Balas Dendam Pasangan Kekasih

Balas Dendam Pasangan Kekasih
bab. 19


__ADS_3

" Mas pamit ya, jaga diri baik-baik."


" Hati-hati mas."


Setelah rayhan dengan motornya menghilang dari pandangan, alana segera masuk untuk ikut sarapan bersama keluarganya.


" Mau kemana rayhan pagi-pagi begini mbak?" tanya siska.


" Mau keluar kota." jawaba alana singkat.


" Gaya nya aja mau keluar kota, palingan juga ma....."


" Siska, segera habiskan makananmu!" perintah mahendra.


" Ayah... Siska belum selesai bicara."


" Sudah-sudah ngapain pada berdebat sih. Cepat dimakan makanan kamu sayang, kasihan si dede di perutmu sudah lapar." ujar ibu ratna berkata lembut kepda siska.


" Hmm iya bu."


Mereka pun menyantap makanannya dengan tenang, berbeda dengan alana yang merasa sedikit risih dengan tatapan reza yang terus mencuri pandang kepadanya.


" Hmm mas, kita honeymoon yuk, ah tidak, kita babymoon yuk." ajak siska oada reza.


" Hmm kemana?" jawab reza.


" Aku sih pingin keliling dunia sebenarnya. Tapi melihat kondisiku yang masih hamil trimester awal begini, gimana kalau kita ke bali saja." ucap siska antusias, siska berniat pamer kemesraan di depan kakaknya, Alana.


" Boleh, kita berangkat akhir pekan aja ya." ujar reza dengan masih sesekali melirik alana.


' sial! Rasa itu benar-benar telah hilang dalam hatimu al, apa sih istimewanya sopir itu?' batin reza.


Alana masih diam mendengar ocehan mereka.


" Emm mbak al mau ikut?" tanya siska dan alana hanya menjawanya dengan menggeleng. Tumben nawarin batinnya.

__ADS_1


" Hmm yah nggak mau ya, Kita nanti disana bisa healing bareng lo mbak!" ujar siska lagi dan alana tetap menggeleng menjawab " Tidak usah, tidak perlu." jawabnya.


" Hmm ya sudah, mbak takut nggak ada ongkos? Nggak ada uang?" ucap siska lagi. Anak ini sepertinya benar-benar berniat memancingku ya gumam alana dalam hati.


Alana memperlihatkan senyumannya dan berkata " Kalau uang sih, mbak nggak keberatan sama sekali. Bahkan kalau di buat keliling dunia pun mas rayhan pasti mampu." pamer alana.


" Masa'sih mbak? Gaji seorang sopir nggak akan cukup untuk healing apalagi apa kata mbak tadi? Keliling dunia? Hahaha mbak mimpi ya hahaha...." ucap siska remeh.


' Huh, awas saja kamu sis, jangan kaget kalau nanti melihat rumah baruku dan mas rayhan!' batin alana.


" Siska! Nggak baik ngmong begitu!" tegur sang ayah.


" Kenapa sih yah, kan memang bener apa kata siska." jawa siska.


Sedangkan alana yang mendengar ribut kecil tersebut menjadi hilang nafsu makannya. Segera alana meneguk air putih di depannya, dia teguk beberapa kali lalu meletakkannya kembali.


" Al sudah selesai. Silahkan kalian lanjutkan saja, al permisi masuk kamar dulu." ucapnya lalu segera pergi dari ruang makan.


" Papa kenapa marahin siska sih, siska itu anak kita lo!" ucap bu ratna.


" Siska sudah keterlaluan berkata seperti itu kepada kakaknya." jawab ayah.


" Kan memang begitu kenyataannya yah, suaminya seorang sopir, jadi mana mungkin punya uang untuk sekedar berlibur." ucap siska.


" Memang pantas seorang sopir malah memenuhi semua kebutuhan rumah ini?" ucap ayah.


" Halah palingan juga karena kemaren punya tabungan, kan kita nggak tahu untuk bulan besok, rayhan mampu apa nggak, kalau nggak mampu ya usir aja dia dari rumah ini." ucap siska.


" Siska!" bentak ayah.


" Yah!" sahut ibu.


Sedangkan siska yang mendapat bentakan dari sang ayah langsung berlinang air matanya. Hormon wanita hamil memang labil dalam keadaan seperti ini, apa lagi kena bentak ayahnya sendiri demi membela dang kakak.


" Ayah pilih kasih, mbak alanaaa terus yang dibela." ucap siska sambil menangis. Reza hanya diam melihat keributan antara istrinya dan mertuanya di depannya.

__ADS_1


" Ma,,,af nak, ayah nggak sengaja."


" Ayah sih, tuh liat! Anak kesayangan ibu menangis. Siska itu lagi hamil yah, nggak usah bersikap seperti itu!" ucap bu ratna jengkel pada suaminya.


" Cup cup sayang, sudah ya jangan nangis, nanti dedek dalam perut kamu juga sedih. Lebih baik kamu istirahat saja ya, nak reza bawa istrimu ke kamar!" ucap bu ratna.


" Baik." Lalu reza membawa siska masuk ke kamarnya. Sedangkan ratna yang masih kesal terhadap suaminya memilih langsung masuk ke kamarnya juga.


Huftt....


" Maafkan semua kesalah ayah al, ayah yang pilih kasih antara kamu dan siska." gumam ayah dengan rasa bersalahnya.


*****


Sedangkan alana tak ambil pusing dengan pembicaraan mereka di ruang makan tadi. Dirinya mengambil dompet dan ingin keluar membeli sayuran untuk dimasak nanti siang.


" Hmm, kog beda ya rasanya nggak ada mas rayhan." gumamnya.


Lalu dirinya mandi dahulu karna memang alana belum mandi karena sibuk membantu mempersiapkan semua kebutuhan sang suami tadi pagi.


Setelah lima belas menit mandinya selesai, alana melangkah menuju lemari lalu memandang baju baru yang ia beli kemaren dengan rayhan.


" Hmm bagus semua sih, tapi sayang mahal semua hihihi." ujarnya.


" Harga satu baju, bisa dibuat beli sepuluh baju kalau belinya online. Duh kayak orang kaya aja bajunya branded." ucapnya lagi, lalu segera memakai yang menurutnya sederhana tapi tetap wow kalau kalangan tetangganya.


Setelahnya alana pergi keluar menunggu sayur keliling yang biasa jualan di perumahan kompleknya.


" Wah,,, al baju baru ya? Bagus banget! Beli di mana? Branded lagi kayaknya." ujar bu endang.


" Iya al, baru ya? Soalnya nggak pernah kelihatan makek baju ini." sahut bu winda.


' dasar! Ngeliat baju baru gini aja udah mau jilat-jilat, nggak punya malu.' batin alana.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2