
Setelah sampai di tempat tujuan, alana segera turun dan melepaskan helm nya.
" Terima kasih mas." ucapnya tersenyum manis.
" Hem, ingat pesanku al, resign saja, kalau boleh hari ini adalah hari terakhir kamu bekerja."
" Beneran mas? Nanti kalau kita mendadak butuh uang banyak gimana? Kan mas sendiri yang bilang mau beli rumah. Beli tumah itu mahal lo."
" Percaya saja sama mas, in syaa allah cukup."
Huft....
" Baiklah nanti aku akan izin berhenti bekerja, toh perintah suami harus dituruti oleh istri."
" Hem mas pergi dulu, Assalamu'alaikum."
" Wa'alaikumsalam."
'hem dingin lagi dia, mana sifat lembutnya tadi pagi? Seperti cuaca yang berubah ubah, kadang dingin, kadang panas huft... Untung aku suka Eh....' batin alana.
Setelah melihat suaminya yang mulai jauh tak terlihat, alana hendak masuk kedalam cafe. Tapi, alana mendengar teriakan orang meminta tolong.
" Tolong... Jambret...." samar-samar alana mendengar teriakan itu.
Segera alana mencari arah suara tersebut yang berada di sekitar pertigaan kiri cafe tempat alana bekerja.
" hey lepasin tas itu!" ujar alana.
" Gak usah jadi sok pahlawan lo." ujar jambret tersebut. Sedangkan ibu yang mempunyai tas tersebut masih memegang tasnya dengan kuat agar tak bisa di ambil jambret tersebut.
" Hehe tahu nggak om, om itu jelek! Udah item, mana nggak pernah mandi lagi, bau om!" ujar alana mengejek sambil memegang pangkal hidungnya.
Pejambret itu pun langsung emosi mendengar penuturan si gadis tersebut.
" Gak usah banyak bacot lu!" ucapnya lalu melepas tas ibu itu. Lalu segera dia maju untuk menghajar alana.
"Aaaa awas nak!"
Alana yang memang pintar bela diri sedari kecil tidak memiliki perasaan takut sedikit pun melawan pejambret itu. Sesekali malah alana yang berhasil meninju penjambret juga berhasil menendangnya.
" Cemen om, udah deh apa kata alana tadi, om itu jelek, payah pula!" ejek alana lagi.
" Bangsat lu bocah!" teriak pejambret itu emosi. Segera dia menghampiri alana lagi berniat untuk menghajar alana. Pejambret itu secara membabi buta menyerang alana sehingga membuat alana kewalahan karena memang dari segi postur tubuh pejambret yang gagah tinggi, sedangkan alana yang tubuhnya ramping, agak pendek.
__ADS_1
Ibu yang tadinya mau di jambret pun segera pergi untuk mencari bantuan.
Alana yang sudah lelah meladeni pejambret itu pun langsung melintir tangan orang itu ketika hendak memukulnya.
" Aduh duh duh sakit!" ucap pejambret itu.
" Huh huh huh sudah lah om, al udah capek, om nyerah aja deh, om itu harus bekerja! Badan om gede begini gk mau malah mau nyopet, ngejambret?" ucap alana dengan nafas yang ngos-ngosan.
" Diam lu!" segera pejambret itu dengan kuat berusaha melepaskan tangannya dan segera menendang kaki alana.
Alana yang masih lelah dan lengah akhirnya terjatuh mencium aspal.
" Akhh..."
" Itu pak jambretnya! Ayo serang dia!"
Lalu datang lah ibu tadi dengan segerombolan orang yang di carinya. Pejambret itupun langsung melarikan diri. Sedangkan ibu-ibu itu langsung menghampiri alana yang masih terhatuh.
" Kamu nggak papa nak?" ujar ibu itu khawatir.
" Nggak papa bu, ini hanya luka kecil kog, cuma lecet doang. Ibu nggak apa-apa kan?" ujar alana dengan tersenyum.
" Ibu nggak papa nak, yuk ibu bantu ngobatin lengan dan kaki kamu yang lecet." ucap ibu itu. Ibu itu merasa tenang ketika memandang wajah gadis itu.
" Terima lasih bu, ibu nggak usah repot-repot." jawab alana.
"kamu nggak papa dek, bu maaf pejambretnya berhasil kabur." ujar seorang bapak-bapak menghampiri ibu paruh baya itu dan alana.
" Nggak papa kog pak, terima kasih udah membantu" jawab alana sambil memegangi lengannya karena sikutnya terasa linu dan perih.
" Ya udah bu, dek saya permisi dulu."
" Iya pak, terima kasih." ucap ibu itu.
" Ayo nak, kita ke cafe itu aja yuk, biar ibu obatin lengan sama kaki kamu yang terluka."
Alana mengangguk, ibu paruh baya itu dan alana melangkah menuju cafe tempat alana bekerja.
" Loh mbak alana, kenapa mbak?" ucap temannya yang bernama rika, dia juga bekerja di cafe itu.
" Nggak papa kog rik, cuma luka kecil." jawa alana.
" Saya minta es batu dan kain ya mbak." ucap ibu itu terhadap rika.
__ADS_1
" Eh iya bu, sebentar saya ambilkan." jawab rika lalu segera pergi ke belakang.
" Nama ibu siapa? Perkenalkan bu, nama saya alana." ucap alana.
" Namaku bu sekar nak." jawab bu sekar dengan tersenyum.
" Ibu tadi mau kemana?" tanya alana.
" Ibu sedang menunggu sopir ibu nak, eh ada orang jahat tadi."
" Lain kali hati-hati ya bu, mungkin karena baru terang hujan jadi tempat itu sepi. Biasanya di pertigaan itu rame orang kog bu."
" Iya nak, sekali lagi terima kasih." ucap bu sekar dengan mata yang berlinang ingin menangis.
" Ibu kenapa?"
" Melihat kamu, ibu hanya teringat dengan anak ibu yang hilang 24 tahun yang lalu nak. Mungkin kalau dia masih ada, pasti udah sebesar dan secantik kamu hiks hiks.." ucap ibu itu menangis mengingat anaknya.
" Memangnya anak ibu kemana?" hati alana pedih melihat ibu di depannya itu menangis, entahlah ada apa dengan hatinya saat ini.
" Waktu itu, setelah ibu melahirkan bayi seorang perempuan, ibu ingin cepat pulang guna ingin memberi kejutan terhadap suami ibu yang mau pulang dari luar kota." kata ibu itu mulai bercerita. Alana hanya menyimaknya dengan perasaan yang campur aduk mendengar cerita ibu tersebut.
Flasback on
" Hallo mas, Assalamu'alaikum, kamu kapan pulang?" ucap sekar kepada suaminya.
" Wa'alaikumsalam, mungkin nanti malam mas udah nyampe rumah sayang." jawab wijaya suaminya sekar.
" Hati-hati ya mas di perjalanan!"
" Iya sayang, bagaimana dengan anakku? Apakah dia sehat? Dia tidak membuat bundanya kelelahan kan?" ucap wijaya.
" Alhamdulillah enggak mas, anak kita ini pintar."
" Ya udah udah dulu sayang, nanti malam mas usahain udah sampai rumah."
" Iya mas."
" Assalamu'alaikum sayang."
" Wa'alaikumsalam mas."
Setelah meletakkan handponenya di atas meja tiba-tiba perut sekar terasa sakit dan mulas.
__ADS_1
bersambung....
yuk jangan lupa like, komen, vote dan jadikan favorit ya 😊🤗 dukunganmu sangat berarti bagi author 😚😚😚 terima kasih 🙏🏻🙏🏻🙏🏻