Back To The Previous Dynasty

Back To The Previous Dynasty
Siapa Mira?


__ADS_3

#Paviliun Jihoon.


Jongmin sedang berada di paviliun Jihoon, dia ingin tahu kenapa sahabatnya itu beradu pedang dengan emosi, terlebih saat melawan pangeran Jisung.


“Katakan apa masalahnya?” tanya Jongmin.


“Karena kau adakah sahabat yang paling aku percaya, maka aku akan memberitahukan masalahku padamu, tapi jangan beri tahu siapapun, aku tidak mau kakak laki-lakiku Jisung mendapat masalah!” pinta Jihoon.


“Kau bisa percaya padaku, sebagai seorang sehabat sekaligus pengawal pribadimu.”


“Jisung hyung ternyata juga menyukai Mina, dia tidak mau mengalah dan akan melawanku jika aku tidak melepas Mina.”


“Pangeran Jisung sungguh mengatakan hal itu?”


“Ya, aku juga tidak menyangka dia akan begitu berubah hanya karena rasa sukanya kepada Mina.”


“Menurutku, pangeran Jisung melihat Mina seperti melihat sahabatnya yang dia cintai dulu,” ucap Jongmin.


“Sahabat yang dia cintai? Siapa?” tanya Jihoon terkejut.


“Mira.”


“Mira? Namanya hampir mirip dengan Mina.”


“Bukan hanya nama, tapi juga wajahnya.” perkataan Jongmin membuat Jihoon terkejut sekaligus bingung.


“Wajahnya?” tanya Jihoon.


“Benar, wajahnya mirip dengan Mina. Jujur saja, saat pertama kali melihat Mina, aku juga berpikir kalau dia adalah Mira,” jawab Jongmin.


“Bagaimana bisa? Ini pasti hanya kebetulan, tapi... dimana Mira sekarang?” tanya Jihoon lagi.


“Itulah yang menjadi misteri hingga saat ini, Mira menghilang tanpa jejak dan kabar. Sebagian orang mengatakan dia sudah tiada, sebagian lagi mengatakan kalau dia diculik oleh arwah,” jelas Jongmin.


“Itu sama sekali tidak masuk akal!” seru Jihoon.


“Shaman Jang menolak menjawab setiap pertanyaan terkait Mira,” ujar Jongmin.


“Tetapi, kau benar-benar tidak tahu siapa Mira?” tanya Jongmin.


“Aku tidak tahu,” jawab Jihoon.


“Kau tidak tau atau tidak ingat? Setauku, dia menghilang saat kau sakit parah, setelah kepergiannya, kau sembuh. Hal itu membuat orang-orang percaya kalau dia adalah sihir buruk bagimu.”


“Aku benar-benar tidak tau akan dirinya.”


Kasim diam-diam menguping pembicaraan mereka. Mendengar kisah Mira kembali di ceritakan, kasim langsung masuk dan memotong pembicaraan mereka.


“Oh, kasim Cho? Kau kenapa? ” tanya Jihoon.


“Maafkan hamba, tapi kenapa kalian membicarakan Mira? Gadis yang sudah lama menghilang itu,” tanya kasim.


“Kau menguping?!” tanya Jongmin.


“Tidak sengaja terdengar ke telinga hamba,” alasan Kasim.


“Apa benar Mina sangat mirip dengan Mira? Siapa Mira itu?” tanya Jihoon penasaran.


“Mira adalah putri perdana menteri Kim Min Seok, dia adalah sahabat pangeran Jisung sejak kecil, kabarnya dia sangat menyukaimu, sehingga dia meracunimu karena tak mau kau jadi milik orang lain,” jelas kasim.


“Meracuniku?” tanya Jihoon tak percaya.


“Itu hanya pendapat kosong belaka,” ucap Jongmin.

__ADS_1


“Benar, menurut hamba, Mira adalah gadis yang cantik dan baik hati. Tetapi sejak ayahnya perdana menteri Kim tewas dibunuh, citra Mira menjadi kotor,” ucap Kasim.


“Kenapa aku tidak bisa mengingat apapun tentangnya?” tanya Jihoon.


“Mungkin karena sakitmu itu, kau jadi melupakan banyak hal,” jawab Jongmin.


“Kisah Mira adalah misteri. Tidak ada yang tahu kisah sebenarnya, orang-orang hanya membuat kisah bohong tentangnya,” tambah kasim.


“Apa mungkin... Mina adalah renkarnasi Mira?” tanya Jihoon.


“Itu tidak masuk akal, kita tau Mina dari masa depan,” sangkal Jongmin.


Jihoon memikirkan segala kemungkinan. Mengapa kisah Mira mengusik benaknya? Jika benar pangeran Jisung memaksa untuk memiliki Mina karena kemiripannya dengan Mira, maka Jihoon harus bisa mengungkapkan siapa Mira sebenarnya.


“Aku akan menemui Kim Mina.” Jihoon pergi mencari Kim Mina.


