Back To The Previous Dynasty

Back To The Previous Dynasty
Nanjang (siksaan).


__ADS_3

Keesokan harinya.


Hari ini adalah hari dimana Mina akan di introgasi dengan cara di cambuk.


Jihoon menemui pendiri Sungkyungkwan (universitas).


#Sungkyungkwan.


“Siapa yang datang untuk mencariku?” tanya pendiri sungkyungkwan.


“Ini aku, putra mahkota Jihoon,” ucap Jihoon.


Pendiri sungkyungkwan segera keluar, melihat siapa yang datang.


“Yang Mulia Putra Mahkota.” pendiri sungkyungkwan memberi hormat kepada Jihoon.


“Ada apa gerangan putra mahkota mencari hamba?” tanya pendiri sungkyungkwan.


“Aku butuh bantuan para mahasiswa Sungkyungkwan,” ucap Jihoon.


“Bantuan apa yang bisa kami berikan?” tanya pendiri sungkyungkwan dengan penuh hormat.


“Bisakah mahasiswa sungkyungkwan mengadakan protes kepada Raja dan Ibu suri kerajaan?” tanya Jihoon.


“Protes?” pendiri sungkyungkwan terkejut.


“Benar, minta para mahasiswa sungkyungkwan untuk melakukan protes atas tindakan ibu suri yang menangkap gadis tanpa bukti yang kuat hanya karena gadis itu berasal dari lain daerah,” ucap Jihoon.


“Bagaimana kami bisa menentang keputusan ibu suri?” tanya pendiri sungkyungkwan.


“Raja juga bekerja sama denganku, kami berjanji akan berperan besar dan mendukung sepenuhnya dalam segala hal tentang sungkyungkwan,” ucap Jihoon.


“Baiklah, jika yang mulia raja juga menginginkan hal yang sama,” ucap pendiri sungkyungkwan.


Di samping itu, Mina sudah duduk di kursi dengan tangan dan kaki terikat, dia terlihat lemas dan lesu.


Jika Mina menyangkal tuduhan, maka ia akan dijatuhi Nanjang (siksaan) berupa cambuk.


“Akui kesalahanmu karena telah mencoba meracuni putra mahkota!” ucap pengawal.


“Bukan aku,” jawab Mina lesu.


Plak!


Pengawal itu mencambuk Mina. Nanjang bahkan sudah dilakukan walau belum selesai di introgasi.


“AAH!!” teriak Mina kesakitan.


“Akui kau telah mencoba meracuni putra mahkota!” bentak pengawal itu.


“Aku... tidak melakukannya,” jawab Mina.


Saat cambuk itu hendak mendarat di tubuh Mina, Jihoon tiba-tiba datang dan menahan cambuk itu sehingga tangannya terkena cambukan.


“Putra mahkota Jihoon,” panggil Mina lepas.


“Atas hak apa kau melayangkan cambuk itu kepada calon Ratu!!” teriak Jihoon.


Semua orang terkejut, termasuk Mina.


Lalu terdengar suara sorakan dari gerbang istana. Seketika proses Nanjang itu terhenti.


“Kami memohon agar Kim Mina di bebaskan!” seru pendiri sungkyungkwan.

__ADS_1


“KAMI MOHON!” seru seluruh mahasiswa sungkyungkwan sembari bersujud.


“Keputusan Ibu suri telah gegabah!” seru pendiri sungkyungkwan.


“BEBASKAN KIM MINA!” seru seluruh mahasiswa sungkyungkwan.


Ibu suri keluar dari paviliunnya dan melihat para mahasiswa sungkyungkwan yang protes akan keputusannya.


“Raja, kami mohon bantu rakyat yang tidak bersalah!” seru pendiri sungkyungkwan.


“RAJA, KAMI MOHON!” seru seluruh mahasiswa sungkyungkwan.


Raja keluar dari paviliunnya.


“Harus aku akui, rencana putraku Jihoon sangat hebat,” ujar Raja.


Pintu gerbang kerajaan terbuka. Raja dan pengawalnya keluar menemui para mahasiswa yang melakukan aksi protes.


“Rakyatku! Para mahasiswa sungkyungkwan! Aku menghargai aksi kalian ini, dan aku menetapkan bahwa Kim Mina akan dibebaskan!” ucap Raja.


“Seong eun i mang geuk ha omnida! ”


(Kebaikan anda tidak terukur!) seru pendiri sungkyungkwan dan para mahasiswa.


Proses Nanjang pun dihentikan.


“Kalian dengar?! Raja sudah mengambil titah! Kalian tidak bisa menyiksanya!” ucap Jihoon.


Mina dibebaskan dan Jihoon langsung memeluknya.


Air mata Mina menetes.


“Terima kasih,” ucap Mina.


Mereka berhenti berpelukan.


