
Malam hari, alana sedang menunggu suaminya pulang kerja di ruang tamu. Ayah mahendra menghampiri alana yang sendirian berada disana.
" Alana." panggil mahendra.
" Iya yah." jawab alana sambil mematikan handponenya.
" Kamu marah sama ayah dan ibu?"
Alana menggeleng " Alana nggak marah yah, alana hanya ingin tahu siapa orang tua kandung alana." ucap alana.
" Sebelumnya ayah minta maaf atas semua perlakuan buruk ayah dan ibu kepada kamu nak." ucap ayah dengan tulus.
" Ayah nggak perlu minta maaf, seharusnya alana yang berterima kasih kepada ayah dan ibu yang sudah mau membesarkan dan merawat alana hingga sekarang." jawab alana tulus.
" Ayah akan membantumu mencari tau siapa orang tua kandungmu itu al."
" Terima kasih yah."
" Seingat ayah, dulu ayah dan ibu mengambilmu dari panti asuhan Kasih Ibu yang ada di jakarta kota sana al."
" Benarkah yah?" alana senang ayahnya memberi tahu satu petunjuk untuk memulainya mencari orang tua kandungnya.
" Tapi ayah lupa al alamatnya."
Huft.....
" Nggak apa deh yah, kalau baju-baju alana ketika masih bayi dulu dimana yah, apa udah dibuang?" tanya alana.
" Kalau baju dan selimut bayi sepertinya sudah tidak ada, tapi waktu kamu masih bayi, kamu memakai gelang perak berinisial AS."
__ADS_1
" Lalu dimana itu sekarang yah?" tanya alana amtusias mendengarnya.
" Dulu sama ibu udah di buang, tapi ayah mengambilnya dan menyimpannya sendiri." ujar ayah. Alana seperti mendapat angin segar mendengarnya. Semakin banyak petunjuk batinnya.
" Boleh alana melihatnya yah?"
" Sebentar ayah ambilkan." ucap ayah lalu bangun dari sofa beranjak ke kamarnya. Alana menunggunya dengan hati yang berdebar-debar.
" Ini al." ucap ayah lalu memberikan gelang bayi tersebut kepada alana. Alana bahagia melihatnya, tinggal alana yang harus semangat berjuang mencari kesana kesini agar cepat bertemu dengan orang tua kandungnya.
" Terima kasih yah, petunjuk ini sangat berarti bagi alana." ucap alana.
" Iya al, semoga kamu cepet menemukan siapa orang tua kamu yang sebenarnya."
" Sekali lagi terima kasih banyak yah."
" Assalamu'alaikum."
" Wa'alaikumsalam mas rayhan, sudah pulang?" jawab alana lalu menyalami tangan rayhan.
" Iya, kenapa belum tidur, ini sudah malam al? Ayah."
" Kami lagi ngumpulin petunjuk untuk mencari tahu orang tua kandungku mas."
" Hmm sudah hampir larut malam, ayo tidur. Maaf yah kami istirahat dulu ke kamar." ucapnya pamit ke ayah.
" Iya ray, istirahatlah!"
*****
__ADS_1
" Mau ngomong apa mas?" tanya alana setelah mereka bersiap untuk tidur.
" Maafkan mas al, mas besok harus pergi ke luar kota." ujar rayhan.
" Keluar kota?"
" Iya, bos mas menyuruh mas ikut ke bali untuk menjadi sopirnya disana."
" huft..... Lama nggak mas?"
" Mas juga belum tahu al."
" Besok jam berapa berangkatnya mas?" tanya alana.
" Besok pagi-pagi mas harus sudah stand by di rumah majikan mas." jelas rayhan.
" Hmm sebentar, biar al siapin keperluannya."
" Nggak usah al, mending kamu segera bobok gih, ini sudah hampir larut malam, nggak baik wanita begadang malam-malam, bisa bikin jerawat numpuk katanya."
" Ihhh mas, wajah al bersih kog nggak ada jerawatnya." ujarn alana sambil mencubit pelan lengan rayhan.
" Duh sssttt al, aku bercanda! Sudahlah besok pagi biar mas sendiri yang siapin, mendingan sekarang kamu tidur!"
" Iya iya." ucap alana lalu bangkit untuk mematikan lampu kamar hingga hanya penerang lampu yang ada di meja dekat ranjangnya menemani mereka tidur sepanjang malam.
bersambung.....
tinggalkan jejak like, komen, vote dan jadikan favoritya, terima kasih 🙏🏻😚😚😚
__ADS_1