Back To The Previous Dynasty

Back To The Previous Dynasty
Gong Chan ( :


__ADS_3

Mina tertidur pulas di rumah nya, tampak nya dia benar-benar kelelahan. Dia bahkan tidak sadar jika ada seorang anak kecil yang datang lalu pergi dari rumah nya.


*****


Beberapa jam kemudian, ia pun terbangun oleh hiruk pikuk orang - orang yang lewat depan rumah nya.


“Mereka berisik sekali” gumam Mina.


Mina akhirnya keluar dari rumah nya, tampak nya hari itu adalah hari yang sibuk, tidak ada satu orang pun yang terlihat tidak bekerja. Kecuali Mina yang masih menganggur.


“Aku serasa dilahirkan kembali, istirahat itu memang penting, tidak salah ibu meminta ku untuk tidak terlalu memaksakan diri untuk belajar, aku mengerti sekarang, orang harus bekerja keras untuk mendapatkan apa yang diinginkan nya, tetapi istirahat juga tidak boleh dilupakan” ucap nya optimis.


Mina duduk santai di teras rumah nya, memandangi dan mengamati orang - orang yang lewat.


“Hidup memang keras” ujar Mina.


Lalu datanglah seorang anak kecil yang sebelumnya mampir ke rumah Mina, namun Mina saat itu sedang tidur, anak itu bernama Gong chan.


“Kakak cantik” sapa nya.


“Oh.. ada adik manis, ada apa?” tanya Mina ramah.


“Tadi aku datang ke rumah kakak, tapi kakak sedang tidur, jadi aku pergi lagi, karena sekarang kakak sudah bangun, aku mau menyampaikan pesan kakak tampan” ucap anak itu.


“Adik manis, kakak tampan mana yang kamu maksud?” tanya Mina sembari menggendong Gong chan di pangkuan nya.


“Aku tidak tahu namanya kak, dia cuma suruh aku buat kasih buku ini ke kakak” memberikan sebuah buku.


“1000 tuntunan menjadi pengikut yang disenangi” membaca judul buku.


“Sudah pasti Jihoon yang mengirim nya” gumam Mina.


“Kakak cantik kenal orang yang mengirim ini? Kalau iya beri tau aku namanya” ucap Gong chan manis.


“Iya, kakak kenal, namanya Hong Jihoon, dia seorang putra mahkota” jawab Mina.


“Benarkah? kalau begitu aku mau bertemu dengannya lagi, ayo kita temui dia” ajak Gong chan sembari turun dari pangkuan Mina.


“Dia pasti sedang sibuk sekarang, bagaimana kalau kita beli makanan saja, kakak sudah lapar nih” ucap Mina sembari memegang perutnya seperti orang yang sedang kelaparan.


“Memang nya kakak punya uang? kakak tampan itu bilang aku tidak boleh meminta uang padamu, jadi dia beri aku uang” ucap Gong chan.


“Benar juga, kakak tidak punya uang, maaf ya” ucap Mina.


“Tidak masalah, aku! Gong chan! punya banyak uang, aku akan membelikan kakak makanan” ucap Gong chan.


“ouh manis nya.. kakak berjanji padamu! kakak akan punya banyak uang dan kakak akan membelikan apapun yang kamu mau” ucap Mina sembari tersenyum.


“Terimakasih” Gong chan memeluk Mina.


Gong chan masih kecil, sekitar 5 tahun, Mina yang sangat suka anak kecil merasa sangat senang saat Gong chan memeluk nya, tentu saja Mina harus berjongkok dulu, baru Gong chan dapat memeluk nya.


“Jadi sekarang ayo!!” seru Mina sembari menggendong Gong Chan dipelukan nya.

__ADS_1


Ternyata dari tadi ada yang memerhatikan mereka dari kejauhan, orang itu adalah Jihoon.


“Dia bisa menjadi ibu yang baik kelak” gumam Jihoon.


“Siapa yang mulia putra mahkota?” tanya kasim.


“Dia, gadis itu” Jihoon menunjuk Mina yang berjalan sembari menggendong Gong Chan menuju tempat penjualan penekuk daging.


“Apa putri Mina sudah punya anak?” tanya kasim itu lagi.


“Apa yang kau katakan? dia itu masih 17 tahun, mana mungkin punya anak secepat itu, lagi pula dengan siapa dia bisa memiliki anak, dia masih sendiri” ucap Jihoon.


