Back To The Previous Dynasty

Back To The Previous Dynasty
Kebahagiaan.


__ADS_3

Setelah membantu seorang anak rukun dengan ibunya, Mina dan Jihoon kembali melanjutkan perjalanannya.


“Mina,” panggil Jihoon.


“Ya?” Mina melihat ke arah Jihoon sembari terus berjalan berdampingan.


“Apa kau senang bersamaku?” tanya Jihoon.


“Apa maksudmu? Tentu saja aku merasa sangat senang, ini pengalaman pertama bagiku, jadi mungkin aku sedikit canggung ya?” tanya Mina.


“Canggung? Kata itu tidak cocok ditujukan untukmu.”Jihoon mulai mengejek Mina.


“Kau ini membuatku kesal saja!” ucap Mina sembari memukul pelan Jihoon.


Tiba-tiba Jihoon langsung merangkul Mina. “Aku hanya bercanda,” ucapnya.


Mereka terus berjalan menelusuri desa. Jihoon terus merangkul Mina, walau sesekali Mina menyingkirkan tangan Jihoon dari pundaknya karena warga desa menatap mereka dengan tersenyum.


“Orang-orang tersenyum melihat kita, cepat lepaskan!” Mina melepaskan rangkulan Jihoon.


“Apa masalahnya? Biarkan saja mereka lihat.” Jihoon kembali merangkul Mina.


Mina membentuk ekspresi duck face yang membuat Jihoon tersenyum melihatnya.


“Kau sangat imut.” Jihoon mencubit pipi Mina.


“Aku tahu.” Mina berjalan lebih cepat meninggalkan Jihoon, akhirnya dia bisa mendapatkan celah untuk lepas dari rangkulan Jihoon.


Jihoon menyusul Mina, mereka kembali melanjutkan perjalanan mengelilingi desa.


Setelah puas berkeliling, mereka kembali ke paviliun Jihoon.


#Paviliun.


Mereka masuk ke dalam paviliun, dengan kasim yang berjaga-jaga di depan pintu masuk pertama agar tidak ada orang yang tahu kalau Jihoon membawa Mina masuk ke paviliunnya.


“Sekarang apa yang akan kita lakukan?” tanya Jihoon.


“Hm...” Mina memikirkan kegiatan yang bisa mengisi waktu luang mereka.


Beberapa menit kemudian....


“AHA!! teriak Mina sehingga Jihoon yang matanya mulai menutup terbuka kembali.


Teriakan Mina juga membuat para dayang dan kasim yang berjaga-jaga menjadi terkejut.


“Kecilkan suaramu....” ucap Jihoon berbisik.


“Aku mengerti, maaf....” jawab Mina dengan suara hampir tak terdengar, bahkan oleh Jihoon yang di dekatnya sekalipun.


“Tapi jangan terlalu kecil juga, aku tidak mendengar apa yang kau katakan,” ucap Jihoon.


“Baiklah.” Mina kembali berbicara seperti biasanya.


“Jadi... apa kau sudah punya ide?” tanya Jihoon.


“Hm... aku lupa lagi, hehehe.” Mina tertawa kecil.


Jihoon hanya bisa menghela napasnya.

__ADS_1


Mina kembali mencoba mengingat ide yang sudah di pikirkannya dari tadi.


“Masih belum ingatkah?” tanya Jihoon mulai mengantuk.


“Aku rasa ingatanku semakin memburuk, biasanya aku cepat mengingat sesuatu, ” jawab Mina.


Beberapa menit kemudian....


Jihoon tertidur, kepalanya bersandar ke bahu Mina. Mina tersenyum, dia membiarkan kepala Jihoon terus bersandar kepadanya.


“Permisi... yang ada di luar...” bisik Mina.


Mina mencoba memanggil dayang yang ada di luar tanpa membangunkan Jihoon.


Salah satu dayang masuk.


“Ada apa putri?” tanya dayang itu.


“Bisakah anda mengambilkan bunga-bunga yang indah dan wangi serta benang khusus untuk membuat rangkaian bunga,” ucap Mina.


“Tentu saja, hamba akan mengambilnya.” dayang itu membungkuk lalu pergi untuk mengambilkan apa yang baru saja Mina minta.


Jihoon terbangun karena suara dayang itu, namun ketika Mina menatap ke arahnya, ia kembali menutup matanya seakan dia belum bangun.


“Bukankah dia sangat tampan? Aku benar-benar beruntung, jika aku membawa Jihoon ke 2020, apa dia akan berubah jadi pria tua?” ucap Mina sembari berusaha menahan tawanya.


“Dia sedang meledekku ternyata!” batin Jihoon yang masih berpura-pura tidur.


