Back To The Previous Dynasty

Back To The Previous Dynasty
Pangeran Jisung.


__ADS_3

Keesokan harinya, Mina pergi ke Seongsuchong untuk menemui Shaman Jang.


#Seongsuchong.


Terlihat banyak orang di Seongsuchong yang berpakaian senada. Mina bingung dia harus kemana, akhirnya dia bertanya kepada seseorang.


“Permisi, apa kau tau dimana Shaman Jang?” tanya Mina.


“Ooh maksudmu nyonya Jang, dia sedang melakukan ritual di aula Seongsuchong, kau bisa menemuinya nanti, akan kusampaikan kepadanya.”


“Baiklah, terimakasih” ucap Mina.


“Jangan sungkan” orang itu pergi.


Mina memutuskan untuk berkeliling Seongsuchong sembari menunggu Shaman Jang selesai ritual.


Saat berkeliling, dia bertemu dengan pangeran Jisung.



“Pangeran Jisung” panggil Mina.


“Ooh, Kim Mina”


“Anda sedang apa di sini?” tanya Mina.


“Aku sering kemari, dulu sahabatku Mira adalah seorang Shaman di Seongsuchong” jawab Jisung.


“Ooh, begitu ya”


“Kau sendiri sedang apa disini?” tanya Jisung.


“Aku ingin bertemu dengan Shaman Jang” jawab Mina.


“Untuk apa bertemu dengan kepala peramal?” tanya Jisung lagi.


“Aku ingin bertanya akan sesuatu hal.”


“Begitu ya” ucap Jisung.


“Oh iya, Mina, apa kau mau ikut denganku nanti?” ajak Jisung.


“Kemana?” tanya Mina.


“Hari ini ada pertunjukan cerita boneka tangan rakyat” ucap Jisung.


“Boneka tangan? aku mau, aku belum pernah menyaksikan itu sebelumnya” jawab Mina sembari tersenyum riang.


“Baiklah, nanti temui aku di depan gerbang Seongsuchong ya” ucap Jisung.


“Anda tidak kembali ke Istana?” tanya Mina.


“Untuk apa aku ke Istana? aku tidak tinggal di istana” jawab Jisung.


“Kenapa tidak tinggal disana?” tanya Mina.


“Aku pangeran yang bebas, aku putra dari selir Raja, aku disediakan rumah khusus” jawab Jisung.


“Apa hanya kau yang tidak tinggal di Istana?” tanya Mina lagi.


“Putri mahkota juga tinggal di rumah khusus jika sudah bersuami” jawab Jisung.


“Ooh, begitu” ucap Mina.

__ADS_1


Seseorang datang menemui Mina.


“Shaman Jang sudah selesai melakukan ritual, anda bisa menemuinya” ucap orang itu.


“Baiklah, aku pergi dulu ya Pangeran” Mina pergi menemui Shaman Jang.


Mina masuk ke aula Seongsuchong, ada seorang wanita paruh baya yang menunggu nya, pasti dia adalah Shaman Jang, pendiri Seongsuchong.


“Namaku Kim Mina” ucap Mina sembari membungkuk memberi salam.


“Putra Mahkota Jihoon sudah mengatakan kepadaku tentang kedatanganmu hari ini” ucap Shaman Jang.


“Jadi, apa ada cara agar aku dapat kembali ke masa depan?” tanya Mina.


“Apa kau sungguh ingin kembali? Saya tahu kau berat hati untuk meninggalkan masa ini” ucap Shaman Jang.


“Karena anda sudah tahu, saya tidak akan menyangkal nya” ucap Mina.


“Portal yang membawamu kemari hanya muncul 3 abad sekali” ucap Shaman Jang.


“Berarti aku dapat kembali ke masa depan kalau menunggu selama 3 abad lagi?!” Mina terkejut.


“Ada satu cara lain agar kau dapat kembali ke masa depan” ucap Shaman Jang.


“Cara apa?” tanya Mina.


“Gerhana bulan” jawab Shaman Jang.


“Gerhana bulan? bagaimana bisa kembali hanya dengan Gerhana bulan?” tanya Mina heran.


“Akan terjadi Gerhana bulan dalam jangka waktu 100 hari lagi, ketika bulan mengalami gerhana total, kau bisa melihatnya dengan mata telanjang, lalu kau akan kembali ke masa depan”


“Bagaimana bisa? ” ucap Mina.


“Menyeramkan sekali” gumam Mina.


“Kau tidak percaya dengan arwah, bukan?” tanya Shaman Jang.


