
Mina adalah gadis Sma yang cantik dan cerdas, ia terobsesi pada buku, sampai suatu hari temannya menyinggung nya soal kekasih.
“Mina kamu gak bosen baca buku mulu?” tanya Lisa.
“Engga,” jawab Mina singkat.
“Kalau kamu menghabiskan waktu dengan buku terus menerus, maka bisa-bisa kamu gak ada waktu buat berkencan,” ucap Lisa.
“Memang untuk apa berkencan?” tanya Mina.
“Untuk melengkapi hidupmu, percuma jika kau sukses tapi kau tidak punya pasangan yang bisa menghibur mu saat kau sedang bermasalah, hidup tidak akan sempurna jika kau hanya mengejar kesuksesan, orang-orang akan mempertanyakan latar belakang kehidupan mu,” ucap Lisa bijak.
“Aku belum terpikir ke sana,” ucap Mina.
“Kau harus memikirkan nya, itu untuk kebaikan mu juga,” saran Lisa.
“Baiklah, akan kupikirkan,” jawab Mina.
Setelahnya, Mina menuju ke perpustakaan, tapi di tengah perjalanan, para siswa laki-laki berseru padanya.
“Hey lihat, itu si kutu buku, hahahaha,” ledek Jay.
“Dia sangat cantik, tapi sayang dia hanya mencintai buku, jika aku mengajak nya berkencan dia pasti menolak dan mulai menceramahiku seputar rumus fisika, hahahaha,” seru Kris.
“Tutup mulut kalian! Aku heran dengan orang-orang seperti kalian ini, orang bodoh dibilang masa depannya suram, orang yang hobi membaca buku dibilang calon perawan tua, mau kalian apa?!” bentak Mina.
“Kau itu sudah terobsesi berlebihan pada buku, percuma kau sukses tapi menjadi perawan tua, apa kau mau?!” seru Jay.
“.....” Mina terdiam.
“Ingat kata-kata kami!” bentak Jay sembari meninggalkan Mina.
__ADS_1
“Memalukan. ” ledek Kris sembari menyusul Jay.
“Apa aku terlalu berlebihan? Apa aku benar-benar akan berakhir menjadi perawan tua?” batin Mina.
“Mereka terlalu berlebihan”
* Di rumah Mina *
“Ibu... aku pulang,” seru Mina.
“Oh tumben banget gak ke perpus dulu,” ucap Ibu Mina.
“Lagi males aja Bu, oh iya Bu, apa aku terlalu terobsesi dengan pelajaran?” tanya Mina mulai menyadari kenyataannya.
“Sejujurnya... Ibu khawatir dengan kamu Mina, Ibu tau kamu sudah kelas 3 SMA, tapi tidak tidur dan tidur hanya 3 jam bukan lah hal yang wajar,” ucap Ibunya.
“Aku mengerti, aku tidak mau belajar lagi.” Mina putus asa.
“Maksud Ibu bukan begitu, bagus jika kamu rajin belajar, tapi terkadang kamu tidak tidur dan terus membaca, bisa-bisa matamu jadi rabun,” ucap Ibu Mina.
“Sudah bu, aku sudah lelah di panggil calon perawan tua, aku ingin hidup bebas sekarang,” ucap Mina.
“Mina... Kau salah pengertian,”
“Aku menyerah....” Mina masuk ke kamar nya.
“Bagaimana cara membuat nya mengerti bahwa yg dipikirkannya itu salah,” batin Ibu Mina.
* Di kamar Mina *
Mina memasukkan buku-buku nya ke lemari.
__ADS_1
“Jika aku tidak melihat buku-buku ini, maka obsesiku akan berkurang.” ucap Mina pada dirinya sendiri.
“Mulai sekarang aku tidak akan terbebani oleh perasaan khawatir akan gagal ujian, aku sudah menghabiskan banyak waktu untuk belajar selama ini, jadi tidak masalah jika aku tidak belajar lagi, aku rasa aku masih bisa menjawab soal-soal dengan baik, jadi... Mulai sekarang tidak akan ada buku yang kubaca, paling hanya novel romansa seperti kesukaan remaja jaman sekarang, dan kurasa aku harus mencari pacar dan berkencan.” inisiatif Mina untuk hidupnya kedepan.
Mina sungguh telah mengambil jalan yang salah, separah - parahnya dia menghabiskan waktu untuk belajar, keputusannya untuk berhenti belajar akan lebih membebani nya. Bagaimana dia bisa melepas impian nya hanya karna cemoohan orang-orang?
“Mari mencari kekasih lewat aplikasi kencan online.” ucap Mina sembari membuka aplikasi kencan online dan mencari pria yang sesuai dengan kriteria nya disana.
Saat tengah mencari rekan kencan, terdengar suara dari televisi, mungkin Ibunya sedang menonton siaran berita.
Gadis berusia 17 tahun ini tertipu teman kencan nya, hubungan mereka berakhir karena sang pria ternyata memasang photo profil palsu untuk berkencan dengannya.
Demikian suara siaran berita yang terdengar oleh Mina.
“Aku tidak jadi mencari kekasih di aplikasi kencan online, aku cari sendiri saja, jodoh tidak akan kemana.” ucap Mina sembari berhenti mencari pria di aplikasi kencan online tersebut.
“Aku mau baca novel Romansa saja.” ujarnya sembari membaca buku novel.
“Aku tidak terbiasa membaca buku seperti ini, tapi kalau dipikir-pikir ceritanya menarik juga,” ujar Mina.
Berjam-jam Mina hanya membaca novel saja, jika seperti itu terus maka sama saja, sama-sama membaca buku tanpa henti.
“Sama saja seperti sebelumnya, membaca buku bukan solusinya.” ucap Mina sembari menghela napas.
Mina pun teringat, saat di sekolah, dia sering melihat teman-teman nya menonton drama Korea, waktu itu Mina tidak ikut menonton karena sibuk membaca 26 buku. Mina adalah siswi paling jenius seSMA.
Kali ini dia menonton drama Saeguk, drama Saeguk adalah drama tentang kerajaan Korea pada zaman dulu.
Sesudah menonton drama Saeguk, Mina melanjutkan menonton drama komedi romansa tentang kisah SMA.
“Apa benar kehidupan seperti ini? drama hanya drama, kehidupan nyata tidak seindah drama Korea, seperti itulah yang teman-teman ku ucapkan setiap menonton drama Korea,” ujar Mina.
__ADS_1
Mina menikmati drama yang ia tonton.