Balas Dendam Pasangan Kekasih

Balas Dendam Pasangan Kekasih
bab. 35


__ADS_3

Ting....


Handpone di atas meja rayhan berbunyi, tanda ada pemberitahuan. Rayhan mengambil handponenya dan membukanya, terbit senyuman manis di wajah tampannya.


Kedua lesung pipinya terlihat sangat jelas, andi yang berada disofa memperhatikan rayhan yang sedang tersenyum sendiri pada handponenya.


" Ngapain senyum-senyum sendiri gitu?" tanya andi penasaran.


" Kepo lo." jawab rayhan lalu menormalkan detak jantungnya yang berdenyut karena senang.


" Dapat notif apa? Dari siapa? Pricilla atau alana?"


" Ke-po." ujar rayhan lalu fokus lagi dengan laptopnya.


" Hmm kasmaran sendiri aja, beruntung lo ray dapet istri yang cantik, baik, sholehah pula."


" Cari istri sendiri sana!" jawab rayhan ketus.


" Ops! Oke, sorry gue nggak bermaksut buat lo cemburu, lo aja yang cemburuan." kekeh andi.


" Diam atau keluar!"


" Haha lucu juga ekspresimu ray." bukan malah takut andi malah tertawa melihat ekspresi rayhan.


" ****! Keluar!"


Andi keluar masih dengan tawanya, rayhan benar benar geram dengan tingkah andi. Sejenak ia kembali menyalakan handponenya. Berulang kali ia baca postingan istrinya tersebut, semakin membuat hatinya berbunga bunga.


Mungkinkah alana juga jatuh cinta padanya? Karna rayhan sendiri belum tau pasti perasaan istrinya yang sesungguhnya.


Sudah siapkah istrinya jika dirinya nanti meminta haknya sebagai suami? Mungkin akan dicoba nanti malam.


*****

__ADS_1


Alana sedang berada dalam toko baju sederhana yang lumayan besar, sengaja ia memilih membeli di toko tidak ke mall atau toko baju yang mahal, karena dia sendiri masih malu untuk belanja dengan harga yang mahal.


Padahal rayhan suaminya, malah merasa senang dan tidak merasa terbebani sedikit pun, karena keinginan rayhan agar alana hidup bahagia dengan fasilitasnya.


Alana sedang memilah milah pakaian dalam yang akan ia beli, tiba-tiba terdengan keributan di ruang depan. Segera alana menghentikan aktifitasnya dan segera melangkah menuju depan.


" Ada apa ini?" gumamnya.


Mata alana membulat sempurna kala melihat pera perampok sedang merampok toko baju yang ia singgahi.


Terdapat 5 perampok dengan baju dan celana warna hitam, mereka juga memakai penutup kepala. Alana memberanikan diri untuk menghentikan kegiatan perampok itu.


" Hey!" teriaknya.


Para pembeli dan pekerja yang ada disana saling berlarian menuju pintu keluar toko, tapi sayang, pintu sudah dijaga oleh dua perampok agar mereka tidak bisa keluar.


" Tolong jangan sakiti kami!" pinta ibu-ibu berbaju kuning.


" Serahkan semua uang kalian dan handpone kalian!" ucap salah satu perampok tersebut. Mereka pun menuruti permintaan perampok itu.


" Enggak! Kalian itu laki-laki, harusnya bekerja cari uang halal! Bukan malah merampok kayak gini, udah dosa, haram pula apa yang kalian makan!" ujar alana.


Semua orang terdiam, tapi tidak dengan para perampok itu. Mereka malah tertawa mendengar ocehan alana. Para perampok itu memandang remeh pada perempuan yang sudah berani dengan mereka.


" Heh, gak usah ceramah lo! Cepat serahin harta lo!" bentak salah satu perampok.


" Enggak akan!" tolak alana kekeh.


Semua orang yang ada disana takjub dengan keberanian gadis berhijab itu, mereka semua berharap agar gadis itu bisa menghentikan semua kejahatan para perampok itu.


" Wah... ngajak ribut ya tu cewek."


" Yuk lah sikat! Masak kalah sama cewek."

__ADS_1


Tiga orang perampok menyerbu alana, sedangkan dua temannya masih setia menjaga pintu toko. Alana dengan santai menghadapi para perampok itu.


" Ayo jangan pengecut! Satu lawan satu!" ucap alana memasang kuda-kuda siap memberi bogeman para perampok itu.


" Oke siapa takut, Jo! Lo lawan dulu tuh cewek!"


" Siap bos, kecil ini."


Satu preman maju berkelahi dengan alana, alana dengan santainya menangkis semua pukulan-pukulan itu, sesekali ia juga tersenyum mengejek pada perampok itu.


" Heh, badan aja gede, tapi tenagamu tidak ada apa-apanya." remeh alana.


Alana langsung memutar lengan perampok itu hingga si pria tersebut mengaduh kesakitan " Aaahh sakit!"


Alana melepaskannya hingga pria tersebut terjungkal jatuh dan tak kuat lagi untuk berkalahi. Semua orang bernafas lega melihat alana bisa dengan mudah mengalahkan perampok itu, ada secercah harapan mereka selamat dari para perampok itu.


Mereka semua saling berdoa masing-masing dalam batinnya, agar gadis itu bisa dengan mudah mengalahkan perampok itu dan segera pergi.


" Payah lo jo! Jen, sekarang giliranmu!"


" Siap bos."


Maju perampok lagi berkelahi dengan alana, tapi alana tetap dengan santainya menerima semua itu tanpa berniat melawan terlebih dahulu, ia akan melawan ketika perampok itu sudah lelah.


Bugh bugh bugh


Bogeman alana layangkan pada wajah perampok yang tertutup kain, perampok itu merintih kesakitan karena hidungnya terasa seperti mau putus.


" Aaahh kalian kenapa sih, lawan satu cewek aja pada kalah!" bentak bos mereka.


" Cepat pergi dari sini! Atau aku akan buat kaki kalian lumpuh!" bentak alana.


Segera dua orang perampok yang menjaga pintu toko menghampiri dan memegang tangan alana serta mengikatnya. Alana yang sedang berbicara dengan bos itu tentu saja kaget karena tangannya tiba-tiba di pegang dan di tali.

__ADS_1


" Aaahhhh lepas!"


bersambung.....


__ADS_2