
Setelah menghabiskan waktu bersama, Jihoon mengantar Mina pulang ke rumahnya.
#Di rumah Mina.
“Tidak mau mampir dulu?” tanya Mina.
“Tidak, aku masih banyak urusan di Istana, harus segera menyelesaikannya” jawab Jihoon.
“Kalau begitu baiklah, sampai jumpa besok” Mina melambaikan tangan.
“Jangan lupa kunci pintu mu” ucap Jihoon.
“Bagaimana cara mengunci nya? Gagang pintu saja tidak ada” ucap Mina.
“Kau benar, kalau begitu jaga dirimu” ucap Jihoon.
“Pasti” jawab Mina.
Jihoon pun berangsur meninggalkan Mina.
Dari kejauhan tampak ada seseorang yang sedang mengamati Mina, Mina sadar ada yang melihat nya dari kejauhan, Mina pun perlahan mendekati tempat itu.
Mina merasa takut dan gugup, tubuh nya bergetar, saat tiba di tempat itu, orang yang Mina tadi sudah tidak ada, hilang begitu saja, bagai ditelan bumi, tidak ada jejak apapun.
Mina menarik napas panjang, lalu menghembuskan napasnya secara perlahan, untuk menenangkan dirinya yang ketakutan.
“Hai kau” panggil seseorang dari belakang Mina.
Mina terkejut, Mina berbalik sembari berteriak, dia mengira orang itu adalah orang yang jahat dan ingin merampok nya.
“AAAAHHHH!!!” teriak Mina ketakutan.
“Hei.. Hei, diam lah” ucap orang itu sembari menutup telinganya.
Mina berhenti berteriak dan perlahan membuka matanya, sungguh melegakan sekali.. ternyata orang itu adalah kepala Desa.
“Oh, ternyata anda” ucap Mina sembari tersenyum bersalah.
“Kenapa kau berteriak seakan melihat hantu?! Apa wajah ku semengerikan itu?!” bentak Kepala Desa.
“Maafkan saya” ucap Mina sembari menundukkan kepalanya.
“Kau membuat orang jantungan saja! yasudah, saya mau pergi” Kepala desa pergi meninggalkan Mina.
“Syukurlah hanya Kepala Desa, aku kira ada perampok, sekarang aku tau betapa pentingnya bela diri, ketika aku kembali ke tahun 2020 aku akan belajar Taekwondo saja” ucap Mina sembari masuk ke rumahnya.
*****
Malam pun tiba, Mina sangat mengantuk dan ingin tidur, tapi saat dia menutup mata, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu nya.
“Siapa yang datang malam - malam begini?” Mina membuka pintu.
Ternyata itu adalah Kasim Jihoon.
“Putri Kim Mina, hamba ditugaskan untuk menjemput Putri” ucap Kasim.
“Menjemput aku? Kenapa?” tanya Mina.
“Sepertinya ada yang mau disampaikan oleh Yang Mulia Putra Mahkota” jawab Kasim.
“Yasudah” Mina masuk ke dalam tandu yang telah dipersiapkan.
Mina, Kasim, dan beberapa pengawal, munuju ke Istana.
__ADS_1
*****
Setibanya di Istana, Mina keluar dari tandunya dan melihat Jihoon sedang menunggu kehadirannya.
Mina terpaku sejenak, terpesona akan tampan nya wajah Jihoon yang terkena sinar rembulan.
“Putri Mina, Yang Mulia Putra Mahkota sudah menunggu” ucap Kasim.
Mina pun tersadar.
“Silahkan temui Putra Mahkota Jihoon” ucap Kasim itu lagi.
“Iya, baiklah” ucap Mina sembari mengambil langkah mendekati Jihoon.
Mina kini berada tepat di depan Jihoon, Jihoon memberi isyarat kepada Kasim agar meninggalkan mereka berdua.
“Kenapa memanggil aku malam-malam begini?” tanya Mina.
“Aku hanya ingin mengatakan sesuatu yang penting padamu” ucap Jihoon.
“Sesuatu yang penting apa?” tanya Mina.
“Aku...”
“Iya.. kau???” tanya Mina berharap Jihoon mengatakan bahwa dia menyukai Mina.
“Aku.. tahu bagaimana caranya agar kau dapat kembali ke tahun 2020” ucap Jihoon.
“Apa? Apa aku tidak salah dengar?” tanya Mina.
Mina tampaknya berharap terlalu banyak pada Jihoon.
“Tidak, kau tidak salah dengar, besok pagi datang lah ke Seongsuchong” ucap Jihoon.
“Itu tempat para Shaman, kau bisa bertanya kepada Pemimpin Seongsuchong, yaitu Shaman Jang” jawab Jihoon.