“Benar, tapi setelah semua kejadian aneh yang aku alami, aku akan mempercayai nya untuk saat ini” ucap Mina.


“Aku tetap akan mengingat semuanya kan?” tanya Mina.


“Semua ingatan mu akan masa ini akan dihapus, semua akan seperti sedia kala.”


“Apa tidak bisa aku mengingat nya?” tanya Mina.


“Kemungkinan untuk mengingatnya sangat kecil, kau bisa mengingatnya jika ada sesuatu yang dapat memaksakan ingatan mu yang dihapus arwah kembali” ucap Shaman Jang.


“Baiklah, aku mengerti, terimakasih” Mina membungkuk lalu pergi menemui pangeran Jisung.


“Sudah selesai?” tanya Jisung.


“Iya, sudah” ucap Mina.


“Kalau begitu ayo kita lihat pertunjukan nya” ajak Jisung.


“Ayo...”


Jisung memegang tangan Mina, membawanya ke pertunjukan boneka tangan.


#Di tempat pertunjukan.


Mina dan Jisung duduk di barisan paling belakang, di barisan depan adalah warga desa.

__ADS_1


Lalu pertunjukan boneka pun dimulai.


“Pada suatu hari ada seorang gadis yang datang dari istana sekutu, gadis itu jatuh cinta kepada seorang Raja, namun cinta mereka tidak berakhir dengan baik, sang gadis harus diasingkan karena gadis itu melanggar peraturan di istana” ucap Dalang.


“Kasihan sekali gadis itu” gumam Mina yang teringat akan ucapan Shaman Jang tentang penghapusan ingatan nya.


“Apa kau menyukai pertunjukan nya?” tanya Jisung.


“Iya, setidaknya sebelum gadis itu diasingkan ada hal-hal yang lucu” ucap Mina sembari tersenyum.


Jisung membalas senyuman Mina. Dari kejauhan Putra Mahkota Jihoon memandang Mina yang tersenyum manis disamping Jisung.


“Yang Mulia sedang memandang siapa?” tanya kasim.


“Gadis yang tersenyum manis itu” ucap Jihoon.


“Maksudnya Putri Kim Mina? oh iya, yang disamping nya itu kan Pangeran Jisung” ucap Kasim.


“Benar, dia... kakakku, Pangeran Jisung” ucap Jihoon.


“Wah, aku rasa Pangeran Jisung menyukai Putri Kim Mina” ucap Kasim.


“Apa yang kau katakan?! itu tidak benar” ucap Jihoon.


“Itu bisa jadi, Putra Mahkota” ucap Kasim.


Jihoon hanya diam sembari menyelidiki apa benar Jisung menyukai Mina. Mina memang sangat cantik, baik, dan juga cerdas, mudah baginya untuk merebut hati siapapun, termasuk Jihoon dan juga Jisung.


“Dulu, Mira juga menyukai boneka tangan sama seperti mu” ucap Jisung.


“Wah, ternyata kami memang banyak kemiripan ya” ucap Mina.


“Iya, kalian banyak kemiripan” ucap Jisung.


*****


Setelah menonton pertunjukan, Jisung menghantarkan Mina pulang ke rumahnya.


“Terimakasih sudah mengantarkan aku ya” ucap Mina sembari membungkuk.


“Tidak masalah” ucap Jisung.


“Kalau begitu aku pergi dulu ya” Jisung pergi.


“Yang Mulia Putra Mahkota, mau sampai kapan kita mengamati mereka berdua?” tanya Kasim.


Mereka mengamati Mina dan Jisung dari kejauhan.


“Sudah, diam saja, kau yang memancing aku melakukan ini” ucap Jihoon.


“Apa mau aku ambil kan kaca pembesar?” tanya Kasim.


“Iya, ambil saja” Jihoon fokus mengamati Mina yang sedang duduk di teras sembari membaca buku.


“Apa?! apa putra mahkota benar-benar menyukai putri Mina?” gumam Kasim.


Mina masuk ke rumahnya. Jihoon berhenti mengamati Mina.


“Ayo pulang” Jihoon pergi menuju Istana.


“Yang mulia tunggu hamba” Kasim menyusul Jihoon yang sudah pergi duluan.


Jisung adalah pangeran berjiwa bebas dan tidak terikat apapun , sedangkan Jihoon yang terlihat lebih bebas, pada kenyataannya harus terikat peraturan istana, karena membawa tanggung jawab sebagai seorang putra mahkota yang akan menjadi Raja suatu hari nanti menggantikan Ayahanda nya.

__ADS_1


__ADS_2