Tak lama kemudian, dayang tadi datang membawakan apa yang Mina minta.


“Terima kasih,” ucap Mina.


Mina berusaha untuk merangkai bunga-bunga yang telah di petik menjadi mahkota bunga yang indah.


Beberapa waktu kemudian....


Akhirnya mahkota bunga buatan Mina telah jadi. Ia membangunkan Jihoon.


“Hey bangunlah!” ucap Mina.


Jihoon membuka matanya, sedari tadi dia memang tidak tertidur.


“Lihat ini! Cantik kan?!” tanya Mina sembari memperlihatkan hasil karyanya.


“Apa itu?” tanya Jihoon.


“Ini adalah mahkota yang aku buat dari berbagai bunga-bunga yang indah,” jawab Mina.


“Untuk apa itu?” tanya Jihoon lagi.


“Biar aku perlihatkan kegunaannya!” ucap Mina.


Mina memasangkan mahkota bunganya ke atas kepala Jihoon.



“Ini kegunaannya, kau terlihat sangat imut....” ucap Mina.


“Aku sangat malu.” Jihoon melepaskan mahkota yang dipasang oleh Mina di kepalanya.

__ADS_1


“Kenapa dilepaskan?! Aku sudah membuatnya dengan susah payah!” ucap Mina kecewa.


“Aku harus menjaga harga diriku sebagai putra mahkota, aku juga dikenal sebagai pria sejati, tidak mungkin aku memakai yang seperti ini,” ucap Jihoon.


“Padahal aku sudah susah payah membuatnya untukmu,” ucap Mina.


“Apa harus memakai yang seperti ini? Kenapa tidak kau saja yang memakainya?” tanya Jihoon.


“Di zamanku, para penggemar wanita memberikan hadia seperti ini kepada idola mereka, tidak peduli idolanya pria atau wanita,” jawab Mina.


“Kenapa pria harus memakai yang seperti ini? Dan kenapa mereka tidak memberikan yang lain saja? Benar-benar aneh,” ucap Jihoon.


“Kau tidak mau memakainya ya?” Mina tertunduk memperlihatkan ekspresi sedihnya.


Jihoon tak tega melihat Mina murung seperti itu, dia akhirnya merebut mahkota bunga itu dari tangan Mina dan memakainya di kepala.


“Bagaimana? Aku imut kan?” tanya Jihoon sembari melakukan pose imutnya.


Mina tersenyum dan memeluk Jihoon.


“Aku mengesampingkan harga diriku sebagai putra mahkota hanya untukmu,” ucap Jihoon.


Mina melepaskan pelukannya.


“Yang terpenting bagiku adalah kebahagiaanmu,” ucap Jihoon.


“Dan yang membuat aku bahagia adalah selalu berada di sisimu,” ucap Mina.


Mereka berdua saling melemparkan senyuman manis satu sama lainnya.


“Sebagai balasan karena aku sudah bersedia untuk memakai mahkota bunga ini, kau harus membuatkan aku makanan yang enak!” ucap Jihoon.


“Tentu, akan kubuatkan,” ucap Mina.


“Tapi... apa kau bisa memasak?” tanya Jihoon.


“Tentu!” jawab Mina.


#Dapur kerajaan.


Mina hanya terdiam menatap segala bumbu dapur, sebenarnya dia tidak tahu cara memasak makanan jaman dulu, dia hanya bisa memasak mie, bibimbam dan kimchi.


“Kepalaku jadi pusing melihat bumbu masak yang sebanyak ini, pantas saja masakannya enak, bumbunya beraneka ragam,” ucap Mina.


“Aku hanya bisa memasak mie, bibimbam dan kimchi, selebihnya aku tidak bisa. ” Mina hanya menatapi semua bumbu itu.


Dayangpun datang untuk membantunya.


“Hamba dengar Putri hendak memasak makanan untuk Yang Mulia Putra Mahkota,” ucap dayang itu.


“Iya benar, tapi aku tidak tahu cara memasaknya seperti apa,” ucap Mina.


“Hamba akan membantu puteri,” ucap dayang.


“Tentu saja,” jawab Mina.


Mina mulai memasak dibantu oleh dayang. Mina cepat belajar memasak, dalam waktu singkat dia dapat menguasai ilmu memasak yang baik dan benar.


Keringat Mina terlihat bercucuran, meskipun begitu dia tidak menyerah dan berhenti, dia terus memasak makanan kesukaan Jihoon, sampai-sampai dayang takjub dengan kegigihan Mina belajar memasak.

__ADS_1


Semua usahanya patut diacungi jempol, walau tidak tahu apakah makanannya akan enak atau tidak.


__ADS_2