
Jihoon masih terdiam dengan apa yang dikatakan oleh Mina. Mina sangat berani mengutarakan perasaannya, Jihoon merasa seharusnya dia yang terlebih dahulu mengutarakannya.
“Tidak, tidak bisa seperti ini,” ucap Jihoon.
“Ada apa?” tanya Mina.
“Seharusnya aku yang mengutarakan perasaanku terlebih dahulu, kenapa kau tidak bisa menahannya sebelum aku?”
“Aku harus menunggu berapa lama lagi? kau seorang putra mahkota, tapi sangat pengecut mengutarakan cinta,” ucap Mina.
“Aku mencintaimu,” ucap Jihoon.
Mina tersenyum malu-malu, saat di tahun 2020 dia tidak pernah sekalipun menyukai seorang pria, oleh sebab itu dia dijuluki Ratu jomblo.
Mata Mina berkaca-kaca .
“Apa kau ingin menangis?” tanya Jihoon.
“Aku ingin menangis bahagia,” jawab Mina.
Jihoon tersenyum sembari menarik Mina ke pelukannya.
“Mari tetap bagini untuk beberapa saat.” bisik Jihoon di telinga Mina.
“Baik...” Mina membalas berbisik.
Mereka berdua tersenyum.
“ASTAGA!!!”
Kasim tiba-tiba datang dan merusak suasana.
Secara spontan Mina mendorong Jihoon menjauh darinya. Lalu bertingkah seolah tidak terjadi apa-apa.
“Kenapa kau ada di sini?” tanya Jihoon.
“Hamba kebetulan lewat dan sepertinya bukan pada saat yang tepat,” jawab Kasim.
“Sepertinya kalian sedang....” Kasim tersenyum malu-malu seperti anak gadis baru dilamar.
“Pergi sana! mengganggu saja,” usir Jihoon.
Kasim tersenyum lalu pergi. Sekarang mereka sudah berduaan lagi.
“Tidak aku sangka bisa mendapatkan pacar secepat ini,” ucap Mina.
“Memangnya kenapa?” tanya Jihoon.
“Rasanya seperti kedapatan rejeki nomplok,” jawab Mina.
“Apa maksudmu? aku tidak mengerti,”
“Begini..., aku sekarang sudah mendapatkan kekasih, dan kekasihku adalah seorang putra mahkota, bukankah itu sangat hebat?!” ucap Mina sembari tersenyum.
“Tentu saja, kau satu-satunya gadis yang bisa merebut hatiku, aku selalu dikejar oleh gadis-gadis cantik, tetapi aku hanya tertarik padamu,”
“Aku mengerti....”
“Jadi hari ini hari pertama kita menjadi pasangan, Kan?” tanya Mina.
“Benar,” jawab Jihoon.
“Apa yang harus kita lakukan di hari pertama kita menjadi pasangan?” tanya Mina.
“Aku tidak tau, terserahmu saja,” jawab Jihoon.
“Aku juga tidak tahu, ini pertama kalinya aku berpacaran,” jawab Mina.
Suasana hening untuk sesaat.
“Bagaimana kalau kita ke paviliunku saja?” usul Jihoon.
“Mau apa kesana?” tanya Mina.
“Kita pikirkan nanti, ayo....” menarik tangan Mina perlahan menuju paviliun.
__ADS_1
#Paviliun.
Mereka masuk ke dalam paviliun. Mina menggunakan penutup wajah untuk menutupi identitasnya.
“Sekarang bukalah,” ucap Jihoon.
Mereka terdiam untuk sesaat.
“Apa yang aku katakan?! aku seorang putra mahkota, bagaimana bisa aku bicara begitu?! bagaimana kalau dia salah paham?!” batin Jihoon.
“Maksudku penutup wajahmu,” ralat Jihoon.
“Aku mengerti.” ucap Mina sembari membuka penutup wajahnya.
Lalu mereka duduk di lantai.
“Aku tidak sabar untuk menghabiskan waktu denganmu,” ucap Mina.
Mereka terdiam sejenak.
“Astaga, apa maksudku?! bagaimana kalau dia berpikir aku berniat kotor?!” batin Mina.
“Maksudku menghabiskan hari-hari yang indah kita sebagai pasangan, begitu,” ralat Mina.
“Iya, aku mengerti,” ucap Jihoon.
Mereka terdiam, suasana mulai hening, bahkan terdengar suara jangkrik.
Krik Krik....
Tiba-tiba....
Plak!
Mina menampar wajah Jihoon, hal itu sontak membuat Jihoon terkejut, dia tidak salah apapun, tapi tiba-tiba ditampar.
“Kenapa kau menamparku?” tanya Jihoon terkejut.
“Maafkan aku..., aku tidak berniat begitu, tadi ada nyamuk,” jawab Mina.
“Itu di pipimu....” Mina mendekati wajah Jihoon.
“Ooh ternyata hanya kotoran kecil.” ucap Mina sembari membersihkan wajah Jihoon.
