Back To The Previous Dynasty

Back To The Previous Dynasty
Gagal lagi


__ADS_3

Mina pov :


Aku lari sekencang mungkin, aku harap ny. Cha tidak mengejarku.


“Haduh... Capek nya....”


“Semua gara-gara Wang! Kenapa memberikan pekerjaan semacam itu padaku! Sama sekali tidak cocok!”


Sepanjang perjalanan aku hanya mengoceh sendiri. Lalu ada seorang pria yang menemui ku.


“Berhenti!” seru nya.


“Siapa kau ini? Jika orang suruhan ny. Cha, sebaliknya kau pergi, kalau tidak tubuh mu yang tinggi seperti tiang listrik itu akan menjadi pendek, karena aku ini pemegang sabuk hitam, mengerti?!” ujar ku.


“Aku tidak mengerti yang kau katakan, tapi aku dengar dari Wang, katanya kau butuh pekerjaan,” ucap nya.


“Kalau pekerjaannya mengambil barang yang ada di kotoran hewan, sungai, comberan, dll, maka aku tidak mau!” tolak ku.


“Tidak, pekerjaan yang satu ini mudah kok,” ucap nya.


“Katakan! Pekerjaan apa?” tanyaku


“Cukup jadi pacar palsu ku saja,”


“Apa? Menjadi pacar orang yang tidak kukenal?”


“Namaku Jang, aku punya pacar namanya Minji, dia mata duitan, dia pacaran dengan ku hanya karena uang, awalnya tidak masalah, tapi semakin lama dompet ku menipis dan mulai dihinggapi rayap,”


“Kasihan nya....”


“Sepertinya jaman dulu tidak jauh berbeda dari jaman ku,” batin ku.


“Mau tidak? Nanti akan kuberi kau uang 5 yan, bagaimana?”


“Li-lima? Lima yan?” tanyaku terkejut.

__ADS_1


“Iya, mau tidak?”


“Ya mau lah!” jawab ku cepat.


Lumayan sekali ya... Hanya pura-pura jadi pacarnya saja sudah dapat 5 yan, hehehe.


“Kalau begitu ayo ikut aku!” ajak nya.


“Ayo!”


Aku hendak naik ke kuda yang ditunggangi nya.


“Eps... Kau pakai kuda itu!” menunjuk kuda hitam kecil.


“Dasar...” aku menunggangi kuda kecil itu.


Walau kuda nya tidak secantik kuda yang aku lihat di perempatan jalan saat ingin ke perpustakaan, aku tetap senang, tak sia-sia aku dulu belajar menunggangi kuda.


Sesampainya di tengah jalan yang penuh dengan bambu bambu yang tinggi.


“Mana pacar mu?” tanya Mina.


“Pasti dia datang!” jawab Jang.


Akhirnya pacar Jang, yaitu Minji datang.


“Kau sudah datang ya?” tanya Jang pada Minji.


“Kenapa kau meminta ku kemari, sayang?” tanya Minji.


“Ooh... Jadi ini pacarnya, cantik begini mah gak heran mata duitan, mana dia mau sama pria yang tampang nya pas-pasan ini, hahahaha,” batin Mina.


“Siapa dia?” tanya Minji.


“Dia pacar baru ku,” jawab Jang.

__ADS_1


Jang memberikan isyarat pada Mina.


“Iya, aku adalah pacar baru nya,” ucap Mina.


“Perempuan ini akting nya lumayan juga,” batin Jang.


“Mana mungkin, palingan kau di bayar oleh Jang kan?" ujar Minji.


“Wah... Tebakan nya tepat sekali!” batin Mina.


“Tidak, dia sungguh pacar ku, kami bahkan menghabiskan waktu bersama di gubuk tua dekat sungai.” ucap Jang meyakinkan kekasihnya itu.


“Benarkah?” tanya Minji pada Mina.


“Tentu! Kami memancing ikan dan membakar nya,” ucap Mina percaya diri.


“Apa yang gadis ini katakan?! Kenapa malah memancing! Gubuk itu kan terkenal sebagai tempat sepasang kekasih bercinta. ” batin Jang mulai panik.


“Ohh ternyata begitu, baiklah, aku akan pergi,”


Minji pergi, dan Jang langsung memarahi Mina.


“Hey kau ini bagaimana! Kenapa bilang memancing ikan?!” bentak Jang.


“Terus mancing apa? Mancing buaya?” tanya Mina tak bersalah.


“Di gubuk itu tempat sepasang kekasih bercinta! Kau tidak tau ya!” seru Jang.


“Apa? A-aku tidak tau,”


“Jangan harapkan bayaran dari ku!”


“Tapi dia sudah pergi!” ucap Mina


“Nanti pasti dia kembali,” ujar Jang.

__ADS_1


Jang pergi begitu saja meninggalkan Mina sendiri.


__ADS_2