
Mina pov :
Hari itu aku tersesat, untung nya ada kepala desa itu, walau dia terlihat memiliki sisi pria dan wanita tapi dia orang yang baik, dia mengutus seseorang bernama Wang untuk mengantarku pulang.
Di perjalanan :
“Sebenarnya rumahmu ada dimana?” tanya Wang.
“Aku tidak tahu pasti, tapi aku ingat ada pohon sakura di samping rumah ku,” Jawab ku.
“Sakura asli?” tanya nya.
“Tidak tahu, itu punya tetangga ku,” jawab ku.
“Berarti itu di rumah Hong sim,” ujar Wang.
“Mungkin..., antar kan saja aku, ya?” pinta ku sembari menunjukkan ekspresi memelas.
“Iya - iya,”
“Oh iya, apa kau bisa membantuku lagi?” tanyaku.
“Apa lagi?? Kau sudah cukup merepotkan.” jawabnya acuh tak acuh
“Tolong bantu carikan aku pekerjaan ya... Sekali ini... Saja.” pinta ku dengan ekspresi seperti kucing yang kelaparan.
“Baiklah... tapi sekali ini saja ya,”
“Iyaa,”
Sekian lama kami berjalan, akhirnya kami sampai di rumah ku.
__ADS_1
“Terimakasih atas bantuannya. ” ucap ku sembari membungkuk kan badan.
“Ingat yang aku bilang, pekerjaan disini sangat berat, jadi kau harus kuat,”
“Baik, aku akan ke rumah nyonya Cha nanti,” ucap ku penuh semangat.
Wang pun pergi, mendengar perkataan Wang di jalan tadi aku sungguh berpikir mendapatkan pekerjaan lebih mudah, aku hanya harus mencari cincin dan mendapatkan 10 koin, dengan itu hutang ku akan lunas, hutang ku hanya 2 koin, seharusnya sih 1 koin, tapi pria itu ( jihoon ) meminta di lipat gandakan jadi 2x lipat.
Aku masuk ke rumah ku, hanya tersisa satu makanan saja untuk ku makan, tanpa berpikir aku langsung memakan nya, nanti kan aku dapat uang, bisa beli lagi.
Beberapa jam telah berlalu, kini saat nya aku bekerja mencari cincin, aku pergi ke rumah nyonya cha yang sudah diberitahu oleh Wang.
* Di rumah ny. Cha *
Aku sudah sampai di rumah ny. Cha, kelihatannya dia cukup berduit ketimbang yang lain.
“Ny. Cha, saya dengar cincin anda hilang,” ujar ku.
Senyuman nya tidak terlalu manis, mungkin karna faktor usia, hahahaha.
“Nona....” panggil nya
“Iya....”
“Oh sudah ketemu ya?” tanyaku rada ngawur.
“Sudah, tapi sangat sulit untuk mengambil nya, kalau kau bisa mengambil nya maka akan kuberikan 10 koin,”
“Diterima, sekarang dimana cincin itu?”
“Ayo aku antar,”
__ADS_1
NY. Cha mengajak ku ke belakang rumah nya, bau tidak sedap terima dari sebuah tong dari tanah liat, aku tidak tau tong itu disebut apa disini, tapi yang pasti isinya sangat menjijikkan.
Isinya adalah....
Adalah... Kotoran ternak!
“Ini, di dalam sini,”
“Apa?! Di dalam tong isi kotoran ini?!” tanyaku terkejut bukan main.
“Iya, tidak sengaja masuk ke sana,”
“Pekerjaan disini memang sulit, haduh... ini sangat menjijikkan,” batinku.
Aku hendak memasukkan tanganku ke dalam sana, tapi bau nya langsung menusuk hidungku, air mata ku menetes, ini konyol sekali....
“Cepatlah!” seru ny. Cha
“Kau mau atau tidak?” tanya ny. Cha tidak sabaran.
“Pekerjaan ini benar-benar tidak layak,” ucap ku.
“Jangan banyak protes, lakukan saja!” suruh nya.
“Apa aku akan mengorbankan tangan ku yang putih mulus hanya karena 10 koin? tidak...” batinku.
“Hey cepat!”
“Kau saja!” aku memasukkan tangan ny. Cha ke dalam tong itu lalu kabur.
“Hey! Gadis kurang hajar!” teriak ny. Cha dengan tangan penuh kotoran.
__ADS_1
Aku sudah kabur... Aku lolos. Mana mungkin aku mengotori tangan mulusku.