Back To The Previous Dynasty

Back To The Previous Dynasty
Yang seharusnya.


__ADS_3

Jihoon membawa Mina pergi dari gudang itu.


“Apa yang akan kau lakukan jika bertemu dengan pangeran Jisung pagi? kau tidak akan menghindar darinya selamanya, Kan?” tanya Jihoon.


“Aku akan memberikan jawabannya besok,” jawab Mina.


Mina berjalan menjauh dari Jihoon, lalu Jihoon menyusulnya.


“Apa jawaban yang akan kau berikan?” tanya Jihoon.


“Menurutmu?” Mina balik bertanya.


“Tolak! akan lebih baik jika kau tolak saja, dia tidak akan sakit hati, banyak wanita yang mengejarnya,” jawab Jihoon.


“Kenapa kau jadi mengaturku begini?”


“Aku hanya memberi saran saja, itu juga tergantung padamu mau menerima atau menolak,”


“Kalau begitu aku akan menerimanya,” jawab Mina.


“Kenapa kau menerimanya?!”


“Aku tidak bisa menolaknya! aku terlalu takut untuk menyakiti perasaan pria sebaik dia,” jawab Mina.


“Dia tidak akan tersakiti!”


“Tetap saja... aku tidak tega,”


“Terserah kau saja!” ucap Jihoon sembari pergi dengan wajah kesalnya.


Jihoon sebenarnya menyukai Mina, tapi dia selalu menyimpan perasaannya itu tanpa diketahui oleh Mina. Jika dia terus begini, maka Mina benar-benar akan menjadi milik pangeran Jisung.


“Mau bagaimana lagi? kau tidak menyukaiku, aku tidak bisa selamanya merasakan cinta bertepuk sebelah tangan,” batin Mina.


Mina mengira Jihoon tidak menyukainya seperti dia menyukai Jihoon. Mina berpikir kalau cinta bertepuk sebelah tangan juga harus ada akhirnya.


Mina pulang ke rumahnya.


#Rumah Mina.


Mina duduk di depan teras rumahnya, melihat penduduk Desa yang lewat depan rumahnya.


Lalu tetangga Mina, yaitu Hongsim datang untuk pertama kalinya ke rumah Mina.


“Hallo, aku adalah tetangga yang tinggal di sebelah rumahmu,” sapa Hongsim.


“Ooh hallo, rumahmu yang ada pohon sakuranya itu ya?” tanya Mina.


“Benar,” jawab Hongsim.


“Selama ini aku tidak bisa berkunjung karena aku sedang kacau,” ucap Hongsim.


“Kacau kenapa? ada masalah apa? aku bisa membantu,”


“Sebenarnya aku punya kekasih , tapi hubungan kami bukan karena cinta, tapi karena perjodohan . Selama ini aku tidak bahagia, sampai akhirnya aku memutuskan dia dan kembali kepada pria yang benar-benar aku cintai,”


“Kau mudah berbagi pengalaman hidupmu ternyata,” ujar Mina.

__ADS_1


“Aku percaya padamu, aku rasa kau bisa dipercaya,”


“Apa menjalin hubungan tanpa perasaan yang tulus itu menyakitkan?” tanya Mina sembari teringat pada kisahnya sendiri.


“Benar, berhubungan bersama pria yang tidak cintai itu sangat menyakitkan, terlebih jika ada pria yang kau cintai berada disekitarmu,”


“Ada seorang pria yang menyatakan cintanya padaku, dia pria yang sangat baik dan juga sangat lembut padaku, tapi aku menyukai adiknya yang menyebalkan dan juga jahil. Aku bingung harus bagaimana,” ucap Mina.


“Apa pria yang kau sukai itu juga balik menyukaimu?” tanya Hongsim.


“Aku rasa dia tidak menyukaiku, tetapi berada di dekatnya membuatku bahagia,” ucap Mina.


“Cinta bertepuk sebelah tangan tidak bisa dengan mudah terlupakan, saranku kau perjuangkan saja cintamu sebelum terlambat,” ucap Hongsim.


“Menurutku lebih baik kau mengungkapkan perasaanmu padanya, jangan pikirkan apa dia akan menerima atau menolak, yang penting kau sudah mengutarakannya,” saran Hongsim lagi.


Mina tersenyum kepada Hongsim, Mina sekarang mengerti, tidak masalah jika merasakan cinta sepihak, asalkan dia bahagia.


“Kalau begitu aku akan memberikan jawaban sekarang!” ucap Mina.


“Iya, pergilah! Semangat ya!!” ucap Hongsim.


Mina mengangguk sembari tersenyum manis, Ia segera menemui pangeran Jisung.


#Rumah Jisung.


