kakek Thomas Pun Langsung Menandatangani Dokumen Itu untuk masa depan Cucunya Nanti.


" Kau tinggal Minta Cucuku Ayu untuk menandatangani Dokumen ini Juga," Kata Kakek Thomas.


" Baiklah, Aku Akan Berbicara Langsung Nanti pada Kedua Cucuku itu," Kata Kakek Bayu, dan Kakek Thomas Pun Tenang.


Tak Berapa lama Ayu dan Juga Erlangga Sampai di Rumah Kakek Thomas.


" Silahkan Masuk Tuan muda," Kata Pelayan.


" Di Mana Kakek Thomas, Sekarang," Tanya Erlangga,


" Beliau Ada di Kamarnya, Bersama Kakek Bayu, Tuan Muda," Kata Pelayan itu lagi.


Ayu dan Erlangga Pun Menuju Kamar Di Mana Kakek Thomas tinggal.


Erlangga Pun Mengetuk Pintu Kamar Kakek Thomas.


Tok...


Tok...


Tok...


" Masuklah," Suara Kakek Bayu yang ada Di dalam Kamar Kakek Thomas yang menjawabnya.


Ayu dan Erlangga Pun Masuk.


" Sedang Apa Kau Pak Tua di Sini," Tanya Erlangga Pada Kakeknya.


" Kau Ini, Benar Benar Tak ada Sopan Santunnya pada Orang tua,," Kata Kakek Bayu Kesal Pada Cucunya itu.


" Bagaimana Kabar mu Sekarang Nak," Tanya Kakek Bayu Pada Ayu.

__ADS_1


" Aku Baik Baik Saja Kakek," Kata Ayu dan Memeluk Kakek Bayu Sayank,


Ayu sudah bertemu Beberpa hari yang Lalu dengan Kakek Bayu dan Kakek Bayu sudah Tau Dengan keadaan Ayu Sekarang.


Saat Melihat Kakek Thomas Yang Terbaring Lemah Ayu pun langsung Menghampiri Kakeknya Dan Memeluknya,


" Kakek,,," Panggil Ayu dan Menangis melihat Kakeknya Yang Terbaring Lemah.


" Apa Kakek Baik Baik Saja," Kata Ayu Pelan saat melihat Raut Wajah Kakek Thomas begitu Pucat.


Erlangga Dan Kakek Thomas Pun Meninggalkan Mereka Berdua agar Leluasa Berbicara.


" Kakek Baik Baik Saja Sayank, Bagaimana Dengan Mu Sendiri, Apa Kau Baik Baik Saja, Kakek Dengar Kau Menghilang Beberpa Bulan, Kakek Sangat menghawatirkan mu Nak, Apa Kau Baik Baik Saja Sekarang Sayank," Kata Kakek Thomas Hawatir,


" Aku Baik Baik Saja Kakek, Kau Lihat Bukan, Aku Sehat Sehat Saja Kakek," Kata Ayu lembut dan Duduk Di dekat Kakeknya.


" Maafkan Kakekmu Ini Nak, Aku Sudah Membuat Kau Mender....." Kata Kata Kakek Thomas Terpotong Oleh Suara Ayu yang Benar Benar lembut.


" Kakek..Kakek Jangan Mengingat Itu lagi, Aku Sudah Melupakan Semuanya Kek, Yang Sekarang Aku Ingin Kakek Cepat Sembuh Saja," Kata Ayu lembut.


" Aku Bawa Sup Jamur Buat Kakek, Kakek Makan Ya," Kata Ayu lagi.


" Terimakasih Sayank," Kata Kakek Thomas Sedih, Hanya Ayu Yang Selalu perhatian Seperti ini, Sama Seperti Arya Putranya.


" Kenapa Kakek Malah Nangis, Aku kan Gak nyuruh Kakek Buat Nangis," Kata Ayu Bermaksud Bercanda.


" Aku Senang, Karena Kau Begitu perhatian Padaku Nak," Kata Kakek Thomas Senang.


" Karena Kau kan, Kakek Ku, Jadi Siapa Lagi Yang Harus Memperhatikan Kakeknya Kalo Bukan Cucunya," Kata Ayu lembut.


" Terimakasih Sayank," Kata Kakek Bersukur dan Menangis.


KAU MEMANG CUCUKU NAK, AKU BENAR BENAR MENYESAL DULU MENELANTARKAN KALIAN BERDUA.. dalam hati Kakek Thomas


Ayu pun Menyuapi Sup itu pada Kakeknya,


" Apa Gak Seenak Itu ya Kek, Sampai Kakek Menangis, Memakan masakan Buatanku," Kata Ayu Pelan dan Bermaksud Mencairkan Suasana Sedih Dalam Hati Kakeknya.