Jihoon menatap Mina datar tanpa ekspresi.
“Hehehe, maaf ya....” ucap Mina.
“.....” cemberut.
“Ayolah, aku sudah minta maaf, jangan cemberut begitu.” ucap Mina sembari memegang telapak tangan Jihoon.
“Ayolah... tersenyum....” ucap Mina.
Jihoon tidak tahan lagi menahan senyumannya, senyum manis merekah di wajahnya.
“Begini baru bagus....” ucap Mina.
“Kau sangat tampan.” ucap Mina sembari menatap wajah Jihoon.
“Aku sangat tampan, Kan? senyuman seperti ini hanya kutunjukkan kepadamu,” ucap Jihoon.
“Tapi... matamu hilang saat tersenyum, hahaha.” ledek Mina sembari tertawa.
“Kau ini!”
Mina berlari menghindari Jihoon.
“Hey tunggu! kau mau kemana?!” Jihoon mengejar Mina.
“Awas kalau ketangkap! aku akan menghukummu! lihat saja!” teriak Jihoon sembari tetap mengejar Mina.
“Cepatlah! kau sangat lamban! ayo kejar aku kalau bisa!” ledek Mina.
__ADS_1
Jihoon berlari sekuat tenaga untuk mengejar Mina, dan akhirnya Mina tertangkap oleh Jihoon. Jihoon memeluknya dari belakang.
“Sekarang siapa yang lamban?” tanya Jihoon.
“Harus aku akui larimu kencang juga,” ucap Mina.
“Tentu, aku sering berpacu dengan kuda. Apa kau tau siapa yang menang?” tanya Jihoon.
“Kuda pasti!” jawab Mina.
“Salah, aku yang menang,”
“Baiklah...” ucap Mina.
“Kau tidak percaya ya?!” tanya Jihoon.
“Tentu saja. Tidak. ” jawab Mina sembari tersenyum.
“Kau harus percaya!” ucap Jihoon sembari menggelitik Mina.
“Ahahaha... geli sekali... berhenti Jihoon... ahahaha.” Mina tak henti-hentinya tertawa.
“Katakan kalau aku benar, baru aku akan berhenti menggelitikmu,” ucap Jihoon.
“Iya-iya... kau memang benar....”
Jihoon berhenti menggelitik Mina, Mina berbalik menatap Jihoon.
“Kenapa?” tanya Jihoon.
“Waktunya pembalasan!” ucap Mina sembari balas menggelitik Jihoon.
“Hahaha... hey Mina....” Jihoon ternyata merasa geli juga.
Jihoon lari dari Mina.
“Kau tidak akan bisa lari dariku!!” teriak Mina.
Mina mengejar Jihoon. Namun tiba-tiba Jihoon berhenti mendadak, Mina yang tak sempat menginjak rem akhirnya menabrak punggung Jihoon.
“Aduh! kau ini kenapa berhenti mendadak?!” ucap Mina.
Jihoon berbalik dan tersenyum.
“Apa kau tidak lelah berlari seharian?” tanya Jihoon sembari mengacak-acak rambut Mina.
“Jangan mengacak-acak rambutku!” ucap Mina sembari menyingkirkan tangan Jihoon dari kepalanya.
“Kenapa?” Jihoon kembali mengacak-acak rambut Mina.
Mina pasrah. Melihat Mina yang pasrah membuat Jihoon berhenti mengganggunya dan tersenyum.
“Ekspresimu itu sangat imut,” ucap Jihoon.
“Benarkah?” tanya Mina.
“Benar,” jawab Jihoon.
Mereka berdua akhirnya tersenyum.
Dari kejauhan, terlihat pangeran Jisung memperhatikan mereka.
“Mungkin inilah takdirku, aku tidak bisa bersama cinta pertamaku Mira, dan kini aku juga tidak bisa bersama Mina. Jihoon benar-benar beruntung dalam hidupnya.” ucap Jisung sembari meninggalkan tempat itu.
Selain Jisung, rupanya Kasim juga ikut memerhatikan Mina dan juga Jihoon sembari sesekali tersenyum.
“Masa muda adalah masa terindah, masa mudaku juga begitu dulu, tetapi sayangnya hingga umur 50 tahun aku masih belum memiliki istri. Aku sangat sedih sekaligus iri pada mereka yang masih muda,” ujar Kasim.
Saat Kasim hendak meninggalkan tempat itu, tiba-tiba ia menabrak seorang wanita yang sepertinya seumuran dengannya, wanita itu hampir terjatuh, untungnya Kasim dengan sergap menangkap wanita itu.
Mereka berpandangan satu sama lainnya dengan waktu yang cukup lama. Hingga wanita itu kembali berdiri.
“Terima kasih,” ucapnya.
Kasim terdiam, senyum merekah di wajahnya. Walaupun sudah tua, tetapi mereka masih seperti anak muda.
__ADS_1