“Apa karena itu yang mulia putra mahkota menyukai nya?” tanya kasim sembari tersenyum kecil.


“Kau bisa tidak tenang sedikit, kita sedang mengikutinya dari belakang, kalau ketahuan bagaimana?! aku putra mahkota, jika ketahuan mengikuti seorang gadis maka akibatnya tidak akan baik” ucap Jihoon sembari mengikuti Mina dari belakang.


#Di gerai penjual penekuk daging.


“Bibi, tolong satu porsi penekuk daging” pesan Mina.


“Kenapa hanya satu? kita kan berdua kak” ucap Gong Chan.


“Gong Chan makan saja, kakak sudah tidak lapar lagi” Mina tidak mau uang Gong Chan habis.


“Kalau begitu.. kakak makan saja dengan ku ya?”


“Tidak usah, kakak sungguh tidak lapar lagi, lapar nya sudah hilang”


“Oh iya, Gong Chan, ibumu dimana? Kakak ingin bertemu dengan nya, dia sangat beruntung punya putri yang manis seperti mu” tanya Mina.


“Ibuku telah meninggal dunia” jawab Gong Chan dengan nada rendah penuh kesedihan.


“Ayah mu bagaimana?” tanya Mina lagi.


“Dia bekerja di istana sebagai prajurit istana, dia selalu tidak punya waktu untuk ku” jawab Gong Chan.


“Hei jangan begitu, kamu bisa menganggap kakak keluarga mu” hibur Mina.


“Benarkah? boleh aku panggil ibu?”


“I-ibu?” Mina terkejut.


“Iya, dan dia ayah” menunjuk orang yang baru datang, Jihoon!


“APA?!” seru Mina dan Jihoon bersamaan.


“Ayahmu sangat tampan dan ibumu sangat cantik, tidak heran anak nya cantik dan manis” ucap penjual sembari menghidangkan penekuk daging.


“Hahaha, benar aku ibunya, dan dia anak ku” ucap Mina.


“Apa yang kau katakan?! kau mencoreng nama baik ku” memandang Mina dalam - dalam.


“Tidak aku bercanda, aku kakak nya Gong Chan dan dia orang asing” menunjuk Jihoon sembari tersenyum.

__ADS_1


“Iya, dia kakak ku, ibuku sudah ada di surga” ucap Gong Chan.


“Jadi.. pria ini siapa?” tanya penjual itu.


“Put...”terpotong karena Mina dan Jihoon memasukkan penekuk daging ke mulut Gong Chan bersamaan agar orang tidak menyadari Jihoon adalah putra mahkota.


“Bibi, ini enak” ucap Gong Chan sembari tersenyum.


Mina dan Jihoon ikut tersenyum. Penjual nya malah bingung.


*****


Setelah makan penekuk daging, Mina dan Jihoon mengantar Gong Chan ke rumah nya.


“Apa kamu tinggal sendiri?” tanya Jihoon.


“Tidak, aku tinggal dengan nenek” jawab Gong Chan.


“Gong Chan sudah pulang ya?” ucap nenek Gong Chan dengan suara rada serak dan nada yang rendah.


“Nenek...” Gong Chan berlari menuju nenek nya.


“Terimakasih sudah mengantar Gong Chan pulang” ucap nenek nya.


“Tidak masalah” ucap Jihoon.


“Kami akan berkunjung lagi lain kali” ucap Mina.


“Benarkah? Janji ya..” ucap Gong Chan.


“Tentu saja, iya kan?” tanya Mina pada Jihoon.


“Iya” jawab Jihoon sembari tersenyum.


“Kalau begitu kami pulang dulu ya” ucap Mina.


“Kalian tinggal bersama?” tanya nenek nya.


“Tidak, hanya searah” jawab Jihoon.


Mina dan Jihoon pun pergi dari rumah Gong chan. Mina menuju rumahnya dan Jihoon mengantar nya.


Sesampainya di rumah Mina...


“Terimakasih sudah mengantar ku ya” ucap Mina.


“Tidak masalah” jawab Jihoon dengan nada cool nya.


“Oh iya, jangan lupa besok kau harus datang ke istana” ucap Jihoon dengan nada tegas.


“Iya-iya”


Jihoon pulang ke istana bersama kasim nya.

__ADS_1


__ADS_2