“Shaman itu apa?” tanya Mina lagi.
“Kau benar-benar gadis dari masa depan yang tidak tahu akan masa lampau ya” ucap Jihoon.
“Aku tidak terlalu tertarik dengan sejarah” ucap Mina.
Jihoon menghela napas.
“Shaman itu adalah peramal” ucap Jihoon.
“Aku tidak percaya pada peramal, mereka selalu berbohong untuk mendapatkan uang” ucap Mina.
“Tapi pada zaman ini, Shaman sangat dipercaya, jika Shaman berani berbohong atau ramalannya tidak benar, maka dia akan dihukum” ucap Jihoon.
“Ooh, baiklah”
“Apa kau sungguh akan kembali ke masa depan?” tanya Jihoon.
“Jika tidak, kau tidak perlu menemui Shaman Jang” ucap Jihoon lagi.
“Entahlah, sangat berat meninggalkan tempat ini, tapi aku harus kembali, aku punya keluarga disana, mereka akan mencemaskan aku nanti” ucap Mina.
“Bagaimana kalau mereka tidak menyadari bahwa kau berada di dinasti lampau, dan mengira kau masih ada di tahun 2020?” tanya Jihoon.
“Tidak mungkin, aku ada disini sekarang, berarti aku menghilang dari tahun 2020”jawab Mina.
__ADS_1
“Bagaimana kalau saat kau ada disini, waktu di masa depan berjalan lambat, atau mungkin terhenti?” tanya Jihoon lagi.
“Kau sangat ingin agar aku tidak kembali ya?” tanya Mina.
“Tidak, aku tidak akan menghalangi jalanmu” ucap Jihoon.
“Begitu ya... kalau begitu kenapa harus menunggu sampai besok? Kenapa tidak sekarang saja?” tanya Mina.
“Lebih baik besok, pulanglah dan tidur ya” ucap Jihoon sembari hendak pergi.
Mina menghalangi jalan Jihoon, sehingga Jihoon terhenti.
“Apa lagi?” tanya Jihoon.
“Temani aku besok ya?” pinta Mina.
“Aku banyak urusan, cari orang lain saja” ucap Jihoon sembari meninggalkan Mina.
“Ada apa dengan dia? Tidak seperti biasanya” ucap Mina.
“Yasudah, aku pergi sendiri saja besok” ucap Mina sembari meninggalkan tempat itu.
Di perjalanan, tiba-tiba ada yang menarik nya ke tempat lain di Istana.
Orang itu menggenggam tangan Mina dengan tangan kirinya, dan menutup mulut Mina dengan tangan kanannya.
Mina berusaha untuk melepaskan diri, akhirnya orang itu melepaskan Mina, Mina hendak pergi, tapi orang itu menahannya.
“Lepaskan aku!” ucap Mina sembari berusaha melepaskan diri dari orang itu.
“Diamlah, aku Pangeran Jisung, aku bukan orang jahat” ucap orang itu yang sesungguhnya adalah putra dari selir Raja, Pangeran Jisung.
“Pangeran Jisung? Siapa? Aku tidak kenal” ucap Mina.
“Kenapa kau tidak mengenal ku? Aku adalah sahabat mu dulu, sebelum kau menghilang” ucap Jisung.
“Tidak, aku tidak punya sahabat laki-laki sebelumnya” ucap Mina.
“Kau... Putri Mira, Kan?” tanya Jisung.
“Tidak, kau salah orang, aku Kim Mina, bukan Mira” jawab Mina.
“Maafkan aku, aku salah mengira, aku kira kau adakah sahabat ku Mira yang menghilang sejak 4 tahun yang lalu, kalian sangat mirip” ucap Jisung.
“Kau salah orang, Pangeran” ucap Mina.
“Maafkan aku” ucap Jisung.
“Tidak masalah, salah mengenali seseorang itu wajar, mungkin memang wajah ku mirip dengan sahabat Pangeran” ucap Mina sembari tersenyum.
“Kau benar”
“Sebagai ucapan minta maafku, ambil lah gelang ini” memberikan gelang kepada Mina.
“Gelang apa ini?”
“Ini gelang yang dulunya akan kuberikan pada sahabat ku, Mira. Kau bisa memiliki nya sekarang, aku ingin memberikan ini padamu ”
“Tidak perlu”
“Ambil saja, tidak masalah”
Mina mengambil gelang pemberian Jisung.
__ADS_1
“Terimakasih” ucap Mina.
Jisung tersenyum lalu pergi meninggalkan Mina, Mina senang dia bisa mengenal anggota kerajaan dengan baik, walau hanya dua orang saja.