Back To The Previous Dynasty

Back To The Previous Dynasty
Cari perhatian.


__ADS_3

Mina tidur di paviliun putra Mahkota, tanpa disadari Jihoon ikut tertidur di samping Mina. Lalu Kasim pun datang, dia sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya.


“Bagaimana ini? Sang Ratu menuju kemari dan mereka tidur berduaan seperti ini?! Putra mahkota memang tidak bisa dipercaya kalau sedang bersama gadis yang dia sukai,” Kasim panik.


Kasim pun membangunkan Jihoon.


“Putra mahkota, bangun...!”


Jihoon masih belum bangun.


“Putri Mina, bangun....!”


Mina juga tidak terbangun.


“Kenapa membangunkan dua orang ini sangat sulit! Bahkan lebih sulit dari permintaan putra mahkota dulu yaitu membawakannya kecebong yang baru lahir dari seekor katak,”


Benar-benar permintaan yang aneh.


Mau tidak mau, Kasim akhirnya ingin membawa Mina ke tempat lain, tapi karena sudah tua, dia takut pinggang nya akan bermasalah nanti. Lalu dia meminta bantuan kepada Pengawal pribadi Jihoon yaitu Chang.


“Tolonglah... Jika Ratu melihat mereka bersama, bisa tamat riwayat kita semua,” pinta Kasim.


“Kenapa tidak bilang dari tadi?!”


Chang segera menggendong Mina.


“Dimana akan diletakkan?” tanya Chang.


“Di....”


“Apa yang kalian lakukan?!” Jihoon tiba-tiba datang.


“Kami hanya....”


“Oho! Kenapa kau menggendong Mina?! Cepat berikan padaku!” ucap Jihoon emosi.


“Ta-tapi....”


“Sang Ratu akan segera sampai disini,” ucap Chang .


“Apa? Ratu? Cepat-cepat letakkan dia disini saja!” ucap Kasim.


Chang membaringkan Mina di tikar yang telah disediakan Kasim. Lalu Mina diberi bantal.


“Berani-berani nya kalian membaringkan dia disini!” ucap Jihoon.


“Sang Ratu telah tiba...!” ucap Kasim.


“Ayo cepat kembali ke paviliun!” Chang menarik tangan Jihoon pergi.


Lalu tinggallah Mina yang tertidur nyenyak.



#Paviliun.


Jihoon sudah bersiap-siap di tempatnya.


Sang Ratu masuk.


“Kenapa Ibunda datang begitu tiba-tiba?” tanya Jihoon.


“Ibu hanya ingin memberi tahu bahwa besok kamu pasti akan dipanggil oleh Raja,” ucap Ratu.


“Memberi tahu tentang apa?” tanya Jihoon.


“Karena negeri kita belakangan ini tidak turun hujan, maka kamu pasti akan diperintahkan untuk melakukan ritual hujan di desa,”


“Kenapa harus aku?”

__ADS_1


“Karena Ayah mu sang Raja tidak dapat datang karena sedang tidak sehat, jadi mungkin kamu yang mungkin akan diperintahkan,”


“Aku tidak mengerti satupun tentang ritual itu,”


“Lihat saja keputusan Raja nantinya,”


Ratu pergi. Tanpa memikirkan yang dikatakan Ratu, dia segera menemui Mina.


Sesampainya di tempat dia meninggalkan Mina, terlihat Mina sudah bangun dan menatapnya dengan sinis.


Jihoon secara perlahan mendekati Mina.


“Kau sudah bangun rupanya,” ucap Jihoon.


“....” wajah marah.


“Aku bisa menjelaskan nya, jadi tadi itu....”


Mina mendekat ke Jihoon, membuat Jihoon tak bisa menyambung kata-katanya. Jihoon mundur perlahan, dan setiap Jihoon mundur, Mina akan semakin mendekati nya.


“Hei jangan dekat-dekat! Aku seorang putra mahkota! Kau tau itu kan?!” ucap Jihoon.


Mina tetap berjalan maju, dan....


Bukk....


Jihoon terjatuh.


“Hahahaha....” Mina tertawa.


“Kakiku sakit sekali....” ucap Jihoon sembari memegang lututnya.


“Kau terluka?” Mina cemas.


“Lututku rasanya perih,”


“Jangan asal buka saja!” ucap Jihoon.


“Lututmu terluka, tolong maafkan aku....” ucap Mina merasa bersalah.


“Sebenarnya luka ini....”


“Huuu....” Mina meniup lukanya.


Jihoon terdiam sembari memandang Mina yang khawatir dengan lukanya, dia memutuskan untuk pura-pura merasa kesakitan, sebenarnya luka itu bukan karena Mina, tapi karena kelalaian Jihoon yang berlari saat menuju ke tempat Mina.


