
Mina pov :
Aku berusaha untuk memasak makanan kesukaan Jihoon, aku harus pastikan makanan yang aku buat enak.
Lalu ada dayang lainnya yang menghampiri kami.
“Putri, sedang membuat apa?” tanya dayang yang baru datang itu.
“Aku sedang membuat makanan untuk putra mahkota Jihoon,” jawabku.
Dayang Jang itu tiba-tiba mengambil alih masakanku. Tentu saja aku dan dayang Shin yang sedari tadi memasak menjadi terkejut.
“Apa yang kau lakukan?” tanyaku.
“Ini bukan tugas putri, biar hamba yang memasak,” jawab dayang Jang.
“Putri memasak karena putra mahkota Jihoon yang memintanya, kenapa anda malah mengambil alih?” tanya dayang Shin.
“Hamba adalah dayang ibu suri, hamba tidak bisa membiarkan wanita dari luar memasak untuk anggota kerajaan,” jawab dayang Jang.
“Tapi putri....” dayang Shin tidak bisa melawannya karena Dayang Jang adalah pemimpin dayang lainnya.
“Aku tidak akan menaruh racun di makanannya, jadi biar aku saja.” aku mengambil alih masakan.
“Baiklah jika itu yang Putri inginkan.” dayang Jang membungkuk lalu pergi.
“Tidak biasanya dayang Jang seperti itu,” ucap dayang Shin.
“Dia hanya melakukan tugasnya, tidak masalah,” ucapku.
Beberapa waktu kemudian...
Masakanku sudah siap, tinggal di hidangkan saja.
Aku membawa makanan ke dalam paviliun Jihoon dan menghidangkannya.
“Silahkan dicicipi....” ucapku.
Saat Jihoon hendak mencicipinya, tiba-tiba Ibu suri datang dan menghentikan Jihoon memakan makanan masakanku.
“Hentikan!!” seru ibu suri.
“Daebimama?” tanya Jihoon terkejut.
“Putra mahkota! Jangan memakan masakan itu!” ucap dayang Jang yang ikut memasak tadi.
“Dayang Jang?” aku terkejut dengan perkataannya yang tiba-tiba.
“Kenapa aku tidak boleh memakannya? Dan kenapa Daebimama datang begitu tiba-tiba?” tanya Jihoon.
“Dayang Jang mengatakan bahwa makanan yang di masak oleh gadis itu mengandung racun!” ucap ibu suri.
Kami sangat terkejut, aku sendiri yang memastikan makanan yang aku masak tidak mengandung racun dan baik untuk kesehatan.
“Aku tidak mencampurkan racun ke dalam makanan itu!” aku mencoba melawan dari tuduhan yang dilayangkan kepadaku.
__ADS_1
“Coba anda makan makanan yang anda buat, jika tidak terjadi apa-apa, maka hamba yang salah,” ucap dayang Jang.
Untuk membuktikan aku tidak memberikan racun pada makanannya, aku pun mencicipi makanan yang aku buat.
Saat gigitan pertama, tidak terjadi apapun, sampai aku menelannya, aku baik-baik saja.
“Aku baik-baik saja,” ucapku.
“Mina tidak mungkin meracuniku, kalian salah paham,” ucap Jihoon.
Tiba-tiba terasa sakit di perutku, sakit yang tidak biasa, sangat sakit! Aku mulai kesulitan bernapas.
“Mina, kau kenapa?” Jihoon menggenggam tanganku.
“Sa... sakit! Aku... sulit be-bernapas!” aku berusaha sekuat tenaga untuk berbicara.
“Lihat! Makanan itu beracun!” ucap dayang Jang.
Rasa sakitnya semakin mengganas, aku bahkan tidak mempunyai tenaga untuk berbicara, aku kesulitan bernapas.
“Mina! Mina!” Jihoon khawatir.
“Cepat panggil tabib!” perintah Jihoon.
Kasim pergi memanggil tabib kerajaan.
“Mina! Bertahanlah!” Jihoon terus menggenggam tanganku.
“Pengawal, tangkap gadis ini!” perintah ibu suri.
Pengawal mulai melepaskan genggaman Jihoon dariku. Aku hanya bisa pasrah, aku kehilangan tenaga untuk melawan.
“Putra Mahkota Jihoon!” bentak ibu suri.
“Daebimama, aku mohon jangan melakukan hal ini kepada Mina, pasti dia dijebak! Mina bukan gadis seperti itu!” Jihoon memohon kepada ibu suri agar melepaskanku.
