Back To The Previous Dynasty

Back To The Previous Dynasty
Jisung atau Jihoon?


__ADS_3

Hari itu, Mina dibawa oleh Pangeran Jisung ke suatu tempat, dan Jihoon mengamati dari jauh. Jisung membawa Mina ke pantai.


#Pantai.


Mina sangat suka dengan pantai, ketika dia masih berada di tahun 2020, dia jarang sekali ke pantai.


“Darimana Pangeran tau kalau aku menyukai Pantai?” tanya Mina.


“Aku hanya menembak saja, aku juga suka dengan pantai,” jawab Jisung.


“Luar biasa! indah... sekali. ” ucap Mina sembari menghirup angin segar.


“Kau gadis yang mudah tersenyum, ya?” tanya Jisung.


“Saat berada di waktu ini, aku serasa memiliki kebahagiaan yang tak ada habisnya, dan saat aku kembali... aku akan sangat merindukan semuanya,” ucap Mina.


“Maksudmu apa? kau mau pergi?” tanya Jisung.


“Sebenarnya aku datang dari masa depan, dan dalam jangka waktu 99 hari lagi, aku akan kembali ke masa depan,” ucapku.


“Tolong jangan pergi!” ucap Jisung.


“Aku juga sangat ingin untuk tinggal, tapi aku punya keluarga dan kehidupan di masa depan yang tidak bisa aku tinggalkan,” ucap Mina.


“Tak bisakah tinggal lebih lama lagi? aku sudah kehilangan sahabatku, dan aku tidak mau kehilangan orang yang aku sayangi lagi,” ucap Jisung.


Mina hanya tersenyum, entah dia mengerti atau tidak dengan apa yang dikatakan oleh Jisung.


“Anginnya segar ya?” ucap Mina mengubah topik pembicaraan.


“Benar, segar sekali...”


“Ada banyak kerang disini.” ucap Mina sembari memungut kerang-kerang yang dilihatnya.


Jisung tersenyum melihat tingkah Mina yang seperti bocah. Mina terlihat sangat bahagia, Jisung juga merasa kalau dia memiliki seseorang yang harus dia lindungi, jangan sampai dia kehilangan lagi.


“Mina.... ” panggil Jisung.


“Iya?”


“Kerangnya masih banyak, apa mau diambil semuanya?” tanya Jisung.


“Tidak jadi, aku tinggalkan saja semuanya,”


“Kenapa?”


“Tidak ada tempat dirumahku untuk semua kerang ini. ” ucap Mina sembari tersenyum riang.


“Jangan tersenyum begitu, aku bisa sakit nanti,”


“Kenapa?”


“Kau terlalu manis, aku jadi takut kelebihan glukosa,” gurau Jisung.


Mina dan Jisung tersenyum.


__ADS_1


#Di lain tempat.


Jihoon dan Kasim sibuk mencari keberadaan Mina dan Jisung.


“Mereka kemana?” tanya Jihoon.


“Kita sudah mencari ke rumah pangeran Jisung, tapi mereka juga tidak ada disana,” ucap Jihoon lagi.


“Kita sudahi saja sampai disini, ya?” tanya Kasim sudah lelah.


“Kau pulang saja, akan kucari mereka sendiri!” ucap Jihoon.


“Apa Yang Mulia Putra Mahkota begitu menyukai Putri Mina sehingga kemanapun dan apapun yang dilakukan olehnya harus Yang Mulia ketahui?” tanya Kasim.


“Apa kau rasa aku menyukainya?” tanya Jihoon.


“Benar, terlihat jelas dimata Yang Mulia,” jawab Kasim.


“Lalu... apa kau rasa kakakku Pangeran Jisung juga menyukainya?” tanya Jihoon lagi.


“Hamba rasa juga begitu, kalian terjebak cinta segitiga,” ucap Kasim.


“Menurutmu siapa yang akan dia pilih antara aku dan kakakku?” tanya Jihoon lagi.


“Ini pilihan yang sulit mengenang Yang mulia Putra mahkota dan Pangeran Jisung adalah pria tertampan,” ucap Kasim.


“Tapi mungkin dia akan lebih memilih Pangeran Jisung,” ucap Kasim lagi.


“Apa? kenapa begitu?” tanya Jihoon kesal.


“Karena dia lebih ramah, lembut, sopan, dan lebih baik, jadi wanita serasa menjadi Ratu saat bersamanya,” jawab Kasim.


Kasim tersenyum, Jihoon secara spontan mengatakan hal itu, dia jadi malu.


