
Hampir seharian putra mahkota mengajak Mina keliling istana kerajaan, hingga waktu malam pun datang.
"Ini sudah malam, ayo kita kembali ke paviliun" ajak Jihoon.
"Baiklah" jawab Mina sembari tersenyum manis.
"Biasa saja! Aku tidak menyuruh mu tersenyum seperti itu!" ucap Jihoon dengan ekspresi kesal - kesal unyu gimana...gitu.
"Kenapa? Takut diabetes saking manisnya ya?" goda Mina sembari menyenggol tubuh Jihoon.
"Apa yang kau katakan ini, aku tidak mengerti" memalingkan wajah.
Tidak terasa mereka pun sampai di paviliun.
#paviliun putra mahkota.
Jihoon berbaring di atas kasur nya, kasur nya tidak sama dengan kasur yang kita gunakan saat zaman modern, seperti tikar tetapi empuk berisi dakron.
"Karena kau akan tidur, aku berarti boleh pergi, kan?" tanya Mina.
"Siapa yang mengatakan itu? Kau tidak boleh pergi sebelum aku tidur, jadi duduk lah di samping ku" menarik tangan Mina agar duduk di samping nya.
"Kenapa harus aku temani dulu?" tanya Mina.
"Karena itu tugas mu" jawab nya sembari menutup mata.
Beberapa menit kemudian....
Jihoon terlihat sudah tidur, Mina melambaikan tangan nya didepan wajah Jihoon.
"Dia benar-benar sudah tidur" Mina memandang wajah Jihoon.
"Dia tetap tampan meski sedang tidur seperti ini" ujar Mina.
"Dia sangat baik padaku, walau terkadang menyebalkan, apa mungkin dia jatuh cinta pada pandangan pertama pada ku ya?" Mina tersenyum.
"Dasar Mina! Sadarlah.." ucap nya pada dirinya sendiri.
"Tidur lah yang nyenyak.. Aku mau pulang dulu" bisik nya di telinga Jihoon yang tampak nya sudah tidur.
Ketika Mina berdiri dan bersiap untuk pergi, tiba-tiba saja tangan Jihoon menggenggam tangan nya, membuatnya tidak bisa bergerak.
"Tetap lah disini" gumam Jihoon dengan mata yang masih tertutup.
"Apa dia mengigau?" tanya Mina yang gugup karena tangan nya digenggam oleh Jihoon.
Tiba-tiba saja Jihoon menarik tangan Mina yang digenggam nya tadi kedekat nya. Membuat posisi sebagian tubuh Mina berada di atas tubuh Jihoon. Jihoon memeluk nya.
"Apa yang dia lakukan?!" gumam Mina.
"Lepaskan aku!" gumam Mina sembari mencoba lepas dari pelukan Jihoon.
"Mmm" gumam Jihoon.
"Hey! Lepaskan!" Mina berusaha melepaskan diri.
Akhirnya Jihoon melepaskan pelukan nya. Mina segera pergi dari paviliun.
"Dasar!" ucap Mina sembari berjalan pulang ke rumahnya.
#keesokan harinya.
Jihoon bangun, ia bermimpi aneh semalam, dia bermimpi kalau dia memeluk Mina.
__ADS_1
"Selamat pagi, putra mahkota" sapa kasim.
"Iya, apa kau tahu dimana pengikut ku?" tanya Jihoon.
"Maksud yang mulia Kim Mina?"
"Iya"
"Dia akan datang nanti, oh iya, kemarin malam sepertinya dia pergi dengan tergesah - gesah"
"Tergesah - gesah?" tanya Jihoon.
Sepertinya Jihoon tidak ingat apa-apa, mungkin semalam itu dia mengigau.
"Apa ada masalah?" tanya Jihoon lagi.
"Hamba tidak tahu"
"Baiklah"
"Yang mulia putra mahkota harus makan, makanan nya sudah siap" ucap kasim.
"Iya, baiklah" Jihoon memakan makanan yang sudah disediakan di depannya.
*****
Setelah nya, barulah datang Mina.
Mina membungkuk memberi salam.
"Kenapa kau? Tiba-tiba saja memberi salam seperti itu" ucap Jihoon.
"Tentu karena kau adalah putra mahkota" jawab Mina.
"Tidak masalah, aku senang melakukan nya" ucap Mina.
"Terserah kau saja lah, oh iya, kasim ku bilang kemarin malam kau pergi dengan tergesah - gesah, ada apa?" tanya Jihoon.
