
Alana sedang berada di dalam kamarnya. Rayhan dengan telaten mendampingi istrinya, tangannya juga tak tinggal diam. Sudah beberapa kali dia mengoleskan minyak kayu putih ke telapak tangan dan kaki istrinya, sesekali juga di arahkan botol minyak kayu putih tersebut ke rongga hidung istrinya.
Setelah benerapa menit, akhirnya alana tersadar. Alana mengerjapkan matanya. Alana mulai mengingat kembali kejadian beberapa menit yang lalu. Meneteslah air matanya kala mengingatnya.
" Al." panggil rayhan dengan khawatir. Rayhan iba melihat keadaan istrinya yang miris. Setelah di khianati oleh mantan calon suaminya, sekarang dirinya pun juga harus menerima kenyataan bahwa dirinya hanya anak angkat di keluarga ini.
Alana hanya menoleh sambil menangis terisak.
" Masih ada saya, saya adalah suamimu sekarang. Kamu butuh sandaran dan ketenangan, sini!" ujar rayhan sambil merentangkan tangannya.
Alana yang mendengar penuturan rayhan segera menghambur ke pelukan sang suami. Rasa sesak dan sakit yang sedari tadi ia pendam di dalam hatinya, ia tumpahkan ke dalam pelukan suaminya melalui isak tangisnya.
Hiks...hiks...hiks...
" Menangislah al! Aku akan selalu ada disisimu, keluarkan semua rasa sesak, pedih dan sakit hatimu sekarang dengan menangis!" ucap rayhan lembut sambil mengelus-ngelus punggung istrinya, berharap bisa mengurangi semua kegundahan istrinya.
Hiks...hiks...hiks
Rayhan juga merasa sesak ketika mendengar isak tangis istrinya. Sungguh malang nasib istrinya batinnya. Ada rasa ingin melindungi ketika bersama istrinya. Ada rasa ingin menjaga dan membahagiakan istrinya dalam hatinya.
Apakah dirinya sudah mulai tumbuh rasa terhadap istrinya sendiri? Rayhan sendiri juga belum faham terhadap apa yang di rasakannya. Yang jelas apa yang ada dalam fikiran dan hati rayhan adalah ingin menjaga, melindungi serta membahagiakan alana.
" Mas." panggil alana dengan suara bergetar menahan tangisnya tumpah lagi.
" Iya."
" Apakah mas juga akan meninggalkan ku? Apakah mas besok ingin bercerai dariku?" tanya alana menahan gejolak dalam hatinya.
Mendengar pertanyaan alana, membuat hatinya sesak kala alana mengucap kata bercerai. Tapi, jauh dalam lubuk hatinya masih ada nama seorang gadis yang masih sangat di cintainya, gadis itu pernah mengisi kekosongan hatinya.
__ADS_1
Namun, gadis itu pergi tanpa pamit kepada rayhan, membuat rayhan kelimpungan mencari keberadaannya. Setelah rayhan mengutus orang kepercayaan nya, akhirnya rayhan mengetahui keberadaannya.
" Mas." panggil alana lagi. Melihat rayhan yang diam berfikir membuat hatinya sakit. Akankah dia juga kehilangan orang yang satu-satunya ada di pihak dirinya?
" Kalau mas rayhan mau berpisah nggak papa, toh emang pernikahan kita ini juga karena di paksakan." ujar alana tersenyum getir.
" Tidak al. Saya tidak akan menceraikan kamu." jawab rayhan yakin dengan keputusannya.
" Benarkah? Jangan di paksakan mas, toh kita juga tak saling memiliki rasa." ucap alana.
" Saya tidak akan menceraikan kamu al, dengarkan saya. Mari kita mulai semuanya dari awal! mari kita saling membuka hati masing-masing! Seiring berjalannya waktu, saya yakin cinta itu akan muncul dalam diri kita." ujar rayhan sungguh-sungguh.
" Tapi mas nggak merasa terpaksa?"
" Tidak al. Pernikahan kita memang berawal dengan sebuah paksaan, tapi jika kita saling membuka hati masing-masing, semua tidak akan merasa terpaksa."
" Terima kasih mas." ucap alana sambil tersenyum.
Seperti kata pepatah Witing tresno soko kulino yang berarti Cinta hadir karena terbiasa.
*****
" Bu, mengapa ibu cerita semua kepada alana?" tanya ayah kepada ibu yang sedang ada diruang tamu.
" Sudahlah yah, alana sudah besar, sudah punya suami pula. Sudah saatnya alana tau semuanya." jawab ibu ratna.
" Pikirkan hatinya dia bu! Pasti dia sangat terpukul. Setelah dia di khianati calon suaminya sekarang dia menerima kenyataan pahit kalau dirinya bukan anak kandung kita."
" Apa?" bukan ibu yang menjawab, melinkan siska yang baru datang dari kantor tak sengaja mendengar penuturan sang ayah.
__ADS_1
" Siska." ucap ayah dan ibu barengan.
" Tadi ayah bilang apa?" tanya siska lagi. Tidak mungin dirinya tadi salah mendengar fikirnya.
" Ayah tidak bilang apa-apa nak." jawab sang ayah menutupi rasa gugupnya.
" Tadi siska dengar yah, siapa yang bukan anak kandung ayah dan ibu?" tanya siska lagi penasaran.
" Bukan siapa-siapa nak." jawab ibu.
" Pasti kamu salah dengar nak, itu tadi kita ngomongin teman ayah dulu ya bu." jawab ayah.
" Emm iya, mungkin siska salah dengar kali ya." ucap siska mulai percaya.
" Emm oh iya, mengapa kamu sudah pulang nak?" tanya ayah mengalihkan pembicaraan.
" Perut siska nggak enak yah, rasanya seperti ingin mual." ujar siska.
" Memang seperti itu kalau kandunganmu masih muda nak, nanti setelah trimester kedua, perutmu tidak akan merasa mual lagi." ucap ibu.
" huft... Lama sih bu, aku pikir hamil itu enak. Ya sudah siska mau ke kamar, mau istirahat. Siska mau di buatin rujak ya bu!"
" Emm tapi kan kita nggak punya pohon buah nak." ucap ibu.
" Ya ibu tinggal beli lah bereskan, siska mau ke kamar dulu, pokoknya nanti sore siska mau rujak itu buatan itu." perintahnya kepada ibu, lalu segera melangkah menuju kamarnya.
" huft... Ya sudah yah, ibu mau ke toko buah dulu. Anakmu kalau tidak dituruti kemauannya bisa marah nanti." ujar ibu lalu melangkah pergi.
bersambung....
__ADS_1
jangan lupa like, comen, vote dan jadikan favoritya 😚😚 dukungan mu sangat berarti bagi author 🤗🙏🏻 Terima kasih 😊🙏🏻