Back To The Previous Dynasty

Back To The Previous Dynasty
Perpustakaan


__ADS_3

Mina pov :


“Hah... bosan banget seharian dirumah gak ngapa-ngapain,”


Aku melihat ke luar, para penduduk di sekitar rumah sangat sibuk, ada yang sibuk berjualan, sibuk membawa hasil tani, sibuk makan, banyak deh.


Lalu ada seorang gadis kecil lewat di depan rumah, gadis itu membawa buku yang terlihat menarik.


Sontak aku menghentikan gadis kecil itu.


“Halo gadis kecil,” panggilku ramah


“Ya kakak?” jawabnya


“Anak ini imut sekali... Aku jadi ingin mencubit pipinya,” batinku


“Kakak ada apa? Mau makan ya?”


“Ah tidak, kakak cuma mau tanya, kalau mau pinjam buku dimana ya?”


“Kakak tidak tau ya?”


Aku menggeleng tanda tidak tau.


“Nanti lurus saja... Jika bertemu kuda di perempatan jalan kakak bisa menaikinya agar tidak lelah, tapi jika kakak punya uang, tampaknya kakak tidak punya uang,”


“Anak ini jujur sekali,” batinku


“Lalu ambil jalan ke kanan, abis itu lurus... Nanti kalau ketemu kepala desa, tanya sama dia aja,”


“Tapi kakak tidak tau siapa kepala desa nya,”


“Kakak juga tidak tau?”


Menggeleng pertanda tidak tau.


“Yang punya tompel kecil di pipinya, tapi hati-hati, si lintah darat juga punya tompel, hanya saja tompelnya ada satu bulu yang tertancap di tompel nya itu, biar mudah dikenali kepala desa itu jalan nya melambai,”


“Melambai?”

__ADS_1


“Kaya perempuan gitu,”


“Ooh,”


“Oke kak, sudah tau kan, saya permisi dulu ya,”


“Eh tunggu, informasi yang adik berikan tidak lengkap,”


“Itu gunanya aku menyuruh kakak bertanya kepada kepala desa, karna aku sedang buru-buru, lagi pula aku kan masih kecil, apa kakak mau menuntut banyak atas ku?”


“Ah tidak, adik pergi saja,”


Anak itu pun pergi.


“Informasi macam apa itu? Kuda? Kepala desa? Lintah darat? Tompel?, haduh... Anak kecil memang begitu ya,”


Aku akhirnya berjalan sesuai informasi adik kecil tadi.


Akhirnya sampai di perempatan, aku mengambil jalan kanan.


Lalu aku bertemu orang dengan tompel dan jalan nya melambai.


Akhirnya aku bertanya pada nya.


“Permisi, apa anda kepala desa?”


“Benar,” jawabnya.


“Saya mau bertanya, perpustakaan desa ada dimana ya?”


“Tinggal lurus saja... Lalu belok kiri, nanti akan terlihat perpustakaan nya,”


“Terimakasih...”


“Dengan senang hati...”


“Anak itu benar, dia memang melambai, hahaha, ”


“Apa kau mengatakan sesuatu?”

__ADS_1


“Ti-tidak,”


“Oh... Kukira kau yang mengatakan aku melambai,”


“Bukan aku, anak kecil yang disana.” menunjuk ke sembarang arah.


“Baiklah,”


Aku buru-buru pergi, agar tidak ketahuan kalau aku yang mengejek nya.


Akhirnya aku sampai di perusahaan desa, aku masuk ke dalam.


Di dalam suasana nya sungguh berbeda dari perpustakaan di zaman ku.


Tidak begitu banyak orang disini, buku-bukunya juga masih bercover polos dan hanya ada tulisan hanja ( tulisan aksara china).


Aku memilih buku dan tertarik pada buku berjudul history of dynasty yang menceritakan tentang sejarah dinasti yang ada di negara ini.


“Permisi... Aku ingin meminjam buku ini,”


“1 koin untuk 1 buku,”


“Aku tidak punya koin,”


“Jika tidak ada koin, kau bisa menggantinya dengan barang lain,”


“Tapi aku juga tidak punya,”


“Kau ini bagaimana? Mau pinjam buku tapi tidak punya apa-apa,”


“Biar aku yang membayar nya,”


Seorang pria datang dan membayar buku yang kupinjam.


“Terimakasih,” ucap ku


“Kau harus mengganti nya, tidak ada yang gratis,” ucap pria itu.


Aku terkejut dengan perkataan nya, aku kira dia benar-benar baik sehingga ingin membayarkan ku, ternyata aku salah.

__ADS_1


__ADS_2