AYU MY LOVE

AYU MY LOVE
EPS 98


__ADS_3

" Aaaaaaaaaaaarrrrrrgggg gue Benci Wanita Sialan Itu, Gue Benci Dia...Gue Mau Dia Mati," Teriak Stella Kesal dan Memecahkan Semua Barang yang Ada Di kamarnya.


" Sayang Ada apa Nak," teriak ibunya Stella Yaitu Tante Sekar di balik Pintu Stella Yang Tertutup.


" Gue Benci Wanita Sial itu, Gue Membencinya," Teriak Stella Seperti orang Gila.


" Sayang... Buka Pintunya Nak, Buka Pintunya ," Teriak Tante Sekar Hawatir Pada Putrinya itu takut Melakukan Hal Yang Tidak Tidak.


" Aaaaaaaaaaaarrrrrrgggg... Karena lu, kak Elang tak jadi menikahi Gue, Karena Lu juga Kakek Gak perduli lagi sama Gue, Gue Benci lu Wanita Sialan," Teriak Stella seperti orang Gila.


" Sayang... Buka Nak, buka Pintunya Sayang," Kata Ibu Stella Hawatir, Ibu Stella pun Menelvon Suami dan Juga Kakek Thomas.


Tak Berapa Lama Ayah Stella pun datang.


" Ada Apa Sayank, Kau Bilang Stella Teriak Teriak Di dalam Kamar," Kata Ayah Stella yaitu Paman Egi sesampainya di rumah.


" Aku saja tidak Tau Sayang, Tadi pagi dia Baik Baik saja, Setelah Pulang dari Mall dia Menjadi seperti itu," Kata Ibunya Stella.


Ayah Stella pun mencoba Membujuk Putrinya itu.


" Stella, Buka Pintunya nak," Kata Ayah Stella lembut.


" Aaaaaaaaaaaarrrrrrgggg Gue benci, Gue Benci pada semuanya, Tidak ada yang Mau mengerti apa Mau Gue," Kata Stella Menangis.


" Sayang, Buka Pintunya Kita Bicarakan Baik Baik bagaimana," Kata Ayah Stella Mencoba Membujuk agar Stella Mau membuka Pintu kamarnya,


" Percuma saja Aku Bicara Pada Ayah, Ayah Tidak akan menuruti Apa Mauku, Aku Hanya menginginkan Kak Elang Ayah, Huhuhuhuhuhu😭😭😭 Berikan Dia Padaku," Kata Stella Lirih dan Menangis Sejadi Jadinya.


" Ada apa Ini," Tanya Kakek Thomas Hawatir saat Mantunya Itu menelvon dan Berkata Kalo Stella Marah marah Seperti orang Gila.


" Ayah.." Panggil Sekar Puji sukur karena Penolongnya Sudah Datang.


" Ada Apa Dengan Cucuku Di dalam," Tanya Kakek Thomas Hawatir.


" Ayah Tolong Bujuk Stella agar membukakan Pintu kamarnya, Aku takut Terjadi sesuatu padanya," Jelas Ibu Stella.


Kakek Thomas Pun Mengetuk Pelan Pintu Kamar Stella Itu.


Tok...


Tok...


Tok...


" Stella Sayang," Panggil Kakek Thomas Lembut.


" ini Kakek Nak, Buka lah Pintunya," Kata Kakek Thomas Lagi.


" Aku tidak Mau Bertemu Dengan Kakek, Kakek Sudah Tak Sayang Lagi Padaku, Kakek Pergi saja dari sini," Kata Stella Marah dan Menangis.

__ADS_1


" Sayang... Ada apa, Kenapa Kau Bisa Semarah Ini, Kau kan bisa Mengatakannya Pada Kakek, Apa yang kau inginkan," Kata Kakek Thomas membujuk.


BENAR... CUMA KAKEK YANG BISA MEMISAHKAN ELANG DENGAN WANITA SIALAN ITU, pikir Stella jahat.


GUE TINGGAL BILANG PADA KAKEK KALO GUE MAU KAK ELANG, KALO KAKEK TAK MAU MELAKUKANNYA GUE TINGGAL MENGANCAMNYA DENGAN NYAWA GUE, pikir Stella lagi.


lalu Stella pun membuka pelan pintu kamarnya dan menghambur ke pelukan Kakek dan Menangis Padanya.


" Kakek...huhuhuhuhu😭😭," panggil Stella Menangis di pelukan Kakeknya,


Kakek Thomas Pun membawa Stella Ke Ruang Tamu dan Berbicara Pelan Pelan Padanya apa Maunya sebenarnya.


" Ada Apa,? Kenapa Kau semarah Itu sayang," Kata Kakek Thomas Lembut.


" Kakek, Apa kau Sayang Padaku," Tanya Stella di sela Tangisnya.


" Tentu saja Aku Menyayangimu, Kenapa Kau Berbicara Seperti itu nak," tanya Kakek Thomas.


" Jika Kau Menyayangiku, Aku Mohon Kabulkan lah Satu permintaanku Kek," Kata Stella memohon.


" Apa Itu nak," Tanya Kakek Thomas Penasaran.


" Buat Kak Elang Dan Ayu bercerai," Kata Stella Lantang,


" Aku mau Kak Elang Menikahiku," Kata Stella Lagi.


" Apa Kau sudah Tidak Waras Nak," Kata Ayah Stella Kesal.


" Yang aku mau Cuma Kak Elang Ayah, Aku Mau Dia," Kata Stella Tak Kalah Kesal pada Ayahnya Yang Tak mengerti dengan perasaannya.


