
Pagi hari pun tiba, Mina terbangun dan bersiap untuk berangkat ke istana untuk menemui putra mahkota Jihoon.
Mina pun berangkat ke istana kerajaan.
#Di istana.
Mina mencari Jihoon kesana kemari, tapi tidak ketemu juga, lalu lewatlah dayang kerajaan yang dulu membantu Mina saat pertama kali datang ke dinasti lampau.
“Anda yang memberikan saya pakaian dan tempat tinggal, kan? akhirnya kita bertemu lagi” ucap Mina sembari tersenyum riang.
“Oh.. nona Mina ya? sebenarnya yang menolong anda itu adalah putra mahkota Jihoon” ucap Dayang itu.
“Ha?!” Mina terkejut.
“Iya, jadi waktu itu putra mahkota lah yang melihat nona keluar dari sebuah portal, lalu dia meminta saya untuk membantu nona, pakaian dan rumah itu bukan milik saya, tapi milik sang putri Hong Jihyo , adik perempuan dari putra mahkota Hong Jihoon” jelas Dayang itu kepada Mina.
Mina terdiam sejenak, mencernah penjelasan dari Dayang itu, jika memang benar begitu, berarti Jihoon awalnya hanya pura-pura tidak mengenal Mina.
Akhirnya Mina mengeluarkan sepenggal kalimat.
“Kalau memang begitu bisa anda beritahukan dimana putra mahkota sekarang?” tanya Mina.
“Yang mulia putra mahkota sedang berjalan - jalan di desa” jawab Dayang.
“Baiklah, terimakasih untuk penjelasan nya, sekarang aku tahu siapa sebenarnya yang membantu ku” Ucap Mina.
Mina berjalan meninggalkan Dayang itu, Mina menuju ke desanya, di perjalanan dia terus terbayang - bayang perkataan Dayang.
Bukk...
Mina menabrak seseorang, Mina mengangkat kepalanya dan ternyata orang yang ia tabrak itu adalah putra mahkota Jihoon.
“Apa kau mencari ku ke istana?” tanya Jihoon.
Mina mengangguk.
“Kenapa ekspresi mu begitu? sepertinya sedang kesal ya?” tanya Jihoon.
“.....”
“Hei jawab aku! apa ada yang kurang hajar padamu? Katakan siapa! akan ku hukum orang yang berani kurang hajar padamu” ucap Jihoon.
Mina menatap tajam ke arah Jihoon.
“Kenapa menatap ku seperti itu?” Jihoon balik menatap tajam ke arah Mina.
“Putra mahkota Jihoon” ucap Mina sembari menatap dalam - dalam mata Jihoon.
__ADS_1
“Hm?” Jihoon mendekatkan wajah nya ke arah Mina.
“Hey terlalu dekat” Mina menjauh dari Jihoon.
“Katakan wahai pengikut ku yang setia, ada apa gerangan dengan engkau?” tanya Jihoon dengan nada yang aneh.
“Kenapa bahasa mu jadi begitu? aneh sekali” ucap Mina.
“Katakan saja ada apa sebenarnya?” tanya Jihoon.
“Kau menipu ku lagi kan?!” tanya Mina.
“Menipu mu? lagi? apa maksud mu?” tanya Jihoon.
“Pertama, kau berbohong tentang identitas mu sebagai putra mahkota. Kedua, kau berbohong bahwa kau tidak mengenal ku sejak awal kita bertemu di perpustakaan, sebenarnya kau yang pertama kali melihat ku keluar dari portal itu kan?, katakan alasan mu berbohong padaku!, dan apakah hutang ku jadi banyak karena hal itu?!” tanya Mina berturut - turut.
“Yang jelas aku tidak bermaksud untuk menipu mu, aku melakukan semua ini agar kau tidak jadi seperti orang asing, aku senang bisa berbicara dan menghabiskan waktu dengan mu seakan kita ini akrab, aku tidak mau kau jadi canggung kepada ku” jawab Jihoon.
“Lalu hutang ku tidak mungkin banyak hanya karena tidak mengenali mu sebagai seorang putra mahkota kan?!” tanya Mina lagi.
“Untuk masalah hutang, aku segaja” ucap Jihoon.
“Kenapa?”
