
" Apa kau tidak apa apa Sayank," Tanya Elang Hawatir dan Menghampiri Ayu yang Terjatuh.
" Kenapa Kakiku Gemetar Begini Mas, ini Juga Kakinya Kenapa Gak Bisa Jalan Seperti itu," Kata Ayu Aneh kenapa Kakinya Lemas Sekali.
" Mungkin Kecapean Sayang Sini Biar Mas Saja yang Bawa Kamu Ke kamar Mandi," Kata Elang Dan membopong Ayu Ke kamar Mandi.
Elang pun Mendudukan Ayu di Atas Bathup dan Membuka Baju Ayu.
" Apa yang Mas Lakukan," Kata Ayu dan Menahan Tangan Elang Agar Tak Membuka Bajunya.
" Kenapa, Aku akan Melayanimu Mandi," Kata Elang Lembut, ia Merasa Bersalah karena Perbuatannya itu membuat Ayu Lemas Seperti ini.
" Tidak Usah, Aku Bisa Sendiri Mas," Kata Ayu Merasa Malu.
" Apa Kau Malu padaku," Kata Elang menebak Apa yang Ayu Rasakan,
" Aa Ak aku Malu Mas," Kata Ayu Gugup dan Jujur.
" Sayangku," Panggil Elang dan Ia Pun Berjongkong memandang Mata Ayu.
" Kenapa Harus Malu, Kau itu Istriku dan aku Suamimu," Kata Elang Lagi.
" Lagi pula, Aku sudah Melihat Semua Tubuhmu begitu juga kau sudah Melihat tubuhku," Jelas Elang Lembut.
" Jadi Kenapa Harus Malu," Kata Elang Lagi.
" Ijinkan Aku Untuk Melayani Istri Tercintaku ini Mandi Ya Sayang," Pinta Elang lembut dan Ayu Pun Mengangguk Setuju karena Merasa Terlena Oleh Tatapan Elang Yang Menghipnotis Itu.
Dan Elang pun Memandikan Ayu dengan Lembut.....
" Aku Bisa Jalan Sendiri mas," Kata Ayu Setelah Selesai Mandi dan Berwudhu.
" Baiklah Hati Hati Ya sayang." Kata Elang Dan Sekarang Giliran Dia Mandi.
Tak lama Elang Pun Selesai Mandi dan Melihat Baju Koko dan Juga Sarung Di atas Tempat Tidur Mereka yang di siapkan Ayu.
" Mas Pakai Ini aja Ya," Kata Ayu lembut dan Ia Sudah Memakai Mukena.
" Iya Sayank," Kata Elang Dan mengambil Baju Koko dan Memakainya.
Mereka Berdua Pun Melaksanakan Ibadah Sholat Subuh Berjamaah.
Mereka Berdua Memang Sering Melakukan Sholat Bejamaah tiap Pagi Selama Mereka menikah.
" Mas Aku mau Tidur lagi Ya," Kata Ayu Setelah Mereka Berdua Selesai Sholat.
" Iya Sayank," Kata Elang Dan mengecup Jidat Ayu.
" Mas Gak Tidur Lagi," Kata Ayu Karena Melihat Elang Malah Membuka Leptopnya.
" Mas Ada Kerjaan Sayank, Kau Istirahatlah Nanti Bangun Aku akan Membuat Bubur Kacang Merah Untuk mu," Kata Elang lembut.
" Iya Mas," Ucap Ayu dan Ayu pun Tertidur Nyenyak,
" Selamat Tidur Sayang," Kata Elang Dan Mencium Lembut Jidat,pipi, Dan Juga Bibirnya, Dan Elang pun Keluar Kamarnya ia tak Mau Mengganggu Ayu Yang tertidur Pulas.
Elang pun Menuju Ruang Kerja nya dan Mengerjakan Berkas Berkas yang Harus Ia Tanda Tangani.
07 : 00 WIB.....
Elang Melihat Jam tangannya Menunjukan Pukul 7 pagi,
" Ah udah Jam 7 Saja," Kata Elang setelah Selesai mengerjakan berkasnya.
__ADS_1
Ia pun Turun Menuju Dapur.
Bibi yang Melihat Tuan Mudanya Berada Di Dapur merasa Bingung karena Baru Kali Ini Ia Melihat Tuan Mudanya Berada Di dapur dan Mencari Sesuatu.
" Tuan Muda, Tuan Muda Cari Apa," Tanya Bibi Pada Elang Yang Sedang Mencari Sesuatu,
" Bi, Di mana Bibi letakan Kacang Merah," Tanya Elang Saat Mencari Kacang Merah.
" Kacang Merah nya Habis Tuan Muda," Kata Bibi,
" Hmmmm, Bi selain Kacang Merah Buat Bubur, Bubur apa Lagi Yang Enak Bi," Tanya Elang.
" Ah Bubur kacang Ijo Tuan, Itu Juga Enak Kok, Tar Saya Ambilkan Dulu Kacang hijaunya," Kata Bibi Dan Bermaksud akan Membuatnya,
" Tuan Muda Istirahat saja Biar saya Yang Membuatnya," Kata Bibi lagi
" Tidak Usah Bi, Biar Saya Saja yang Membuatnya Ini Untuk Istri saya," Kata Elang lagi.
" Tapi Bibi Kasih Tau Saya bagaimana Cara Membuatnya," Kata Elang lagi.
dan Bibi pun Menjelaskan bagaimana Cara Membuat Bubur Kacang Hijau yang Enak.
