
Hari itu Mina bertemu dengan putra mahkota jihoon di istana kerajaan .
" sebenarnya ada apa?" tanya Mina.
" aku mau membuat perjanjian dengan mu" jawab Jihoon.
" perjanjian apa?" tanya Mina rada kesal.
" kau itu berhutang padaku 100 yan"
" aku hanya berhutang 1 koin, dan kau melipatgandakan menjadi 2 koin, sekarang kau bilang 100 yan, yang benar saja, kenapa bisa naik begitu?!" ucap Mina kesal.
" kau sudah meragukan aku sebagai seorang putra mahkota, berhutang pada seorang putra mahkota sangat besar resiko nya, apa kau mengerti?? " tanya Jihoon sembari mendekat kan wajahnya pada Mina.
" tapi.. Uang dari mana, mencari pekerjaan disini sangat sulit, tolong anggap lunas saja hutang ku ya.. Kau kan putra mahkota jadi jangan menindas rakyat biasa yang tidak punya apa-apa seperti diriku ini" ucap Mina memelas.
" rakyat biasa yang tidak punya apa-apa? Hm... Kau benar, aku seharusnya tidak melakukan ini kepada gadis yang sedang kesusahan seperti mu, begini saja, bagaimana kalau... Kau menjadi pengikut aku saja" tawar Jihoon.
" maksud mu dayang?" tanya Mina terkejut.
" bukan, apa ya istilah nya? Hm.. Pokoknya kamu hanya perlu mengikuti ku kemana pun aku pergi, menyiapkan keperluan ku, menemani ku menghabiskan waktu dengan baik, memasangkan pakaian ku, mengipasiku, menyuapi ku makan, berada di sisiku saat hendak tidur, dll " ujar Jihoon.
" itu sama saja seperti kasim atau dayang " ucap Mina dengan ekspresi pasrah.
" dayang dan kasim tidak seperti itu tugas nya, hanya mirip saja "
" jadi apa? Menyiapkan keperluan mu, menemanimu, memasang pakaian mu, menghabiskan waktu dengan mu, mengipasimu, menyuapi mu, berada di sisimu, itu semua.. Serahkan saja pada calon ratu mu, kau kan calon raja, jadi tentu banyak yang mau jadi calon istri mu " ucap Mina.
" kalau begitu kau saja yang jadi calon ratu ku " ucap Jihoon.
" apa? Kau ini kenapa tidak pernah serius saat aku sedang serius! " seru Mina.
" aku serius, kalau kau tidak mau melakukan yang sudah aku sebutkan tadi, maka kau harus membayar hutang sebesar 100 yan "
" kenapa jadi begini... Kenapa tidak bilang dari awal saja kalau kau itu putra mahkota yang akan mewarisi tahta ayahmu, kenapa kau merahasiakan nya?! "
" kau sendiri mengapa menyimpan rahasia dari ku? "
Pertanyaan jihoon membuat Mina terdiam untuk sesaat, Jihoon melanjutkan perkataan nya.
" kau punya rahasia yang kau sembunyi kan dari ku bukan? " tanya Jihoon, kali ini ekspresi nya serius.
" ti-tidak, aku tidak merahasiakan apapun " jawab Mina gugup.
__ADS_1
" jujur saja, kau bukan berasal dari dimensi ini kan? Kau berasal dari masa depan" ucap Jihoon.
" kenapa dia bisa tahu?" batin Mina.
" katakan saja, aku tidak akan melakukan apapun pada mu"
" iya! Memang benar aku bukan berasal dari tahun 1392, aku berasal dari tahun 2020. Aku tersandung dan masuk ke sebuah portal, lalu tiba-tiba saja portal itu menghilang dan aku dikeluarkan di sini"
" apa kau ingin kembali?" tanya Jihoon serius.
" iya, aku ingin kembali, aku merindukan orang tuaku"
" apa kau tidak nyaman berada di masa ini?"
" aku senang portal itu mengeluarkan aku disini, aku sangat senang bisa mengenal negara ku lebih baik, aku seneng bisa mengenal orang - orang yang ada disini, aku senang diperlakukan layak nya seorang putri disini, dan aku senang... Bisa mengenal mu "
Mina menatap Jihoon dalam - dalam, tetapi entah mengapa Jihoon tidak bisa menatap Mina lebih lama, sebelumnya dia bahkan tidak pernah memandang wanita seperti itu sebelumnya, hanya pada sang ratu ( ibunya ).
