
Setelah berada di dalam kamar, siska masih terheran mengapa rayhan punya banyak uang? Fikirnya.
" Sayang, kamu merasa aneh nggak?" tanya siska kepada reza.
" Aneh kenapa sis?"
" Itu si rayhan punya banyak uang dari mana ya?" tanya siska.
" Nggak tahu."
" Kog nggak tahu sayang, kamu kan adiknya." jawab siska sambil menyebikkan bibirnya.
" Lebih tepatnya adik tirinya." jawab reza malas. Jujur saja reza cemburu melihat kedekatan antara alana dan rayhan.
" Emang pekerjaannya emang cuma sopir kan?" heran siska. Bagaimana bisa gaji seorang sopir bisa segitu banyaknya fikirnya.
" Ya ngakunya sih dia bekerja sebagai sopir."
" Hem ada yang tidak beres nih." curiga siska.
" Bagaimana kalau kita mencari tahu tentang rayhan?" usul siska antusias.
" Nggak penting, aku nggak mau ikut-ikutan! Ayo katanya mau pijitin aku." ujar reza sambil tidur dengan tengkurap.
" Ta,,tadi itu,,,,"
" Aku lelah siska, setelah seharian bekerja aku juga mengantarkan mu kesana kemari cari sesuatu yang nggak jelas." kesal reza.
" Ihhh sayang, kan itu maunya dedek bayi. Ya udah sini aku pijitin." sahut siska sambil memijit bahu reza.
" Kamu bisa mijit nggak sih!" tanya reza sedikit meninggikan suaranya.
" Nggak bisa, udah sini aku usahain enak kog pijatanku."
" Nggak usah, makin sakit semua nanti badanku. Kamu itu bisanya apa sih sis?"
" Aku bisanya banyak sayang. Aku bisa dandan, milih baju oufit yang keren, milih tas branded mahal yang bermerek dengan,,,"
" Ckck diam aku mau tidur!" kesal resa sambil mengambil bantal guna menutupi telinganya.
__ADS_1
" Ihh sayang, kan aku belum selesai ngomong."
" Hem yaudah deh, gue akan cari sendiri siapa sebenarnya rayhan." kata siska lagi sambil tersenyum.
*****
" Bagaimana kondisi disana?" tanya rayhan berbincang dengan seseorang di telepon.
" Aman damai bos." jawab pria diseberang sana.
" Bagus, kamu handle semua resto an!" perintah rayhan kepada asisten pribadi atau sahabatnya yang berna Andi Kurniawan.
" Siap bos, bos tenang saja! Oh ya mana istrinya bos?" goda andi. Sedangkan rayhan yang mendengarnya langsung menutup sambungan teleponnya secara sepihak.
Tak lama alana pun datang dengan wajah berseri-seri.
" Kenapa?" tanya rayhan.
" Emm ray kamu tau nggak?"
" Enggak."
' mengapa dia sangat menggemaskan.' batin rayhan.
" Iya iya apa? Kenapa?"
" Tadi siska kalah debat sama aku." ujar alana dengan senyum sumringahnya.
" Karena?"
" Siska nggak percaya kalau kamu udah ngasih uang belanja bulanan ke ibu." jawabnya lagi masih dengan wajah berseri-seri.
" Terus?"
" Ya seneng aja ngeliat dia kesal seperti itu, lucu tau haha." akhirnya alana tertawa.
" Berarti karena ada uang kamu bahagia?" tanya rayhan.
" Eh eh nggak gitu maksudku ray."
__ADS_1
" tadi di depan mereka kamu memanggilku dengan sebutan mas, sekarang?"
" Emm emangnya kamu memang mau aku panggil mas gitu?" jawab alana malu.
" Hemm boleh, begitu lebih terdengar sopan."
" Ya sudah, mulai sekarang dan seterusnya aku akan panggil kamu mas." ujar alana dengan senyumannya.
' manis.' batin rayhan.
" Oke." jawab rayhan.
" Emm mas ray, terima kasih banyak ya sudah mau membantuku untuk balas dendam kelada mereka. Mungkin kalau tidak ada kamu, aku nggak tau harus berbuat apa bagaimana untuk membalas mereka." ujar alana tulus.
" Itu nggak gratis al."
" Hah."
" Kamu ingat kan ini malam apa?" goda rayhan. Alana merinding mendengar penuturan rayhan. Wajahnya merah bak kepiting rebus. Dia faham betul kemana arah pembicaraan rayhan kali ini.
" I,,in,,,ini ma,,lam jum,,,"
" Iya benar malam jumat, terus sunnah nya kita sebagai pasangan yang sah harus apa?" lagi rayhan menggoda alana yang sudah merah wajahnya. Rayhan maju mendekati alana membuat alana semakin di buat panas dingin di buatnya.
Glek,,, susah sekali alana menelan ludahnya. Dahinya pun sudah basah dengan keringat dingin. Melihat rayhan yang mulai maju mendekatinya membuat alana semakin gemetar.
" Emm a,,anu "
" Kita sholat tahajjud bareng nanti, cepetan kamu tidur! Nanti saya akan bangunin."
Hufffttt..... Alana bernafas lega mendengarnya.
' ihh ini otak kenapa mikirnya sampai kesitu sih, kan jadi malu.' batin alana.
" Baiklah aku tidur dulu." pamitnya langsung beranjak dari sofa langsung tidur di kasur sambil menutupi semua tubuhnya dengan selimut.
' hahaha sungguh menggemaskan.' batin rayhan.
' duhh malu banget, dipikir mau minta jatah malam pertama ternyata ngajak sholat bareng, haduh pingin besok nggk bangun dari tidurrrr eh aku mati dong, astaghfirullah.' batin alana.
__ADS_1
jangan lupa like, comment, vote dan jadikan favorit ya 🤗🙏🏻😚😚😚