" Masih Banyak Laki Laki lain yang Bisa Kau jadikan Suamimu Stella, Kenapa Kau malah Mau Menggambil Suami Sepupu mu sendiri," Kata Ayah Stella Semakin Marah dengan Pemikiran Putrinya Itu.


" Aku Tidak Mau orang Lain, Aku mau Kak Elang yang Harus Menjadi Suamiku, Aku Cuma Mau Kak Elang," Teriak Stella Seperti Orang Gila,


KENAPA KAKEK DIAM SAJA, KENAPA KAKEK TAK MEMBELA GUE, dalam hati Stella kesal pada Kakeknya yang tetap diam.


APA GUE BENAR BENAR HARUS MENGANCAMNYA DULU AGAR MENURUTI KEMAUAN GUE, Dalam hati Stella licik.


Stella Pun Berlari Kedapur dan Mengambil Pisau.


" Kalo Kalian Tidak Menuruti keinginanku, aku Akan Bunuh Diri di hadapan kalian,"kata Stella mengancam Keluarganya dan Bersiap Menyayat pisau Pada pergelangan tangannya.


Ibunya Stella merasa Histeris melihat Tingkah Stella yang Sudah tidak Waras.


" Jangan sayang, Jangan Nak, Jangan Lakukan Itu nak, Mamah Mohon," Kata Ibunya Stella dan Menangis melihat Putrinya seperti itu.


" Apa Kau Mau Mengancam kami Hah," Kata Ayah Stella Geram Dengan Perbuatan putrinya yang sudah Tak Waras ini.


KENAPA KAKEK TETAP DIAM, APA DIA TAK MENYAYANGI GUE LAGI, batin Stella.

__ADS_1


APA IYA GUE HARUS MENYAYAT TANGAN GUE INI, TAR KALO GUE MATI GIMANA, dalam hati Stella Juga Merasa takut dengan kematian.


" Apa Kalian Pikir Aku Hanya Mengancam Hah," Kata Stella Dan Menyayat pergelangan Tangannya itu sedikit.


Kakek Thomas Yang Melihat Darah di pergelangan tangan Stella Langsung Menepis Pisau itu agar tak melukai pergelangan Tangan Stella Lebih dalam lagi, Dan Stella pun Meringis Ke sakitan.


" Apa Yang Kau Lakukan, Sayank," Kata Kakek Thomas Marah pada Cucunya Itu.


" Aku Hanya Menginginkan Kak Elang menjadi Suamiku Kek, aku Hanya Ingin Itu saja Kek," Kata Stella Menangis.


" Kalo aku Tak Mendapatkan Kak Elang, Aku mau mati saja Kek, aku mau mati saja," Kata Stella Lagi Lirih dan Kakek Thomas pun memeluk Cucu kesayangannya itu.


" Aku Cuma Mau Kak Elang Kek," Kata Stella lagi.


" Baiklah, Aku akan Coba Berbicara Pada Ayu," Kata Kakek Thomas itu lirih,


" Kakek Berjanji kan,, Kakek Akan Memisahkan Mereka" Kata Stella Pelan.


" Kakek Akan Usahakan," Kata Kakek pelan.


AKU TIDAK MAU CUCUKU GEGABAH DENGAN KELAKUANYA INI. dalam Hati Kakek Thomas.


LEBIH BAIK AKU BERKATA IYA DULU SAJA PADANYA, dalam hati Kakek Thomas Lagi.


" Apa yang Ayah Katakan, Kenapa Ayah Malah Berbicara Seperti itu padanya," Kata Ayah Stella tak mempercayai pendengarannya setelah Beberapa menit berlalu, Dan Stella Pun Sudah Tenang karena di Janjikan Kakek nya.


Kakek Thomas Juga Bingung Mana Yang Harus Ia sayangi, Karena Kedua nya Adalah Cucu kesayangannya,


BAGAIMANA INI,batin Kakek Thomas bertanya.


APA YANG HARUS AKU LAKUKAN, batin Kakek Thomas Bertanya Lagi ia Bingung harus Bagaimana.


" Lalu Aku Harus Bagaimana," Kata Kakek Thomas Prustasi.


" Apa Kau pikir, Aku akan Diam Saja Kalo Cucuku itu Menyayat Tangannya," Kata Kakek Thomas Lagi.


" Ayah...Stella Hanya Menggretak, Kenapa Ayah Malah Menurutinya," Kata Egi kecewa dengan Sikap Ayahnya yang Tidak Tegas Pada Cucunya itu.


" Lalu Aku Harus Bagaimana, Masa iya aku Harus Melihatnya Menyayat pergelangan Tangannya, Apa Kau sudah Gila," Kata Kakek Thomas karena Jalan satu satunya Yang ia miliki Adalah Menuruti kemauan Cucunya Itu.


" Lalu Bagaimana dengan Ayu Ayah, Bukan kah Kalian Sudah Berbaikan Lagi," Kata Egi mengingatkan Cucu satu nya lagi pada Kakek Thomas.


" Aku Juga Tidak Tau, Mungkin Dia Juga Akan Mengerti," Kata Kakek Thomas.


" Ayah...Apa ayah Tega Memisahkan Dua Orang Yang saling Jatuh Cinta itu," Kata Egi pelan.


" Setau Ku, Mereka saling Mencintai Ayah," Kata Egi mengingatkan Ayahnya itu.


" Lalu aku harus Bagaimana," Kata Kakek Thomas Bingung.

__ADS_1


" Aku menyayangi Stella dan Juga Ayu, aku menyayangi mereka berdua," Kata Kakek Thomas Lagi


__ADS_2