
Mina masih bingung harus menjawab apa tentang pengakuan cinta dari pangeran Jisung, tapi karena perutnya terasa lapar, maka dia memutuskan untuk makan terlebih dahulu.
“Aku harus mengisi perut dulu, kalau tidak makan mana bisa berpikir,” ucap Mina.
Mina berjalan menelusuri Desa, berharap ada orang yang mau memberinya makanan gratis.
“Apa ada yang mau memberiku makanan gratis? aku sudah lapar, aku juga harus menghemat uangku, si payah (Putra Mahkota Jihoon) itu tidak memberiku gaji di muka,” ujar Mina.
Sepanjang perjalanan, tidak ada satu orangpun yang menawarkan makanan gratis padanya, dan Mina tidak mau mengemis untuk itu, dia pantang menyerah demi mencari makanan gratisan.
Di tengah jalan, langkahnya terhenti. Dia melihat Pangeran Jisung yang berjalan ke arahnya, Mina segera berbalik dan berjalan menjauh dari Pangeran Jisung.
“Kenapa harus bertemu dengannya secepat ini?! aku belum memikirkan jawabannya!” ucapnya sembari berjalan cepat.
Bluukk....
Kepalanya membentur dada seseorang, Mina memandang ke wajah orang itu, ternyata orang itu adalah Putra mahkota Jihoon.
“Kesialanku bertambah 2x lipat,” gumam Mina.
“Apa yang kau lakukan disini? kau bilang kau lelah,” ucap Jihoon.
“Aku sedang terburu-buru.” ucap Mina sembari berusaha melewati Jihoon.
“Eits, tidak semudah itu.” ucap Minho sembari menghalangi jalan Mina.
Sementara itu, Pangeran Jisung sudah dekat.
“Jihoon,” panggil Jisung.
“Aduh gawat!” batin Mina.
“Ooh Ka....” kata Minho teropong karena Mina secara tiba-tiba menariknya ke ruang sempit.
“Kemana mereka? gadis itu seperti Mina,” ucap Jisung.
#Di ruang sempit.
Mina membawa Jihoon ke ruang sempit, atau bisa disebut sebagai gudang milik pedagang. Mina menutup mulut Jihoon dengan tangannya.
“Mmm....”
“Sstt..., aku bilang diam!” ucap Mina tetap menutup mulut Jihoon.
Jihoon pasrah mulutnya ditutup dengan tangan Mina yang berbau seperti daging.
Setelah memastikan bahwa Pangeran Jisung sudah pergi, Mina membuka mulut Jihoon.
“Sudah aman....” ucap Mina.
“Kau ini kenapa? kenapa menghindari Jisung? kenapa kau menutup mulutku?!” tanya Jihoon.
“Aish! kau tidak mengerti! Pangeran Jisung baru saja mengungkapkan perasaannya padaku!” ucap Mina.
“Apa?!” Minho terkejut.
“Kau pasti tidak percaya, Kan? aku juga tidak percaya, tapi ini memang benar!” ucap Mina.
“Apa yang dia katakan?!”
“Dia bilang dia menyukaiku,”
“Lalu kau jawab apa?” tanya Minho lagi.
__ADS_1
“Aku belum memberi jawaban, aku... bingung mau jawab apa,”
“Tolak saja!” ucap Jihoon.
“Bukankah akan canggung nanti jika aku menolaknya?”
“Lalu kau mau menerimanya begitu? apa kau sudah gila?!” ucap Jihoon kesal.
“Kenapa kau kesal begitu? ini tidak ada hubungannya denganmu,”
“Bagaimana aku tidak kesal?! aku juga....” Jihoon hampir saja memberitahukan perasaannya pada Mina.
“Kau juga apa?”
“Lupakan saja!” ucap Jihoon sembari membuang mungka.
“Bagaimana bisa dilupakan?! kau harus katakan!”
“Tidak akan kukatakan!”
“Ayolah....” ucap Mina sembari ber-Aegyo.
Aegyo adalah ekspresi wajah imut, biasanya pasangan melakukan ini untuk mencari perhatian dan memohon pada pasangannya. Tetapi Aegyo juga dilakukan oleh mereka yang bukan pasangan.
“Hentikan itu! kau membuatku gila!” ucap Minho.
“Kenapa? apa karena aku terlalu imut?” tanya Mina sembari tersenyum.
“Tidak, aku akan gila karena tanganmu yang menutup mulutku tadi berbau daging, baunya sangat tidak nyaman!”
“Benarkah?” Mina mencium bau telapak tangannya.
“Ah... kau benar, tapi baunya enak, seperti penekuk daging,” ucap Mina.
Mina tersenyum pada Jihoon.
“Jangan buang waktu disini, ayo kita keluar!” ajak Jihoon sembari menarik lembut tangan Mina.
