Balas Dendam Pasangan Kekasih

Balas Dendam Pasangan Kekasih
bab. 30


__ADS_3

' Kurang ajar lo rayhan! Jadi selama ini, lo menutupi semua jati diri lo ini, brengsek!' batin reza sembari meremas lembaran yang berisi identitas asli rayhan.


Reza pun mengebaskan tangannya mengusir orang suruhannya. " Permisi tuan."


" Kurang ajar lo rayhan! Ahh rayhan brengsek! Pantas saja alana sering bawa makanan dari resto itu. Huh awas lo rayhan!" umpatnya kesal.


Ceklek.....


" Kamu kenapa sayang? Siapa tadi yang menemuimu?" ucap siska yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan reza.


' Huh, masalah satu belum kelar, dateng wanita ini!' batin reza.


Siska pun mendekati suaminya yang terlihat menahan kesal, dan netranya menangkap pada kertas yang sudah tak terbentuk di depan reza.


Siska segera mengambilnya dan membacanya. " Apa ini? Mak..maksud..nya si..si rayhan?" tanya siska terkejut bukan main melihat isi lembaran identitas rayhan.


Reza masih terdiam, jujur saja, ia malas menanggapi istrinya sendiri. " Apa informasi ini nggak salah sayang?" tanya siska lagi.


" Enggak."


" Hah? Ta..tapi aku juga pernah menyuruh orang untuk mencari identitas rayhan, dan hasilnya nggak seperti ini." ujar siska heran.


" Aku melihat sendiri kalau alana masuk ke dalam rumah yang besar dan mewah!" jawab reza dengan nada kesalnya.


" Apa? Jadi rayhan dan mbak alana punya rumah yang mewah sekarang?" tanya siska dan reza hanya terdiam malas menanggapi.


' Huh! Kenapa mbak alana hidupnya makin enak sih?' batin siska.

__ADS_1


Reza beranjak keluar tanpa pamit pada siska, hal itu tentu saja membuat siska kesal. " Huh, tau gitu mending gue aja yang nikah sama rayhan. Iihh mbak alana lagi disini yang untung." gumamnya kesal. Lalu beranjak keluar dari ruangan suaminya.


Siska ingin tahu sendiri rumah alana, karna alamat rumah alana pun sudah ia temui dari identitas rayhan.


Sedangkan reza keluar untuk menemui kakak tirinya, respecto resto yang reza tuju. Karena kemungkinan besar, kakak tirinya pasti ada disana.


*****


Di sisi lain, seorang wanita berambut panjang sengaja untuk makan siang di respecto resto. Dia yakin akan melihat seseorang yang sangat ia rindukan.


Wanita itu sudah sangat berharap akan bertemu dengan kekasihnya dulu, berharap sang kekasih masih mencintainya sama seperti dulu. Tak ingin ada yang berubah sedikitpun dari rayhan.


Setelah menerima pesanan, wanita tadi yang tak lain adalah pricilla putri, berkata kepada pelayan.


" Emm maaf mbak, yang punya resto ini ada disini nggak?" tanya pricilla.


" Wah, saya nggak faham mbak. Saya pelayan baru disini, belum tahu wajah pemilik resto ini." jawab pelayan.


Setelah pelayan pergi, pricilla mengedarkan pandangannya mencari sosok yang begitu ia rindukan. Pricilla ingin pergi ke toilet, tetapi netranya menangkap sosok yang ia cari, rayhan.


" Ray..rayhan." ucapnya.


Sedangkan rayhan yang mendengar seseorang menyebut namanya, merasa sangat familiar dengan suaranya. Rayhan menoleh ke arah suara dan betapa terkejutnya ia saat mendapati mantan kekasih yang sempat ia rindukan.


" Pricilla." gumamnya.


Rasa senang, haru, rindu semua menyeruak dalam hati keduanya. Sesaat mereka saling pandang, perlahan pricilla melangkah mendekati rayhan. Sesaat mereka terdiam masing-masing, saling mengungkapkan isi hati mereka dalam tatapan keduanya.

__ADS_1


Pricilla langsung memeluk rayhan, betapa bahagianya ia setelah melihat langsung kekasihnya seperti ini.


" Ray, bagaimana kabarmu? Sungguh aku sangat rindu padamu." ucap pricilla masih dalam posisi memeluk rayhan.


Tanpa mereka sadari, seorang gadis berhijab pasmhina putih telah mengawasi mereka, sesaat air mata mengalir dari kelopak mata gadis itu. " Mas rayhan." gumamnya lalu pergi meninggalkan mereka berdua.


Bruk...


" Loh, mbak alana kenapa?" ucap andi karna melihat mata alana basah, setelah wajah itu menubruknya. Alana hanya tersenyum dan menggeleng, setelah mengatakan kata maaf alana lalu langsung pergi.


" Kenapa ya?" ucap andi heran, setelah melangkah ke depan, betapa terkejutnya ia saat mendapati sahabatnya sedang berpelukan dengan mantan kekasihnya dulu. " Waduh, gawat!"


Sedangkan rayhan, ia terhenyak, tersadar kalau perbuatannya saat ini salah. Dia sudah punya istri sekarang, apa pun yang terjadi dengan masa lalunya biarlah hanya masa lalu, sekarang ada alana untuk masa depannya.


Rayhan langsung melepaskan pelukannya, meskipun jauh dalam lubuk hatinya dia sangat merindukan gadis di depannya ini, tapi rayhan harus menahannya.


" Kenapa ray? Tidak rindukah kamu padaku?"


" Maafkan aku."


" Kenapa ray? Apa kamu sudah tidak mencintaiku lagi?"


" Aku sudah menikah." jawab rayhan.


" Menikah?" tanya pricilla dengan berderai air mata, runtuh sudah pertahanannya saat ini. Dia sudah berusaha menyembuhkan penyakitnya agar kelak ia bisa hidup bahagia dengan kekasihnya. Namun, usahanya sia-sia. Kekasihnya sudah menikah, kekasihnya sudah mempunyai istri.


Perlahan penglihatan pricilla buram, dan akhirnya tak sadarkan diri dalam pelukan rayhan. Pricilla pingsan.

__ADS_1


" Pricilla! Kamu kenapa?"


bersambung.....


__ADS_2