“Tanganmu terluka.” Mina melihat luka cambuk di tangan Jihoon saat dia mencoba melindungi Mina.


“Jangan khawatirkan aku, lihat tubuhmu, penuh dengan luka cambuk. Ikut aku!” Jihoon membawa Mina ke paviliunnya.


#Paviliun.


Tabib datang untuk mengobati luka cambuk Mina.


“Aah!” teriak Mina.


“Tahan sebentar,” ucap Tabib.


Setelah semua luka Mina di obati, Tabib membantu Mina memakai lapisan kedua hanbok nya yang sebelumnya di lepas karena lukanya menyeluruh.


“Dalam beberapa hari akan sembuh,” ucap Tabib.


“Terima kasih,” ucap Mina.


Tabib membuat beberapa obat herbal dan memberinya kepada Mina.


“Minum ramuan herbal ini, kau kehilangan banyak tenaga,” ucap Tabib.


“Baik, sekali lagi terima kasih,” ucap Mina.


“Putra mahkota Jihoon yang melindungimu, saya hanya mengobati, sedangkan dia sudah melindungi,” ucap Tabib.


Mina tersenyum kecil, Tabib itupun keluar dari paviliun. Saat Tabib pergi, barulah Jihoon masuk ke dalam paviliun.

__ADS_1


“Bagaimana? Kau baik-baik saja kan?” tanya Jihoon.


“Iya, berkatmu,” ucap Mina.


“Seharusnya aku tidak memintamu untuk memasak,” ucap Jihoon.


“Bukan salahmu, aku yang salah karena kurang teliti, andai saja aku melihat dayang itu memasukkan racun, aku pasti menghentikannya!” ucap Mina.


“Karena semua telah usai, lebih baik kau istirahat saja di sini dulu,” ucap Jihoon.


“Lalu kau dimana?” tanya Mina.


“Disini juga, bersamamu,” jawab Jihoon.


“Kau membuatku berpikiran nakal!” Mina cemberut.


“Pikiran nakal? Konyol sekali, aku bukan pria seperti itu!” Jihoon mengacak-acak rambut Mina yang terurai.


“Iya-iya... jangan mengacak-acak rambutku!” ucap Mina.


“Baiklah....” ucap Jihoon.


#Paviliun Matahari.


Ibu suri menemui Raja.


“Kenapa kau membebaskan gadis itu?! Sudah jelas-jelas gadis itu mencoba meracuni cucuku!” ucap ibu suri.


“Apa ibu tidak melihat para mahasiswa sungkyungkwan melakukan aksi protes? Jika mereka terus protes maka akan berdampak buruk bagi rakyat dan kerajaan ini,” ucap raja.


Ibu suri pergi meninggalkan paviliun matahari dengan kesal.


“Maaf ibu, melihat gadis yang dicintai putraku menderita, aku jadi teringat dengan sang ratu yang sama dengan gadis itu,” ucap raja.


Sang ratu masuk ke dalam paviliun raja.


“Yang mulia, terimakasih,” ucap ratu.


“Kau berterima kasih karena aku membebaskan gadis itu? Mengapa?” tanya raja.


“Gadis itu sama sepertiku, dia berasal dari zaman lain, dia berasal dari masa depan, dan putraku mencintainya, sama halnya saat Yang mulia mencintaiku dulu,” ucap ratu.


“Gadis itu berasal dari masa depan?” tanya raja terkejut.


“Benar, Jihoon mengatakan semuanya kepadaku,” jawab ratu.


“Apa karena itu ibu suri berusaha untuk menjebaknya?” tanya raja.


“Kemungkinan memang seperti itu, tetapi aku dengar gadis itu akan kembali ke masa depan saat gerhana bulan,” ucap ratu.


“Lalu bagaimana dengan Jihoon?” tanya raja.


“Aku juga mengkhawatirkan Jihoon, dia sudah terlanjur mencintai gadis itu, lihat pengorbanannya demi gadis yang ia cinta, seolah mereka memang di takdirkan untuk bersama,” ucap ratu.


“Hanya waktu yang bisa menjawab apa yang akan terjadi selanjutnya,” ucap raja.


“Apa mungkin cinta berbeda zaman bisa bertahan selamanya? Tidak menutup kemungkinan kisah cinta ini akan berakhir menyedihkan,” ucap raja.


“Aku berharap kisah cinta mereka lebih baik dibandingkan dengan kisah kita,” ucap ratu.


Ratu memberi hormat pada suaminya lalu pergi meninggalkan suaminya itu dengan perasaan gelisah.


“Menjadi seorang ratu sangat berat, kau harus membagi cintamu dengan wanita lain, kau harus menaati semua peraturan yang semakin mencekammu, terlebih jika kau merupakan wanita asing.” Batin ratu sembari terus berjalan meninggalkan paviliun matahari.

__ADS_1


__ADS_2