Back To The Previous Dynasty

Back To The Previous Dynasty
PARASITE


__ADS_3

* Di perpustakaan *


Mina pov :


Pria yang membayarkan buku ku ternyata tidak sebaik yang aku pikirkan.


Dia meminta ku mengganti koin itu 2x lipat.


“Kenapa kamu terdiam?” tanya nya.


“Aku tidak punya uang, bagaimana cara ku mengganti uang mu?” tanyaku.


“Tidak mungkin kau tidak punya uang, dari mana bisa membeli hanbok (pakaian tradisional korea) yang mahal ini?" tanyanya.


“Mahal? Apa hanbok ini mahal?”


“Tentu, harganya kira- kira 30 yan,”


“30 yan tidak terlalu mahal,”


“Tentu saja mahal untuk orang seperti mu,”


Kata- kata nya sangat menyinggung ku.


Jujur saja 30 yan memang bukan apa-apa bagiku, tapi itu ketika aku masih berada di tahun 2020.


Kini aku di Dinasti lampau, 30 yan itu sangat sulit untuk kudapatkan.


“Nama mu siapa? Akan ku ganti jika ada uang, " tanya ku


“Hong Ji Hoon,” jawabnya


“Baiklah, Hong Jihoon, aku akan menemuimu ketika sudah ada uang,”

__ADS_1


“Bagaimana dengan mu? Siapa namamu?,” tanyanya.


“Kim Mina,” jawabku.


“Jadi, aku akan pergi dulu, ketika aku sudah ada uang akan ku cari kau,” tawar ku


“Tidak bisa begitu!”


“Kenapa? kenapa tidak bisa?” tanyaku.


“Aku tidak akan melepaskan mu sebelum aku menerima ganti rugi uang ku,”


“Ayolah, jangan menjadi parasit bagiku hanya karna 1 koin, aku bisa mendapatkan 1 koin dengan mudah.” ucap ku rada sombong.


Tanpa mempedulikan nya, aku langsung mengambil langkah untuk pergi.


Tapi dia terus mengikutiku dari belakang, ketika aku berhenti dan menoleh ke belakang, dia juga berhenti dan mengalihkan pandangannya dariku.


“Sudah kubilang jangan menjadi parasit bagiku! Kenapa kau tidak mengerti!”


“Aku ini gadis terpelajar, tidak sulit bagiku mendapat pekerjaan,”


“Terpelajar ya, memang tampak nya seperti itu, tapi aku juga lihat kalau kau tidak bersemangat seperti orang yang terpelajar,” singgung nya.


“Darimana dia tau kalau aku patah semangat untuk belajar?” batin ku.


“Kau kesulitan mencari teman ya?” tanya nya.


“Iya, kau tau dari mana? Jangan-jangan kau punya kemampuan membaca kehidupan orang ya?” tanyaku.


“Tidak, aku juga kesulitan untuk mendapatkan teman, aku tidak kekurangan apapun, tapi orang - orang yang dekat dengan ku hanya karena pekerjaannya, karena kewajiban mereka,” ujar nya.


“Tapi aku punya kewajiban untuk menjalankan kewajiban ku, jadi aku tidak mempermasalah kan nya, kau juga bisa,” tambahnya.

__ADS_1


“Kau benar, aku membawa perkataan mereka terlalu dalam, aku juga bertindak walau belum mengerti betul apa yang mereka maksud, terimakasih,” ucap ku.


Aku sadar yang aku lakukan salah, tidak seharusnya aku putus asa dan berhenti belajar.


“Aku mengizinkan mu menjadi parasit


bagi ku, ” canda ku.


“Tapi sayang nya aku tidak bisa terus menjadi parasit mu,” ujar nya.


“Kenapa?”


“Jika aku terus bersama mu, bisa - bisa aku menjadi parasit yang merugikan dan memberi ketergantungan yang besar untuk mu,”


“Jangan bercanda,” ucap ku.


“Aku punya kewajiban sebagai manusia, tapi aku tidak bisa menjalankan nya jika terus menjadi parasit, aku akan bersama mu sampai kau punya uang, bagaimana?” tawarnya.


“Setuju!” ucap ku.


“Aku pikir sebenarnya kau ingin aku terus menjadi parasit karna ingin mendapat keuntungan,”


“Apa maksud mu?” tanya ku.


“Aku ini tampan, jika kau berjalan bersama ku, orang - orang pasti akan iri padamu, dan kau bisa mendapat keuntungan dari itu,”


“Sombong sekali....” ujar ku.


“Kau juga tertarik pada ku kan?” tanyanya.


Aku pikir pria ini telah hilang akal.


Bagaimana mungkin aku tertarik padanya, memang dia siapa?

__ADS_1



__ADS_2