Back To The Previous Dynasty

Back To The Previous Dynasty
Permintaan Jisung.


__ADS_3

Keesokan harinya....


Jihoon terbangun dari tidurnya, dia melihat ke sampingnya, namun dia terkejut karena Mina sudah tidak ada di sana.


“Kasim! Kasim!” panggil Jihoon panik.


Kasimpun datang karena panggillan Jihoon.


“Ada apa putra mahkota?” tanya Kasim.


“Dimana Kim Mina?” tanya Jihoon panik.


“Putri Mina memilih tidur di kamar lain istana kerajaan tadi malam, saat Yang Mulia sudah tidur pulas,” jawab Kasim.


“Jadi dia tidak tidur denganku?” tanya Jihoon.


“Jadi begini ceritanya....”


Flash Back.


Saat tengah malam, Mina tidak bisa tertidur, dia menatap Jihoon yang sudah tertidur pulas.


Mina berdiri dan keluar dari paviliun, saat di luar is terkejut melihat kasim yang tiba-tiba muncul di hadapannya.


“Oh, kasim,” celetuk Mina.


“Kenapa putri keluar dari paviliun?” tanya kasim.


“Aku tidak bisa tertidur,” jawab Mina.


“Aku... juga merasa sedikit canggung tidur di ruangan yang sama dengan Jihoon,” tambah Mina.


“Hamba mengerti, itu sebabnya hamba ingin masuk ke paviliun tadi,” ucap Kasim.


“Jadi bagaimana?” tanya Mina.


“Bagaimana kalau putri tidur di kamar lain saja?” usul Kasim.


“Baiklah, ikuti hamba,” ajak Kasim.


“Baiklah,” jawab Mina.


Flash Back off.


“Jadi begitu ceritanya,” ujar Kasim.


“Ooh begitu, sekarang dia dimana?” tanya Jihoon.


“Mungkin sedang berkeliling,” jawab Kasim.


Tanpa berpikir panjang, Jihoon langsung mencari sang pujaan hati.


Di sisi lain....


Mina sedang berkeliling istana kerajaan. Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan pangeran Jisung.


“Oh, pangeran Jisung,” panggil Mina.


Langkah Jisung terhenti, Mina mendekati Jisung.


“Sudah lama kita tidak bertemu,” ucap Mina.


“Benar, aku sibuk belakangan ini,” ujar Jisung.


Jisung mengambil langkah untuk pergi, namun ia berbalik lagi.

__ADS_1


“Mina,” panggilnya.


“Mau menemaniku menonton pertunjukan boneka lagi?” pinta Jisung.


“Hm... baiklah,” jawab Mina.


Mereka pergi untuk menonton pertunjukan boneka untuk kedua kalinya.


#Pertunjukkan boneka.


Saat menonton boneka, Jisung terus menatap gadis yang dia sukai itu. Saat Mina menangkap pandangan Jisung, Jisung mengalihkan pandangannya.


Mina berniat untuk memberitahukan tentang hubungannya dengan Jihoon kepada Jisung.


“Mm... Pangeran Jisung, aku mau memberitahu tentang sesuatu,” ucap Mina.


“Memberitahu apa?” tanya Jisung.


“Aku... berkencan dengan Putra mahkota Jihoon,” ucap Mina.


Jisung menghela napas.


“Kau menyukainya? Kau sungguh mencintainya?” tanya Jisung sembari menatap Mina dalam-dalam.


“Iya, aku sungguh mencintainya!” tegas Mina.


“Tapi pada akhirnya kau akan kembali, bagaimana cinta itu akan bertahan?” tanya Jisung lagi.


“Entahlah, tapi aku yakin, kalau cinta kami benar-benar suci, maka zaman bukanlah penghalang,” ucap Mina.


“Maksudmu cinta kalian dapat menyebrang zaman dan abadi?” tanya Jisung lagi.


“Memang terdengar tidak masuk akal, tapi aku berharap begitu,” gumam Mina.


“Apa maksud pangeran?” Mina bertanya balik.


“Jihoon adalah pewaris tahta, setelah kau kembali maka dia akan menikah dan punya banyak selir, cinta kalian akan menghilang seiring zaman,” ucap Jisung.


“Menurutmu begitu?” tanya Mina lagi.


“Jihoon tidak akan pernah merelakan posisinya sebagai pewaris tahta hanya karena seorang gadis,” ucap Jisung lagi.


Mina terdiam menatap Jisung, Jisung kembali meneruskan perkataannya.


“Tapi aku berbeda, aku bisa melepaskan gelar pangeranku yang tak ada gunanya, aku bisa meninggalkan zaman ini dan ikut denganmu, aku bahkan bisa melupakan identitasku hanya untukmu!” seru Jisung.