Saat ingin membuka pintu gudang, pintunya tidak bisa terbuka, Jihoon sudah coba berulang kali namun tetap saja tidak bisa.
“Apa yang kau lakukan? membuka pintu saja tidak bisa!” ejek Mina.
“Coba saja buka pintu ini sendiri!” ucap Jihoon.
“Minggir! aku akan membukanya, ini akan sangat mudah.” ucap Mina sembari mencoba membuka pintu itu.
Beberapa saat kemudian....
Mina tidak bisa membuka pintunya walau sudah mencoba 20x.
“Bagaimana? tidak bisa, Kan?” tanya Jihoon.
“Sepertinya pintu ini dikunci dari luar, apa kau tidak bisa mendobraknya?” tanya Mina.
“Aku bisa, tapi aku tidak mau!” jawab Jihoon.
“Kenapa begitu?” tanya Mina sembari terduduk kelelahan.
“Karena itu bukan tugasku, aku tidak akan membuang-buang tenagaku hanya untuk mendobrak pintu gudang warga desa, bagaimana seorang putra mahkota bisa melakukan hal itu?!” jawab Jihoon.
Tok tok tok....
“Apa ada orang???” Mina mengetuk pintu.
__ADS_1
“Tidak ada yang akan mendengarmu, kita bermalam disini saja,” ucap Jihoon.
“Apa? bermalam disini? bersamamu? seorang gadis tidak boleh bermalam di satu ruangan dengan seorang pria! bagaimana kalau terjadi sesuatu?! apa yang akan orang-orang bilang nanti? hanya gadis yang akan dihina!” ucap Mina panik tingkat dewa.
“Aish, kau pikir aku adalah pria seperti itu?! yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan! lagi pula seharusnya aku yang harus berhati-hati, bisa-bisa kau yang memanfaatkan aku, ”
“Cih! aku juga bukan gadis seperti itu!”
“Ayo tidur saja, besok juga pasti dibuka pintunya.” ucap Jihoon sembari berbaring di lantai gudang.
“Aku lapar....” gumam Mina.
“Aku membawa makanan. Ini, makanlah.” ucap Jihoon sembari memberikan makanan kepada Mina.
“Terima kasih, kau selalu siap sedia jika ada sesuatu,” ucap Mina.
Mina memakan makanan yang diberikan oleh Jihoon dengan sangat lahap.
“Kau benar-benar lapar ya?” tanya Jihoon.
Mina mengangguk.
“Kau mau? kita bisa makan berdua,” ucap Mina.
“Tidak, aku sudah kenyang,” jawab Jihoon kembali berguling santai.
Selesai makan....
Beberapa menit kemudian....
“Dimana aku akan tidur? disini sempit sekali, kita harus jaga jarak,” ucap Mina.
“Terserahmu saja, aku mau tidur.” ucap Jihoon sembari menutup matanya.
“Gudang ini sempit sekali, bahkan kamar mandiku lebih luas dari ini!” ucap Mina.
Mina berbaring sekitar 1 meter dari Jihoon. Mina memandang wajah Jihoon yang sudah tertidur.
“Kau sudah tidur ya?” tanya Mina.
Jihoon tidak menjawab, kelihatannya dia benar-benar sudah tidur.
“Aku rasa jaraknya terlalu jauh, ah tidak. Ini sudah benar, ingat ajaran ibuku...tidak boleh terlalu dekat dengan pria!” ucap Mina pada dirinya sendiri.
Beberapa saat kemudian, Mina tertidur. Tak disangka tidurnya sangat gelisah, jarak yang awalnya 1 meter, sekarang seperti menjadi tidak ada jarak saja, saking gelisahnya Mina saat tidur. Jihoon terbangun karenanya . Jihoon menjauh dari Mina, tapi Mina kembali mendekat.
“Jangan salahkan aku jika nanti kau sadar kita tidur bersama,” Jihoon tersenyum.
Keesokan harinya....
Pintunya dibuka, pemilik gudang sangat terkejut. Jihoon terbangun.
“Kenapa kalian bisa ada disini?! apa kalian bercinta di gudangku?! berani sekali kalian!” ucap pemilik gudang yang marah.
“Jangan salah paham, kami terkunci disini,” ucap Jihoon.
Mina terbangun, Mina terkejut dia berada di dekat Jihoon, dia kembali mengambil jarak aman.
“Saya kira tidak ada orang, jadi saya kunci, maafkan saya, tapi kau... sepertinya wajahmu tidak asing,” ucap pemilik gudang.
“Tidak, anda tidak mengenalku, ayo!” ucap Jihoon sembari membawa Mina pergi.
Mereka meninggalkan pemilik gudang yang masih berpikir keras untuk mengenali wajah Jihoon.
__ADS_1