“Biarkan saja mereka bersama, putri Mina akan kembali dengan sendirinya nanti,” ucap Kasim.


“Baiklah, mari kita kembali ke Istana!”


Kasim dan Jihoon kembali ke Istana.


Sementara itu Mina dan Jisung juga kembali ke rumah masing-masing. Mina mengganti bajunya yang kotor karena memungut kerang, lalu dia memutuskan untuk pergi ke Istana untuk menemui putra mahkota Jihoon.


#Istana.


Mina mencari Jihoon kesana kemari, tapi tidak ketemu juga. Lalu dia bertanya kepada Kasim yang kebetulan lewat.


“Kasim, dimana Jihoon? maksudku putra mahkota,” tanya Mina.


“Putra mahkota sedang ada di perpustakaan pribadinya,” jawab Kasim.


“Mari hamba antarkan calon Ratu ke perpustakaan pribadinya,” ucap Kasim.


“Calon Ratu? apa yang anda maksud?” Mina tersenyum malu.


“Hamba salah bicara, maaf....”


“Tidak masalah,”

__ADS_1


Lalu Kasim mengantarkan Mina ke perpustakaan pribadi Jihoon. Ketika sampai, Kasim langsung pergi karena tidak mau mengganggu mereka berdua, Mina masuk ke perpustakaan.


“Kau sudah datang?” tanya Jihoon.


Mina mengangguk.


“Bacalah buku yang kau suka,” ucap Jihoon.


“Baiklah!” Aku memilih suatu buku dan membacanya disudut ruangan.


Jihoon juga membaca di sudut lainnya, sesekali Mina mencuri pandang ke Jihoon.



Jihoon juga tampak memandang Mina, bukannya membaca bukunya.



“Kenapa dia memandang aku begitu? Jantungku jadi berdetak kencang,” batin Jihoon.


“Bagaimana aku bisa fokus membaca buku?! dia terus memandang aku seperti itu, aku jadi salah tingkah dibuatnya!” batin Mina.


“Kau!” seru Mina dan Jihoon bersamaan.


“Bicaralah lebih dulu!” ucap Mina.


“Tidak, kau saja dulu,” ucap Jihoon.


“Tidak, kau saja,” ucap Mina.


“Wanita lebih dulu,” ucap Jihoon.


Dan pada akhirnya, tidak ada satupun dari mereka yang berbicara.


Petugas perpustakaan pribadi jadi heran dibuatnya, berulang kali Petugas itu melihat ke Mina, lalu Melihat ke Jihoon.


“Kenapa mereka tidak berbicara dan hanya saling pandang begitu? aku jadi rindu masa mudaku saat aku pertama kali menemukan cintaku,” ucap petugas itu.


Kasim yang melihat dari sudut lain perpustakaan tersenyum gemas melihat mereka.


“Aku sangat berharap mereka bisa bersama, aku melihat cinta dimata mereka berdua,” ucap Kasim.


Waktupun berlalu, Mina tertidur di sudut perpustakaan, akhirnya Jihoon mendekatinya dan membawanya ke Paviliun miliknya.


#Paviliun.


Jihoon membaringkan Mina di tempat tidur nya sembari memandang wajah Mina yang semakin cantik saat tertidur.


Kasim masuk ke Paviliun.


“Kenapa Putra mahkota membawa Putri Mina kemari? bagaimana jika ada yang tau?” tanya Kasim.


“Dia hanya sebentar, nanti juga pasti bangun, dia tidak akan bermalam disini, kalau dia bermalam disini pun aku akan pindah tidur ke tempat lain,” ucap Jihoon.


“Baiklah kalau begitu, panggil hamba jika perlu bantuan.” ucap Kasim sembari pergi dari sana.


Jihoon memandang wajah Mina, untuk pertama kalinya dia merasa nyaman berada di dekat wanita, biasanya dia akan menghindari wanita seperti menghindari virus berbahaya.

__ADS_1


Mina benar-benar beruntung, bisa mendapatkan dua hati pria tampan yang diincar oleh ribuan bahkan jutaan wanita. Tapi siapakah yang akan dipilih oleh Mina? Jisung atau Jihoon? atau... dia tidak bisa memiliki salah satunya karena dia hanya punya waktu 99 hari di dinasti ini.


Meskipun begitu, jika memang berjodoh, Mina pasti akan bersama salah satu dari mereka, namun jika tidak berjodoh, maka dia tidak bisa memiliki kedua pria itu.


__ADS_2