Back To The Previous Dynasty

Back To The Previous Dynasty
Putra mahkota


__ADS_3

Mina penasaran kali ini dia berhutang berapa pada jihoon karna jihoon telah membela nya di Balai desa.


“Jihoon, beritahu aku.. berapa uang yang kau habis kan untuk membayar orang-orang itu?” tanya Mina.


“Sudah aku bilang sangat mahal,” jawab Jihoon.


“Iya, tapi berapa jumlah nya?” tanya Mina lagi.


“100 koin emas,” jawab Jihoon.


“Ha?! 100 koin emas?” tanya Mina terkejut.


“Iya, apa kau mampu membayar nya?” tanya Jihoon.


“1 koin biasa saja sudah mati-matian aku mencari nya, apalagi 100 koin emas, emas lho ini,” Mina panik.


Jihoon tersenyum, Mina benar-benar polos dan lugu, Jihoon tidak pura-pura menjadi putra mahkota, dia memang putra mahkota.


“Yang mulia putra mahkota.” pengawal datang sembari membungkuk memberi hormat.


“Ada apa?” tanya Jihoon.


“Wang seja meminta hamba untuk menjemput Jeonha karena ada sesuatu yang ingin dibicarakan,” ucap pengawal itu.


“Wang seja itu.. Yang mulia raja kan? Dan Jeonha itu.. Putra mahkota, kenapa dia masih memanggilmu Putra mahkota?" tanya Mina heran.


“Aku tidak tahu juga,” jawab jihoon sembari tersenyum manis.

__ADS_1


“Dan siapa raja yang dia maksud?” tanya Mina.


“Mungkin ayah ku,” jawab Jihoon.


“Kau ini benar-benar kaya ya, sampai-sampai mampu membayar orang untuk jadi pengawal pribadi keluarga mu,” ucap Mina sembari tersenyum


“Kau ini benar-benar bodoh ya? Kenapa belum sadar juga? Benar-benar gadis yang manis,” batin jihoon.


“Hey.. Kenapa kau menatap ku terus? Sana temui ayahmu!” ucap Mina.


“Baiklah, jangan merindukan aku ya,” ucap Jihoon.


“Tenang saja aku tidak akan merindukanmu,” jawab Mina.


Jihoon pergi bersama pengawal nya, lalu Mina berjalan menuju rumah nya, ditengah perjalanan dia dihampiri oleh kepala desa.


“Ada apa?” tanya Mina.


“Maaf kan kami telah menuduh mu tadi,” ucap kepala desa.


“Tidak masalah,” ucap Mina.


“Oh iya, kau dan putra mahkota ada hubungan apa?” tanya kepala desa.


“Tidak ada hubungan khusus,” jawab Mina.


“Jadi begitu.. Syukur lah, berarti dia tidak akan menuntut kami,” ucap kepala desa.

__ADS_1


“Bagaimana bisa menuntut? Dia itukan hanya akting saja, dia bukan putra mahkota,” jawab Mina.


“Apa maksud mu? Jaga mulutmu itu! Dia benar-benar putra mahkota Hong jihoon, pewaris tahta raja dinasti joseon!” ucap kepala desa.


“Apa?!” Mina terkejut.


“Kami tidak akan bersujud begitu saja tanpa ada bukti nya, dewan kerajaan mengatakan kalau yang membela mu itu memang putra mahkota!” ucap kepala desa.


“Jadi dia tidak membayar mereka?” tanya Mina.


“Tentu saja tidak, kau ini bagaimana, kau pulang saja!” kepala desa pergi.


“Astaga.. Kenapa aku bisa sebodoh itu? Pasti dia tertawa mendengar kata-kata ku padanya, dan aku berhutang pada seorang putra mahkota dan orang yang menyebalkan itu adalah putra mahkota? Ah.. Apa yang akan terjadi sekarang?? Kalau tahu dari dulu aku tidak akan berhutang padanya!” ujar Mina.


“Matilah aku.. Matilah riwayat ku... Apa ini akhir hidupku? Aku bahkan belum menikah....” ucap Mina lebay.


Tiba-tiba pengawal yang tadi bersama jihoon datang.


“Agassi, jeonha meminta hamba untuk menjemput agassi karena ingin membicarakan sesuatu tentang perjanjian kalian,” ucap pengawal.


“Agassi itu putri raja atau permaisuri, jeonha itu putra mahkota, eh.. Aku kira ada kesalahpahaman disini, aku bukan putri raja atau pun permaisuri, dan... Tidak ada perjanjian diantara kami,” sangkal Mina.


“Tapi yang mulia putra mahkota mengatakan hamba harus memanggil nona seperti itu,” ucap pengawal.


“Apa semua ini??? Apa yang akan dia katakan nanti ya??” batin Mina.


“Ayo hamba antar ke istana,” ucap pengawal.

__ADS_1


“Ba-baik.” Mina masih bingung kira-kira perjanjian apa yang dimaksud?


__ADS_2