" Tidak Sayank,, Bukan Itu, makanan Buatmu Sangat Enak, Justru ini lebih enak dari masakan siapa pun," Kata Kakek Thomas tersenyum.


" Apa Cucu buyut ku Baik Baik saja Nak," Tanya Kakek Thomas Saat Di suapi Ayu.


" Dia Baik Baik Saja Kakek, Kakek Lihat.. Cucu Buyutmu Ini sangat Kuat..," Kata Ayu Mengusap perutnya dan Kakek Thomas Ingin Sekali Mengusap Perut Cucunya itu.


" Apa Boleh, Kakek Mengusap Perutmu Nak," Tanya Kakek Thomas.


AKU TAKUT...AKU BENAR BENAR TAKUT, AKU TAK BISA LAGI MELIHAT KAU DAN CUCU BUYUT KU NANTI, pikir Kakek Thomas seperti merasakan pirasat buruk tentang dirinya.

__ADS_1


" Tentu saja, Kakek Boleh Mengusap nya," Kata Ayu Senang.


" Maafkan Kakek Buyut mu Nak, Mungkin Saat kau Lahir, Aku tak dapat melihatmu," Kata Kakek Thomas Sedih.


" Kenapa Kakek Bicara Seperti itu, Aku Yakin Kakek Akan Bertemu dangan Cucu Buyut Kakek, Jadi Kakek Jangan Berkata Seperti itu, Aku Ingin Kakek Cepat Sembuh," Kata Ayu Berusaha Tegar walau suaranya berat.


" Iya Sayank," Kata Kakek Thomas.


" Maafkan Kakek, Kakek Tidak Pernah Bisa membahagiakan Mu Nak," Kata Kakek Thomas Lagi.


" Aku Lihat Kakek Sembuh dan Sehat Saja Aku sudah Bahagia Kakek, Jadi Jangan Tanyakan Aku Bahagia Apa Tidaknya, Kebahagiaanku hanya Ingin Melihat Kakek dan Orang orang yang Aku Sayang, Bahagia," Kata Ayu Lembut.


" Maaf Kan Kakekmu ini Nak," Kata Kakek Thomas Menangis.


" Kakek, Mau sampai Kapan Kakek Minta Maaf terus Padaku, Ayah, Bunda dan Juga Adi, Pasti juga Sudah Memaafkan Kakek, Karena Mereka Tau Kalo Kakek Sangat Menyayangi Mereka," Kata Ayu Panjang Lebar.


" Jadi Kakek Jangan Merasa Bersalah Seperti itu pada Anak Kakek," Kata Ayu Lagi.


" Kakek Tau Sayank.. Tapi Kakek Selalu Merasa Bahwa Anakku Itu Tak Akan Pernah memaafkan Kakek," Kata Kakek Lirih.


" Kakek, Salah..." Kata Ayu pelan.


" Ayah.. Yang selalu Mengajarkan Aku Agar Tak Membenci Kakek," Kata Ayu Lembut.


" Ayah Juga yang Mengajarkan Aku, Untuk selalu Memaafkan Kakek," Kata Ayu Mengenang Akan Cerita Keluarganya Dulu.


" Dia memang Benar Benar Anakku," Kata Kakek Thomas Bangga.


" Dulu.. Kakek Yang Selalu Mengajarkan nya Seperti Itu, Dan Sekarang Dia Mengajarkannya Padamu," Kata Kakek Bangga Pada putra Sulungnya Itu.


" Ayah Memang Benar Benar luar Biasa Bukan Kek," Kata Ayu Senang.


" Sama Seperti mu, Di Diri Kakek Ada Sifat Ayah Yang Tak Bisa Aku Lupakan," Kata Ayu Tersenyum melihat Kakeknya Yang Benar Benar Mirip Ayahnya.


" Kakek Benar Benar Mirip Ayah, Di sana lah Aku tak Bisa Membenci Kakek, Karena Ada Ayah Di Dalam Diri Kakek," Kata Ayu Memandangi Kakeknya Yang Begitu Mirip Ayahnya.


Ayu benat benar merindui Ayahnya Itu dan Ayu pun Menangis Melihat Kakekny Menangis.


" Kenapa Kau Menangis Nak," Kata Kakek Di sela Tangisnya.


" Aku Rindu Ayah Kek, Aku Merindukannya," Kata Ayu di sela Tangisnya dan Kakek Thomas Pun Memeluk Ayu sayang.


" Kakek Juga Sama Nak, Kakek juga Merindui Putraku Itu, Kakek Juga merindukan nya Sayank," Kata Kakek Thomas Di pelukan Ayu.


Terimakasih semua masih setia menunggu dan Membaca novel ku ini,


Salam Sayank selalu🥰😘

__ADS_1


__ADS_2