
" Maaaas, Kenapa Masih Di sini," kata Ayu terkejut saat ada Tangan kokoh memeluknya dari belakang.
" Aku menunggu mu," Kata Elang mencium Tengkuk Ayu yang Wangi sabun.
" Maaaas, Aku mau pakai Baju," Kata Ayu sedikit mendorong Elang agar menjauh.
" Kenapa harus Pakai Baju," Tanya Elang Aneh.
" Bukan Kah Kita Akan Melakukannya," Kata Elang lagi dan kembali Mencium Leher Ayu.
Ayu yang mendapatkan Perlakuan Semanis ini pun Tak dapat lagi menahan Elang Untuk tak Menyentuhnya.
" Emmmm Maas," Gumam Ayu ke enakan akan Ciuman Elang di lehernya,
" Aku akan membawamu ke kamar ku," Kata Elang.
" Kenapa Harus Ke kamar Mas," Tanya Ayu bingung.
" Karena Kamar ku lebih Besar dan Luas," Kata Elang dan membopong Ayu ke kamar nya yang sedikit Agak jauh dari kamar Ayu.
Dan Untungnya tak Ada Satu orang pun yang berkeliaran Di Lantai Atasnya.
Kalo sampai ada Orang Bisa Malu Ayu.
Elang membuka Pintu Kamar nya Dan Elang pun Masuk,
__ADS_1
Ayu memperhatikan Setiap Sudut Kamar Elang Dan Ia Sedikit Tertawa mengingat Sesuatu,
" Hahahahahhahahaa," Tawa Indah Ayu menggema Di Ruangan Elang.
Elang Yang Memperhatikan Ayu yang Tertawa, Sedikit Aneh kenapa Ayu malah Tertawa.
" Ada Apa, Kenapa Kau malah Tertawa," Tanya Elang Pada Ayu, Dan Ayu pun di tidurkan di Tempat tidur King Elang yang Super luas dan Elang Pun Ikut tiduran Di sana.
" Tidak Apa apa, Aku hanya Mengingat Perkataan Diana Saja," Kata Ayu mengingat Perkataan Diana Padanya Waktu itu.
Dan Membuat Elang penasaran Kenapa Ayu sampai Tertawa seperti Itu ketika Masuk ke kamarnya,
" Memangnya Apa Yang di katakannya padamu, Sampai Kau tertawa Seperti itu," Kata Elang Penasaran
" Ternyata Benar Apa Yang di katakan Diana," Kata Ayu
" Kalo Kamar Mas ini seperti Landasan Pesawat,Hihihihihi," Kata Ayu terkikik Geli Mengingat Apa Kata Diana.
Namun Elang Malah Tak mengerti apa Yang di Katakan Ayu, Dan Malah terus memperhatikannya.
" Mas Gak Ngerti Ya," tanya Ayu saat melihat Raut Wajah Elang Yang Semakin Bingung. Dan Elang Pun mengangguk meng iya kan apa kata Ayu tadi.
" Aku pernah Bilang Pada Diana Kalo Kamarku Seperti Lapangan Bola Karena Sangat luas Dan Besar." Kata Ayu
" Dan Diana Bilang padaku," Lu ini ya, Kamar Sekecil Ini aja Di Bilang kaya Lapangan Bola, Apa lagi Kalo Lu lihat Kamar kakak Gue yang Super luas, Mungkin Lu akan Bilang kamar Kakak Gue Landasan Pesawat," Kata Ayu meniru apa Kata Diana Waktu itu.
__ADS_1
" Hahahahhahaha Ternyata Benar Apa yang di katakan Diana," Kata Ayu tak henti Tertawa.
Dan Elang semakin memperhatikan Wajah Cantik Ayu yang Tertawa dan Dan Malah Semakin Mendekati Wajah Ayu.
" Apa menurut mas Ini Gak Lucu," Kata Ayu dan memperhatikan Mata Elang yang seperti menghipnotis dirinya,
" Aku tidak Tau," Kata Elang dan semakin mendekati Bibir Ayu,
Dan Elang pun Mencium Bibir Ayu lembut, Semakin Lama Ciuman Elang semakin Dalam dan Semakin Menuntut,
" Emmmmmmmmm, Maas," Erangan Ayu membuat Elang Semakin Menggila.
" Hmmm, Ada apa," Tanya Elang sebelum melanjutkannya.
" Apa Kita Akan Melakukannya Di Sore begini," Tanya Ayu.
" Memangnya Kenapa," Tanya Elang bingung
" Siang atau Malam Kan Sama Saja, Aku sudah tak tahan, Apa lagi dengan Penampilan mu yang Menggoda Seperti ini," Kata Elang dan mencium Kembali Bibir Ayu.
Tiba Tiba.
Braaaaaak....( Suara Pintu di Buka Tiba Tiba )
" Laang, Sebelum Gue keluar nih Ada Dokumen Yang Harus Lu Tanda Tangani sekar...Ups,,, Sory Sory,!! Gue Pikir Cuma Ada Lu Doang Lang," Kata Diego ketika Baru sadar ternyata bukan Hanya Ada Elang saja, Diego pun kembali Menutup Cepat pintu Kamar Elang.
__ADS_1
" Ya Tuhan Gue Bakalan Habis Nih Nanti sama Elang Karena Mengganggu Ritualnya," Kata Diego menuruni Tangga