*****


#Rumah Mina.


Jihoon datang ke rumah Mina.


“Kim Mina... apa kau ada di rumah?” Jihoon perlahan membuka pintu dan masuk ke dalam rumah Mina.


“Mina....” panggil Jihoon.


Tiba-tiba ada yang memegang pundak Jihoon. Jihoon merasa sangat tegang, bahkan dia tak ingin menoleh ke belakang.


“Jika kau arwah yang bergentayangan maka pergilah... jangan ganggu aku, jika kau menggangguku maka akan aku masukkan kau ke penjara arwah....” mulut Jihoon berkomat-kamit saking takutnya.


“Hey Hong Jihoon!”


“Kenapa seperti suara Mina?” gumam Jihoon.


Jihoon berbalik dan melihat Mina.


“Ternyata kau Mina, aku hampir saja menyerangmu karena aku pikir kau pencuri, untung kau bicara, kalau tidak pasti aku terlanjur....”


“Terlanjur kabur?” tanya Mina memotong pembicaraan Jihoon.


“Terlanjur menghajarmu, aku kan sangat kuat dan pemberani,” alasan Jihoon.


“Kalau tidak salah tadi kau mengira aku adalah arwah yang bergentayangan, dan kau juga bilang akan memasukkan aku ke dalam penjara arwah, sungguh omong kosong,” ledek Mina.


“Aku tidak pernah mengatakan hal itu,” elak Jihoon.


“Kau mengatakannya!”


“Aku tidak mengatakannya!”


“Kau mengatakannya!”


“Aku tidak....” perkataan Jihoon terhenti karena Mina memelototinya.


“Baiklah, aku akui aku mengatakannya.” Jihoon akhirnya mengaku.


“Jadi... kenapa kau mencariku? Kau merindukan aku?” tanya Mina sembari memperlihatkan senyum manisnya.


“Iya, aku sangat merindukanmu, aku tidak mau kehilanganmu,” ucap Jihoon sembari membalas senyuman Mina.


“Oh iya, apa kau tahu gadis bernama Mira?” tanya Jihoon.


“Mira? Dia adalah sahabat pangeran Jisung, katanya dia sangat mirip denganku, apa benar?” Mina kembali bertanya.

__ADS_1


“Entahlah, aku juga tidak tahu.”


“Hm... sebenarnya tadi pangeran Jisung tiba-tiba bertingkah aneh,” ucap Mina.


“Apa maksudmu?”


“Dia tiba-tiba mengatakan bahwa dia mencintaiku, aneh sekali kan?” tanya Mina sembari tersenyum kecil.


“Lalu apa yang kau katakan?” tanya Jihoon.


“Aku hanya menganggap dia sedang bercanda, lalu pergi begitu saja,” jawab Mina.


Mina berdiri dan keluar dari rumahnya. Jihoon menyusulnya keluar.


“Rasanya aku sudah pernah kemari sebelumnya,” ujar Mina.


“Bagaimana mungkin?”


“Entahlah, ini hanya perasaanku saja.”


“Kim Mina, kau tidak akan meninggalkanku bukan?” tanya Jihoon.


“Aku tidak ingin meninggalkanmu dan semua yang ada di sini, akan tetapi... aku tetap harus kembali nanti,” jawab Mina.


“Jihoon....” panggil Mina.


“Ya?”


“Akankah cinta kita dapat bertahan saat aku sudah tak ada di sini lagi?” tanya Mina.


Jihoon tiba-tiba berjalan ke arah Mina dan memeluknya dari belakang.



“Aku akan selamanya mencintaimu,” bisiknya di telinga Mina.


“Aku akan menemuimu di manapun kau berada, dan aku akan selalu mencintaimu hingga ke kehidupan berikutnya,” tambah Jihoon.


Bagaimana dengan kehidupan sebelumnya? Apakah saat itu kita juga saling mencintai satu sama lain? Kenapa aku merasa kalau kita sudah saling mengenal sejak lama?


“Hei Mina.” Jihoon menjentik telinga Mina.


“Aduh sakit! Kenapa kau menjentik telingaku?!” seru Mina.


“Kau jadi sangat menggemaskan saat marah.” Jihoon mencubit pipi Mina.


“Lepaskan!” Mina melepaskan tangan Jihoon dari pipinya.


Cup!


Jihoon tiba-tiba mencium bibir kekasihnya itu dan tersenyum.


Mina memicingkan matanya sehingga membuat Jihoon tersenyum dan kembali mengecup bibir mungil merah jambu Mina.


Cup!


“Aish!” Mina melepaskan pelukan Jihoon dan masuk ke rumahnya.


Saat Jihoon hendak masuk ke rumah Mina, Mina menutup pintunya hingga menghantuk kepala Jihoon.


Plak!


Hidung Jihoon terhantuk di pintu rumah Mina.

__ADS_1


“Aduh hidungku yang sempurna....” ujarnya sehingga membuat Mina yang ada di dalam rumah terkekeh.


__ADS_2