“Aku sengaja melipatganda kan hutang mu agar kau bisa sedikit lebih lama berada di sisi ku” menatap Mina.
“Ya aku menyukai mu” Jihoon tersenyum.
Mina terdiam, jantung nya berdetak lebih kencang, tubuhnya gemetaran,mulutnya serasa di gembok hingga tidak bisa bicara.
“Kenapa kau terdiam? aku hanya bercanda, hahaha, kau pikir aku serius ya” tawa Jihoon.
Mina yang tadi nya terbang di atas awan... tiba-tiba jatuh ke tanah, mulut yang tadi nya tergembok kini serasa akan mengeluarkan bom atom.
“Hey! kau kira itu lucu! itu tidak lucu sama sekali, tadinya aku sudah mau sampai di pintu surga, tapi tiba-tiba kau seperti menendangku jatuh ketanah, untung nya aku tidak jatuh ke neraka! kau ini pria yang menyebalkan!! Menyebalkan!!!” teriak Mina.
“Sepertinya kau yang menyukai ku” Jihoon tersenyum manis.
“A-apa? aku? cih! yang benar saja!” ucap Mina.
“Lalu kenapa saat aku mengatakan bahwa aku menyukai mu kau serasa terbang sampai ke surga? Dan kenapa kau mengatakan kalau kau ibunya Gong Chan? seolah - olah kau berharap menjadi istri ku” ucap Jihoon.
“Aku tidak serius akan hal itu! Intinya aku tidak tertarik pada mu sedikit pun! aku bahkan tidak menganggap kau sebagai seorang pria” ucap Mina.
“Ooh.. begitu ya” tiba-tiba Jihoon memegang tangan Mina.
Mata Mina terbelelang saking terkejut nya, Mina menahan napas nya.
__ADS_1
“Kenapa kau menahan napas mu? kalau kau tewas kan aku yang repot, kau tadi juga bilang bahwa di matamu aku ini bukan seorang pria, jadi tidak perlu menjaga jarak dariku, kita bisa makan bersama, tidur bersama, bahkan mandi bersama kan?” gurau Jihoon.
“Kurang ajar!!!” teriak Mina sembari melepaskan tangan Jihoon yang memegang nya.
“Kenapa? di mata mu kita sama-sama wanita kan?”
“Dimata ku kau seorang pria!!!”
“Lebih baik jika mengatakan nya dari tadi, aku tidak harus mengatakan hal konyol seperti tadi itu” ucap Jihoon.
“Telinga ku jadi geli mendengar perkataan mu, aku jadi meragukan kenormalan mu” ledek Mina.
“Apa?! kau meragukan aku?! aku ini pria sejati!!! aku 100% normal!! tadi hanya asal bicara saja!” ucap Jihoon.
“Iya-iya” ucap Mina.
“Lihatlah, bunga-bunga nya bermekaran” ucap Jihoon.
“Benar, indah sekali bukan?” ucap Mina.
“Kau lebih indah” gombal Jihoon.
“Kau mulai lagi, aku baru tahu ada putra mahkota seperti mu ini, benar-benar berbeda dari yang lain, biasanya hanya ada di drama” ucap Mina.
“Apa itu buruk? putra mahkota macam apa aku di mata mu?” tanya Jihoon.
“Tidak buruk, aku menyukainya, kau putra mahkota yang baik, ramah, bijaksana, cerdas, dan juga tampan” ucap Mina sembari tersenyum manis.
“Terimakasih pujian nya, aku sudah sering mendengar pujian seperti itu, apa tidak ada yang lain?”
“Kau mau aku mengatakan apa?”
“Mengatakan perasaan mu pada ku, mungtahil kau tidak menyukai putra mahkota seperti aku ini, hanya ada satu di dunia ini, apa kau tahu? aku bisa semenyebal kan ini hanya kepadamu, kepada orang lain aku harus bersikap tegas dan bijaksana”
“Begitu ya...” ucap Mina.
“Cepat katakan!”
“Aku menyukai mu sebagai seorang putra mahkota yang ideal, tidak lebih dan tidak kurang” jawab Mina.
“Hanya sebatas itu saja?” tanya Jihoon.
“Iya..”
“Setidaknya aku akan menjawab seperti ini sampai kau juga menyukai ku” batin Mina.
__ADS_1