" aku sangat senang " Mina tersenyum.
" sudah lah, kau membuat ku tidak nyaman" Jihoon gerogi.
" aku menerima perjanjian mu itu dengan satu syarat"
" aku hanya akan melakukan semua itu sampai kau menemukan seorang wanita untuk menjadi pendamping mu, dan setelah kau mendapatkan nya, maka kau harus membantu ku pulang ke tahun 2020, bagaimana?!" syarat Mina.
" bagaimana jika aku tak kunjung mendapatkan nya? Atau melajang seumur hidup, itu berarti kau akan terus di sisiku, benar kan? " tanya Jihoon dengan ekspresi yang tulus.
" bagaimana mungkin seorang raja dapat melajang seumur hidup, kau ini Ada-ada saja, malahan raja itu akan punya banyak selir, jika tidak kau temukan, maka orang tua mu yang akan menemukan nya untuk mu, kau harus menikah dulu baru bisa jadi raja" ucap Mina sembari tersenyum.
" aku mengerti, baiklah.. Aku setuju dengan syarat mu itu, kita mulai pada hari ini ya"
" sore - sore begini kau mau kemana?" tanya Mina.
" bagaimana kalau keliling istana saja? kau kan belum melihat istana ini secara keseluruhan. "
" baik! Kalau begitu ayoo!" menarik tangan Jihoon.
" jangan menarik tangan ku di istana, itu dilarang"
" iyaya..hehehe, aku terlalu bersemangat"
Mereka pun berjalan - jalan, dibelakang mereka diikuti oleh para dayang dan kasim.
__ADS_1
" pasti menyenangkan menjadi putra mahkota, tidak ada yang berani menghina mu, semua menghormati mu" ucap Mina dengan ekspresi iri nya.
" tidak juga, justru hidup sebagai rakyat biasa lebih menyenangkan, kau bebas, tidak terikat aturan apapun, kau bisa memakan makanan yang kau mau, kau bisa memilih calon suami mu, kau punya teman, kau mendapatkan kasih sayang penuh, sedangkan aku tidak bisa seperti itu "
" tetap saja.. Jadi putra mahkota itu keren "
" sekarang pasti aku terlihat seperti pengemis " ucap Jihoon.
" aku pengemis kasih sayang " ucap nya lagi.
Semua orang termasuk Mina terkejut mendengar nya, Mina tidak dapat menahan tawa nya.
" hahahaha, pengemis kasih sayang ya? Lucu sekali " tawa Mina.
Para kasim dan dayang ikut tertawa kecil.
" hey! Jangan tertawa, siapa yang menyuruh kalian tertawa?!" seru Jihoon.
Semua orang terdiam, kecuali Mina yang masih terus tertawa.
" aduh.. Perutku jadi sakit, pengemis kasih sayang, hahahaha,aduh.. Perutku.. Kau ini lucu sekali" Mina tak henti-henti nya tertawa.
" perut mu sakit?" Jihoon menyentuh perut Mina.
" hey apa yang kau lakukan?!" menyingkirkan tangan Jihoon dari perut nya.
" kau bilang perut mu sakit"
" itu hanya kata kiasan saja" Mina tersenyum.
Para dayang dan kasim yang menyaksikan ikut tersenyum melihat betapa manis nya kedua orang ini.
" jangan menyentuh ku lagi tanpa izin" ucap Mina.
" hey seharusnya aku yang mengatakan itu, kau bisa saja menyentuh ku saat aku tidur, lalu akan ada gosip putra mahkota disentuh oleh gadis asing, bagaimana?!" ucap Jihoon.
" tidak akan, putra mahkota.. Aku tidak tertarik pada mu" Mina melihat Jihoon dari atas sampai bawah.
" hey apa yang kau lihat?! Jangan melampaui batas mu" ucap Jihoon memalingkan tubuhnya.
"hahahaha" Mina tertawa.
" ini memalukan"
__ADS_1