"Apa kau tidak ingat? Kau memeluk ku dengan sangat erat, aku jadi susah bernafas" ucap Mina.
"Tidak mungkin, aku tidak akan menyentuh orang sembarangan" elak Jihoon.
"Terserah mu, mau percaya atau tidak, kau juga mengatakan kalau kau sangat mencintai ku"
"Aku menyukai mu Mina.. Jangan pergi dariku.., kau mengatakan itu" Mina sengaja ingin membuat Jihoon serba salah.
"Tidak mungkin!! Kau pasti bohong" elak Jihoon lagi.
"Hahaha, iya aku bercanda" Mina tertawa kecil.
"Ah kau ini! Aku jadi serba salah tadi" ucap Jihoon sembari mengelus dada.
"Tapi kau memang memeluk ku" ucap Mina.
"Benarkah?" tanya Jihoon.
"Iya, aku tidak bohong masalah itu"
"Lupakan saja, sekarang bantu aku memakai Hanbok kerajaan ini" ucap Jihoon.
"Baiklah" Mina memasangkan Jihoon Hanbok kerajaan.
*****
__ADS_1
"Selesai" ucap Mina.
"Baiklah, kali ini aku mau latihan memanah, temani aku ya" ucap Jihoon.
Mina mengangguk.
#Di tempat latihan memanah.
Jihoon mulai mengambil busur nya, lalu mengambil anak panah, Jihoon mengangkat busur nya bersiap untuk memanah. Mina melihat dari kejauhan.
Sekitar satu jam Jihoon berlatih memanah, membuat Mina yang menyaksikan nya mengantuk. Lalu Jihoon menyudahi latihan nya dan menghampiri Mina yang hampir tertidur.
"Hei jangan tidur disini" ucap Jihoon.
Mina mendapatkan kembali kesadaran nya.
"Maaf.. Tadi itu sangat membosankan, apa kau tidak lelah hanya memanah selama satu jam?" tanya Mina.
"Tidak, kali ini aku akan memanah mu" Jihoon mengangkat busur nya ke arah Mina.
"Hey jangan lakukan itu!" seru Mina.
"Tidak, aku tidak akan melakukannya" ucap Jihoon.
Jihoon meletakkan busur nya dan menarik tangan Mina agar dia berdiri.
"Kita mau kemana lagi?" tanya Mina.
"Tampak nya kau lelah, kita istirahat saja, bagaimana?" tanya Jihoon.
"Baiklah, jadi aku boleh pulang?" tanya Mina.
"Iya"
"Terimakasih, aku pulang dulu, sampai jumpa" Mina berjalan pulang.
"Aku sangat menikmati menghabiskan waktu dengannya, terasa sangat menyenangkan" batin Jihoon.
"Yang mulia putra mahkota mau kemana lagi hari ini?" tanya kasim.
"Tidak ada, aku ingin istirahat" jawab Jihoon.
"Aku sudah lelah latihan memanah selama satu jam, aku harus menghemat energi ku" ucap Jihoon lagi.
Jihoon masuk ke paviliun nya.
Disamping itu.., Mina berbaring di lantai rumah nya.
"Akhirnya aku bisa istirahat, Jihoon itu sangat mengerti aku rupanya, dari tadi aku bosan dan mengantuk sekali, kehidupan kerajaan itu memang melelahkan, hampir sama lah dengan saat aku belajar untuk ujian kelulusan" ucap Mina.
Mina membaca buku yang di pinjam nya di perpustakaan.
"Buku apa yang aku pinjam ini ya?" mulai membaca.
"Ceritanya dangkal sekali, baru bertemu saja sudah bercinta, ooh.. Jadi ceritanya cinta pada pandangan pertama toh" gumam nya sembari membaca buku.
"Apa si Jihoon itu juga cinta pada pandangan pertama padaku juga ya? Apa itu sebabnya dia memeluk ku saat tidur? Tapi kelihatannya dia tidak ingat apapun tentang hal itu, tidak mungkin dia menyukai ku, aku pun tak tertarik padanya" ucap Gongmi.
Tanpa disadari, ia tertidur pulas di saat tengah membaca buku.
Lalu datang seorang anak kecil ke rumahnya.
"Kakak ini sudah tidur, besok saja aku bicara dengan dia, dia sepertinya mimpi indah, sampai senyum - senyum begitu" ucap nya.
__ADS_1
Anak itu pun menutup pintu rumah Gongmi yang awalnya terbuka.