TERNYATA TUAN MUDA PERHATIAN JUGA YA PADA ISTRINYA, dalam Hati Bibi Senang melihat Tuan Mudanya Sesenang Ini.
" Nah Habis Ini, Tingal Masukan Santannya Tuan Muda," Kata Bibi setelah Hampir Bubur Kacang Hijaunya Jadi.
" Habis itu di Aduk aduk Lagi," Jelas Bibi lagi.
" Ternyata Susah Juga Ya Bi Buatnya, Saya Taunya Cuma Makan Makan Dan Makan," Kata Elang lagi.
" Ah Kalo sudah Selesai tolong Masukan Kedalam Mangkuk Itu ya Bi, Saya Mau Ke Kamar Mandi Dulu," Kata Elang dan Masuk ke kamar Mandi.
" tuan Muda Tuan Muda,, Mana Tau Tuan Muda Kerja Di dapur Seperti apa," Gumam Bibi.
Bibi pun Memasukan Bubur kacang Hijau itu ke mangkuk dan Bermaksud untuk Mengantarkannya ke Kamar Nonanya.
" Biar Saya Saja Bi," Kata Elang di belakang Bibi.
Elang pun Membawa Bubur Kacang Hijau itu Ke kamar nya..
Elang pun Langsung Masuk Begitu saja karena tau Kalo Istrinya Belum Bangun.
" Sayang,,, Bangunlah Dulu, Paling Tidak Sarapan Dulu," Kata Elang Lembut dan Membuat Ayu Semakin Lelap tidurnya.
" Sayangku," Panggil Elang Dan Mengecup Jidat Dan Seluruh Wajah Ayu Agar Bangun.
" Maaaas, Aku Masih Ngantuk Ini," Rajuk Ayu Manja.
" Iya Mas Tau, Se Enggaknya Sarapan Lah Dulu, Mas Gak Mau Nanti Kamu Sakit Sayang," Kata Elang dan Mau Tak Mau Ayu pun Bangun dan duduk.
Elang pun Malah menyuapinya
" Aku Bisa Sendiri Mas," Kata Ayu pelan dan Mencicipi Bubur Kacang Hijau Itu.
" Bagaimana Rasanya," tanya Elang Penasaran Dengan Bubur Buatannya.
" Enak,," Kata Ayu Jujur.
" Itu Mas Sendiri loh Yang Buat," Kata Elang Sombong.
" Masa,," Kata Ayu Tak mempercayainya.
" Iya,,, Ya Walaupun Bibi Yang Kasih Tau Caranya, Tapi Ini memang Buatan Aku," Kata Elang Lagi.
__ADS_1
" Pantas Saja Enak," Kata Ayu Tersenyum.
" Benarkah," Kata Elang Senang Karena Dapat Pujian Dari Kekasih Hatinya.
" Mas Cobain deh," Kata Ayu dan Menyuapi Elang.
" Benar, Ternyata enak," Kata Elang Bangga.
" Enak kan," Kata Ayu Senang.
Tiba Tiba Terdengar Suara Ketukan Di Pintu kamar Elang.
Tok..
Tok...
Tok...
" Iya," Jawab Elang Singkat.
" Maaf Tuan Muda, Pak Kim Mencari Tuan Muda," Kata Bibi di balik Pintu kamar Elang.
" Ah iya Nanti saya Ke bawah," kata Elang Lagi.
" Baik Tuan Muda," Kata Bibi dan Bibi Pun Pergi.
" Habiskan Lah Sarapan mu sayang, Aku Ke bawah Dulu," Kata Elang dan mengecup Jidat Ayu sayang.
" Iya Mas," kata Ayu, Ayu pun Menghabiskan Sarapannya.
DI RUANG TAMU....
" ada apa Kau mencariku," Tanya Elang Saat Masih menuruni Tangga.
" Maafkan Saya Tuan Muda, Ada yang mau Bertemu Dengan Nona muda," Kata Pak Kim Asistennya.
" Siapa," Tanya Elang
JANGAN BILANG ANTONI, dalam Hati Elang Curiga.
" Kakek Thomas, Tuan Muda," Kata Pak Kim membuat Elang terkejut mendengarnya.
" Apa,!! Kakek Thomas," Kata Elang Terkejut.
" Benar Tuan Muda, Jika Tuan Muda Mengijinkan Nanti Siang Beliau Akan Datang," Kata Pak Kim Lagi.
" Baiklah, Aku Akan Bicara Dulu pada Istriku," Kata Elang Bermaksud Menemui Ayu.
" Buat apa Dia Mau Menemuiku," Kata Ayu di Atas Tangga.
Ayu mendengar Semua Percakapan Elang dan Pak Kim,
Ayu juga Sama Terkejutnya seperti Elang saat mendengar Kakeknya Ingin Bertemu Dengannya.
" Maaf Kan Saya Nona Muda, Saya Juga Tidak Tau Itu," Jelas Pak Kim.
" Bawahannya Hanya Memberi tau Saya, Kalo Kakek Thomas Ingin Bertemu Nona Muda," Kata Pak Kim Lagi.
" Dan Kalo Nona Muda Setuju, Beliau Akan Datang Nanti siang," Jelas Pak Kim Lagi.
" Bagaimana Sayank," Tanya Elang.
" Terserah...." Kata Ayu Berlalu dan Masuk Lagi Ke dalam Kamarnya.
__ADS_1