Back To The Previous Dynasty

Back To The Previous Dynasty
Masih waras.


__ADS_3

Jang meninggalkan Mina sendiri.


“Yahh.. Harus pulang sendiri deh...” ujar Mina.


Mina berjalan kaki menuju ke rumah nya.


Tapi di tengah jalan dia melihat banyak orang berkumpul di Balai desa. Ia pun bergabung karena penasaran.


“Kepala desa.. Aku sungguh minta maaf, hutang suami ku ini dikarenakan dia memiliki gangguan mental, dia tidak tahu hutang itu apa.. Jadi tolong ampuni dia seperti anda mengampuni nenek shim yang mencuri karena mengidap gangguan kejiwaan.” seorang wanita memohon pada kepala desa.


“Lah.. Itu kan Wang, aku pikir dia waras, kenapa malah dibilang punya penyakit kejiwaan ya? Aneh sekali,” ujar Mina.


“Akan saya ampuni jika ada bukti bahwa suami mu ini memang tidak waras,” ucap kepala desa.


“Tanya saja kepada semua orang yang ada disini, pasti mereka tahu kalau suamiku memang punya gangguan mental!” ucap wanita itu.


“Baiklah, kalau begitu... Kamu saja!” kepala desa menunjuk Mina.


“Sa- saya?” tanya Mina.


“Iya kamu!!” seru kepala desa.


“Siapa gadis itu? Apa dia termasuk orang yang kau suruh berbohong?” bisik wanita itu.


“Astaga.. tamat lah riwayat ku.. dia tahu aku masih waras!” jawab Wang.


“Dia bukan orang yang kau minta untuk berbohong?” tanya wanita yang tak lain adalah istri Wang.


“Aku.. aku pikir dia masih waras. ” jawab Mina sebagaimana yang dia ketahui.


“Dari mana kau tahu aku waras?” tanya Wang.


“Kenapa tanya begitu? Sudah jelas kau itu masih waras, kau mengantar ku pulang 2 hari yang lalu, dan membantu ku mencari pekerjaan, jalan mu lurus, pandangan mu lurus, tubuh mu juga tegap, jadi tidak waras nya dimana??” ucap Mina.


“Jangan percaya gadis itu kepala desa, dia orang baru di desa ini, mungkin saja dia sama tidak waras nya seperti suami ku!” ucap wanita itu.

__ADS_1


“Apa?! Aku masih waras! Bagaimana bisa gadis secantik diriku ini mengalami gangguan mental, cih! Tidak masuk akal!” ucap Mina.


“Bisa jadi, waktu aku menyuruh mu mengambil cincin ku, kau malah memasukkan tangan ku ke kotoran!” ucap ny. Cha yang juga ada di sana.


“Itu karna cincin mu ada di dalam setumpuk kotoran, salah sendiri lah...” ledek Mina.


“Dia juga tidak tahu tentang gubuk di tepi sungai, dia malah bilang itu tempat memancing dan membakar ikan!” ucap jang.


“Lah.. Salah ya kalau gak tahu? Aku kan orang baru disini, wajar lah kalau gak tahu!” jawab Mina.


“Bahasanya saja tidak sopan dan aneh begitu!” seru Wang.


“Maafkan aku jika bicaraku tidak sopan atau aneh, tetapi asal kalian tahu saja kalau aku ini bahkan bisa lebih baik dibandingkan dengan Wang si penipuan ini! Yang pura-pura mengalami gangguan mental hanya untuk melunasi hutangnya!” seru Mina.


“Pokoknya saya masih waras!!!!” seru Mina lagi.


“Siapa yang berani mengatakan gadis ku ini tidak waras?” tiba-tiba suara muncul dari arah belakang.


Seorang pria datang dan berdiri di samping Mina untuk membela Mina, dia adalah Hong jihoon.


“Hong Jihoon?” Mina terlihat kaget sekaligus bersyukur akhirnya ada yang bisa membelanya.


Mina tersenyum kepada Jihoon.


“Siapa kau?” tanya kepala desa.


“Hong Jihoon!” jawab jihoon.


“Ho-Hong apa? Hong.. Jihoon??” tanya kepala desa gugup.


Lalu ada beberapa pengawal dan dayang istana datang.


“Beri hormat pada putra mahkota!” seru pengawal.


Semua orang bersujud, kecuali jihoon sendiri dan Mina.

__ADS_1


“Eh.. Sujud ya?” Mina ikut-ikutan sujud.


“Kau tidak perlu sujud pada ku. ” ucap jihoon sembari menyuruh Mina berdiri kembali dan tidak udah bersujud kepadanya.


“Kau bayar berapa orang-orang ini? Kok bisa mereka panggil kau putra mahkota?” tanya Mina polos.


Semua orang kembali berdiri.


“Sangat mahal!” jawab jihoon sembari tersenyum.


“Maafkan kami yang mulia putra mahkota,” ucap kepala desa.


“Gadis ini masih waras, kalian tidak punya hak apa-apa untuk menuduh nya, dan kau Wang! Kau juga waras, tapi untuk melunasi hutang kau pura-pura tidak waras,” ucap jihoon.


“Maafkan hamba yang mulia Putra mahkota,” ucap Wang.


“Kalian dengar kan? Jadi jangan asal menuduh ku ya!!” seru Mina.


“Baik!” seru semua orang bersamaan.


“Aku serasa menjadi penguasa, ahaha.” Mina tertawa karena semua orang kini menurut padanya.


“Kau senang?” tanya Jihoon.


“Senang sekali... akhirnya aku terbebas dari tuduhan tidak waras,” jawab Mina.


“Makasih ya... Hutang ku tambah banyak deh... katakan berapa yang kau beri pada orang ini untuk berperan sebagai pengawal dan dayang,” bisik Mina.


“Nanti saja membahas hal itu, kita pergi dulu ya,” ajak jihoon.


“Baiklah, tapi nanti kau harus menjawab pertanyaanku ini ya?” ucap Mina.


“Iya... akan aku jawab,” ucap Jihoon.


Mina dan jihoon pergi dari Balai desa, Mina masih penasaran dengan sogokan Jihoon. Mina benar-benar berpikir kalau Jihoon membayar orang untuk berpura-pura menjadi pengikutnya.

__ADS_1


Jihoon menahan tawanya melihat kepolosan Mina.


Dia benar-benar polos sekali....


__ADS_2