Jisung keluar dari rumahnya dan melihat Mina berdiri di halaman rumahnya. Jisung menemuinya.


“Apa kau kemari untuk memberikan jawabannya?” tanya Jisung.


“Benar, tetapi sebelum itu... aku minta pangeran jangan berkecil hati,” ucap Mina.


“Itu....” Mina menundukkan kepalanya.


“Aku sudah siap untuk ditolak, kalau berat bagimu untuk mengatakannya, maka jangan dikatakan. Aku tau kau hanya menyukai adikku, Jihoon.” ucap Jisung sembari mencubit pipi Mina.


Mina tenang sekarang, dia tidak menyangka kalau Jisung sebaik itu, Jisung bisa menyadarinya tanpa harus membuat Mina merasa bersalah karena menolaknya.


“Apa kau baik-baik saja?” tanya Mina.


“Aku baik-baik saja, dari dulu aku selalu kalah selangkah dari Jihoon, dia selalu menjadi yang terpopuler,” ucap Jisung.


“Kau pria yang sangat baik,” ucap Mina.


“Itulah yang selalu mereka katakan padaku,” ucap Jisung.


“Mereka benar, kau pria paling baik yang pernah aku temui,”


“Kau mengatakan hal itu untuk menghiburku setelah kau menolakku?” canda Jisung.


“Tidak, bukan itu maksudku. Aku tulus mengatakan hal itu, aku harap kau mengerti, ”


“Tentu. Pergilah, perjuangkan cintamu!” ucap Jisung.


“Baik! terima kasih!”


Mina tersenyum lalu pergi menuju istana kerajaan untuk menemui Jihoon.

__ADS_1


#Istana kerajaan.


Mina menemui Jihoon.


“Putra mahkota Jihoon....” sapa Mina sembari tersenyum riang.


“Apa yang terjadi? kenapa tiba-tiba berubah begini?” tanya Jihoon sembari membalas senyuman Mina.


“Ada deh....” ucap Mina.


“Aku tidak mengerti. Apa jangan-jangan kau sudah berkencan dengan pangeran Jisung ya?!” ucap Jihoon sembari mengubah nada bicaranya.


“Bagaimana menjelaskannya ya....?”ujar Mina.


“Sudah aku bilang untuk menolaknya! kenapa kau malah menerimanya dan menemuiku dengan wajah bahagia itu?!” ucap Jihoon dengan nada tinggi.


“Kenapa jika aku memang menerimanya?”


“Maka aku akan....”


“Akan apa?”


“Tidak ada, lupakan saja!” ucap Jihoon mengalihkan pandangannya dari Mina.


“Tatap aku!” ucap Mina sembari menolehkan wajah Jihoon agar menatapnya.


“Katakan perasaanmu padaku,” ucap Mina.


“Perasaan apa? aku benar-benar tidak mengerti,” jawab Jihoon.


Jihoon sebenarnya tahu persis apa yang Mina maksud, tetapi dia memilih untuk tidak mengungkapkan perasaannya, karena dari kecil Jihoon memang tipe orang yang tidak bisa mengekspresikan perasaannya dengan baik. Dia hanya akan bereaksi jika perasaannya benar-benar tidak dapat tertahan lagi.


“Apa kau tidak merasakan perasaan apapun terhadapku? apa aku benar-benar tidak menarik di matamu?” tanya Mina.


“Ya... aku merasa kau gadis yang lucu dan terkadang juga aneh,” jawab Jihoon.


“Aku serius!”


“Aku... perutku tiba-tiba sakit, aku mau pergi dulu.” ucap Jihoon mencoba mencari alasan untuk menghindari menjawab pertanyaan Mina.


“Tunggu!” ucap Mina sembari menahan Jihoon.


Cup!


Mina mencium Jihoon tepat di bibirnya.


Jihoon tampak terkejut, dia tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun.



“Aku menyukaimu!” ucap Mina.


“Aku tidak tahu kenapa aku menyukai pria seperti dirimu, tapi... kau sudah terlanjur mencuri sesuatu dariku,” ucap Mina.


“Me-mencuri apa? aku tidak pernah mencuri sesuatu darimu,” tanya Jihoon gugup.


“Hatiku, kau mencurinya dariku, hingga kini hatiku masih ada padamu, apa kau akan mengembalikannya?”

__ADS_1


Jihoon terdiam sembari menatap Mina yang tersenyum manis pada Jihoon. Akhirnya Mina melangkah lebih maju untuk hubungannya.


Kira-kira apa yang akan dikatakan oleh Jihoon? apa dia akan menyatakan perasaannya atau malah mengabaikannya lagi? Dan bagaimana jika Mina kembali ke 2020 nanti?


__ADS_2