“Aku mencintaimu, Kim Mina,” ucap Jisung.


Mina terkejut dengan pernyataan yang diucapkan oleh Jisung, mungkin kata 'menyukai' sudah biasa dia dengar, tapi kata 'mencintai' jarang terdengar oleh Mina.


“Ikutlah denganku, ayo kita ke zamanmu, mari lari dari sini dan hidup bersama!” ajak Jisung.


“Hidup bersama?” Mina sangat tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.


“Bercandamu melewati batas!” ucap Mina sembari meninggalkan Jisung sendiri di pertunjukan boneka tangan.


Jisung memegang kepalanya seperti orang yang sedang sakit kepala.


Jisung lalu pergi ke istana kerajaan untuk bertemu Yang mulia Raja.


#Istana Kerajaan (paviliun matahari).


“Appamama.” Jisung memberi salam kepada ayahnya itu.


“Ada apa putraku pangeran Jisung?” tanya Raja.

__ADS_1


“Appamama, saya ingin segera menikah,” ucap Jisung.


“Menikah? Itu bagus, siapa wanita yang berhasil merebut hatimu?” tanya Raja lagi.


“Kim Mina,”


Jawaban Jisung membuat Raja sangat terkejut, raja tau kalau putranya yang lain, yaitu Jihoon juga menyukai gadis yang sama.


“Selama ini saya selalu menaati setiap perintah Appamama tanpa meminta balasan apapun, kini saya meminta untuk pertama kalinya, tolong nikahkan saya dengan Kim Mina,” pinta Jisung.


Raja tak dapat berkutik. Kedua putranya menyukai gadis yang sama.


“Apa kau tahu bahwa adikmu Jihoon juga menyukai gadis yang sama denganmu?!” bentak Raja.


“Selama ini Appamama selalu membela Jihoon, kau memberikan segalanya pada Jihoon karena dia putra ratu dan aku hanya putra seorang selir!” bentak Jisung.


“Aku hanya meminta Kim Mina, aku tidak mengharapkan gelar pangeran ini! Aku tidak ingin menggantikan Jihoon! Aku hanya ingin mendapatkan cintaku!” seru Jisung.


“Pangeran Jisung!” teriak raja.


Suasana seketika hening. Para dayang menguping pembicaraan antara raja dan pangeran.


“Kau harus bicarakan hal ini kepada adikmu dan kalian buatlah keputusan! Jika kalian tidak mengambil keputusan maka dapat dipastikan bahwa tidak satupun dari kalian akan menikah dengannya!” tegas Raja.


Raja keluar dari paviliunnya, meninggalkan Jisung di sana.


Jisung berdiri tegak dan mengambil langkah untuk menemui Jihoon.


Akhirnya Jisung menemui Jihoon di tepi danau.


#Tepi danau.


Kedua kakak beradik itu saling menatap satu sama lain.


“Apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Jihoon.


“Aku mencintai Kim Mina!” Jisung langsung menyampaikan inti pembicaraan.


“Apa katamu?! Kim Mina adalah kekasihku!” seru Jihoon.


“Aku tahu! Tapi apa kau tak pernah berpikir bahwa kerasnya hidup kakakmu ini?! Kau mendapatkan segalanya, kau selalu menginginkan segalanya tanpa mengorbankan apapun! Sadarilah jika kau menginginkan sesuatu maka kau harus mengorbankan sesuatu juga!” bentak Jisung.


“Kenapa kau jadi seperti ini?!” seru Jihoon.


“Karena aku ingin merasakan bagaimana rasanya mendapatkan sesuatu yang aku inginkan, sebab dari dulu kau yang selalu mendapatkan apa yang aku mau!” jawab Jisung.


“Kau salah, aku bisa melepaskan gelarku, tapi tidak cintaku! Aku akan melawan siapapun yang menghalangiku, termasuk dirimu!” tegas Jihoon.


“Kalau begitu, lawan aku sekarang!” teriak Jisung.


Jihoon terkejut, bagaimana bisa kakak laki-laki nya yang lembut dan baik hati bisa berubah menjadi pria yang egois dan iri hati, sehingga berniat memisahkan dirinya dan Mina.


Tentu saja Jihoon tidak akan melepaskan gadis yang ia cintai hanya karena kakak laki-laki nya menginginkan hal itu.


Bagaimana kelanjutan?? Next up.


.


.


Sembari menunggu Back to the previous dynasty update, author punya rekomendasi Novel yang alurnya gak ngebosenin dan bikin ketagihan!



__ADS_1


__ADS_2