Namun, ibu suri tetap kokoh dengan keputusannya, tidak ada seorangpun yang bisa menghentikan ibu suri, termasuk raja sendiri. Sebenarnya, Ibu suri yang memegang kekuasaan tertinggi.
Aku mulai kehilangan kesadaran.
*****
Aku terbangun, mendapati seorang tabib yang memberi obat untukku, aku terkejut karena aku berada di dalam penjara.
“Apa aku ada di penjara?” tanyaku.
“Benar, kau di penjara karena mencoba meracuni putra mahkota, untung saja racun ini tidak terlalu berbahaya,” ucap tabib.
“Dimana Jihoon?” tanyaku.
“Putra mahkota sedang memohon kepada ibu suri dan meminta bantuan raja untuk membebaskanmu, setelah ini kau akan di cambuk, jadi lebih baik akui kesalahanmu atau kau akan mati secara perlahan,” ucap tabib itu.
“Tapi bukan aku pelakunya! dayang Jang, mungkin dia yang menjebakku!” ucapku.
“Siapa yang mau mempercayaimu? Untuk apa seorang dayang menjebakmu?” tanya tabib itu.
__ADS_1
“Mungkin dia adalah suruhan seseorang yang tidak menyukaiku!” ucapku.
“Aku hanya bisa berharap kau beruntung.” tabib itu pergi meninggalkanku.
Betapa tidak beruntungnya nasibku, bahkan saat aku kembali ke dinasti lampau, masalah terus menimpaku bertubi-tubi. Ini seperti mimpi buruk yang terasa amat nyata. Aku berharap bisa keluar dari penjara tanpa melalui hukuman cambuk.
Pov off :
#Paviliun Matahari.
Jihoon memohon kepada Raja agar membantunya melawan keputusan ibu suri, dia memohon agar Mina di bebaskan.
“Appamama, aku mohon bantulah aku membebaskan Mina.” Jihoon bersujud di depan ayahnya itu.
“Apa yang bisa ayah lakukan? Ayah tidak bisa melawan keputusannya, ayah berhutang budi kepadanya,” ucap Raja.
“Ayah adalah seorang Raja! Ayah bisa menjatuhkan titah untuk membebaskan Mina!” ucap Jihoon.
“Tapi kita tidak punya bukti yang bisa membebaskannya,” ucap Raja.
“Aku punya rencana,” ucap Jihoon.
*****
#Paviliun ibu suri.
“Kau melakukan kerjamu dengan bagus!” ucap ibu suri.
“Hamba hanya menjalankan perintah,” ucap dayang Jang.
Dayang Jang yang mencampurkan racun itu ke dalam makanan yang di buat oleh Mina, dan ternyata dia adalah orang suruhan ibu suri.
“Aku tidak mau untuk kedua kalinya calon ratu berasal dari dimensi lain, aku sudah membuat kesalahan dengan menerima menantuku, tidak akan terulang lagi!” ucap Ibu suri.
Ratu alias ibunda Jihoon adalah wanita seperti Mina, terjebak di zaman dinasti sebelumnya dari masa depan. Dulu, terjadi demo besar-besaran untuk menolaknya, dan otak dari demo itu adalah ibu suri. Ibu suri lalu datang bak pahlawan yang membela menantunya hingga Raja berhutang budi kepadanya.
#Penjara.
Jihoon menemui Mina di penjara.
“Bertahanlah sebentar saja, aku bersumpah akan mengeluarkanmu dari sini!” Jihoon bersumpah.
“Bagaimana kau akan mengeluarkanku dari sini?” tanya Mina.
“Aku punya rencana, aku tidak akan membiarkanmu menderita, aku akan melakukan apapun demi kebahagiaanmu!” ucap Jihoon.
“Kau percaya padaku kan?” tanya Jihoon.
Mina mengangguk, dia percaya sepenuhnya kepada pria yang dia cintai itu. Jihoon terus menggenggam tangan Mina, seolah tidak ada yang bisa menghalangi cinta mereka. Mereka percaya bahwa sekuat apapun kebohongan yang dilakukan, pasti kebenaran akan terungkap juga. Jika memang berjodoh, maka tidak ada yang bisa mengubahnya.
Kira-kira apa rencana Jihoon untuk membebaskan sang pujaan hati? Dan dapatkah Mina keluar dari penjara tanpa merasakan perihnya hukuman cambuk?
Next episode....
Sembari menunggu Back to the previous dynasty up. Author punya rekomendasi Novel yang cocok untuk menemani waktu luang kalian.
__ADS_1