“Tunggu disini ya, aku mau ambil obat dulu. ” ucap Mina sembari meninggalkan Jihoon.



Jihoon memeriksa apa Mina sudah pergi atau belum, setelah memastikannya dia tertawa.


“Hahaha, dia sangat menggemaskan,” tawa Jihoon.


Lalu Mina kembali, dia mengolesi obat pada luka Jihoon.


“Ah... Sakit sekali....” rengek Jihoon.


“Tahanlah, apa masih sakit?” tanya Mina.


“Masih, sakit dan perih....”


“Sepertinya butuh di akupunktur,”


“Akupuntur? Jangan... ini hanya luka kecil saja, lihat. Tidak sakit lagi.” ucap Jihoon sembari menggerakkan kakinya.


“Tadi kau bilang....”


“Itu kan tadi, sekarang sudah tidak apa-apa,”

__ADS_1


“Baguslah kalau begitu, oh iya, bagaimana lututmu bisa terluka? Saat kau jatuh tadi... kau terduduk, jadi seharusnya yang sakit itu... bagian belakangmu, kenapa malah lutut?”


“Lupakan saja, kau ini sudah bersalah mengelak pula,”


“Aku tidak mengelak, aku memang salah, hanya saja... aku merasa ada yang aneh, apa bagian belakangmu tidak apa-apa?” tanya Mina.


“Jika aku bilang bagian belakangku sakit, apa kau juga akan menyentuhnya untuk memberikan obat?” gurau Jihoon.


“Tidak, tidak akan!”


“Tapi ini karena salahmu,” gurau Jihoon.


“Aku tidak mau menyentuh putra mahkota, bisa-bisa aku dalam masalah,”


“Tapi kau sudah sering menyentuhku, berapa kali ya? Hm...2 kali? tidak-tidak, mungkin 5 kali atau lebih. ” gurau Jihoon lagi.


“Kau ini benar-benar!” Mina menahan diri, kalau Jihoon terluka lagi, maka masalah akan bertambah.


Jihoon tersenyum, sedangkan Mina tampak kesal.


“Ada yang menyejukkan,” ucap Jihoon.


“Apanya yang menyejukkan?! gerah sekali,” ucap Mina.


“Tentu saja ada! Wajahku menyejukkan, jika kau merasa gerah, pandang saja wajahku, nanti kau akan merasa sejuk,” ucap Jihoon.


“Omong kosong apalagi itu?!”


“Pandang wajahku!” ucap Jihoon sembari menolehkan wajah Mina agar menatap wajahnya.


“Bagaimana? sejukkan?” tanya Jihoon dengan tangan yang masih memegang pipi Mina.


“Jantungku berdebar kencang, bagaimana ini?” batin Mina.


“Aku menyukainya, setiap aku mendekatinya dengan sikap seorang putra mahkota , dia seakan menjauh, tapi ketika aku bersikap seperti pria menyebalkan, dia seakan memang ditakdirkan untukku,” batin Jihoon.


“Gerah!” teriak Mina sembari menyingkirkan tangan Jihoon dari pipinya.


“Apa?”


“Aku semakin gerah melihat wajahmu,”


“Itu berarti kau terpesona olehku,”


“Tidak....”


“Pipimu memerah. ” ucap Jihoon sembari tersenyum.


“Benarkah?” tanya Mina sembari memegang pipinya.


“Aku mau pergi saja, disini sangat panas!” ucap Mina sembari pergi.


Mina pulang ke rumahnya.


#Rumah Mina.


Mina berbaring di lantai.


“Apa yang harus aku lakukan? Aku merasa sangat nyaman disini, tapi aku juga harus kembali meninggalkan semua ini, bahkan semuanya tidak bisa menjadi kenangan, karena begitu aku kembali, tidak akan ada satupun yang akan tinggal di memoriku,semua akan dihapus, ”


“Bahkan aku tidak akan mengingat Jihoon, aku menyukai seseorang yang tidak akan pernah bisa aku miliki,”


Mina sangat sedih mengingat dia dan Jihoon berbeda jaman. Mina adalah gadis dari masa depan, yaitu tahun 2020. Sedang Jihoon adalah putra mahkota dari dinasti lampau, yaitu tahun 1392.


“Tapi tidak masalah! Aku akan menikmati semua ini sebelum segalanya menghilang dari ingatanku, walau hanya kebahagiaan sementara, tapi aku bersyukur bisa merasakannya, walau pada akhirnya akan terhapus.” ucap Mina sembari melihat gelang yang Jisung berikan.


“Semua orang sangat baik disini, sungguh kebahagiaan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya,”


Mina berharap yang terbaik untuk segalanya.

__ADS_1


__ADS_2