Balas Dendam Pasangan Kekasih

Balas Dendam Pasangan Kekasih
bab. 26


__ADS_3

Alana sedang mengemasi barang-barangnya serta barang-barang suaminya yang ada. Meski harus pindah ke rumah yang lebih mewah dan lebih besar dari pada rumah ayahnya. Alana terasa tak rela pergi dari rumah itu.


Rumah itu adalah rumah yang ia tempati sejak bayi, walau sebenarnya itu bukan sepenuhnya miliknya.


" Rumah ini penuh kenangan waktu aku kecil, meskipun waktu remaja perlakuan ayah dan ibu mulai berubah kepadaku." ucapnya lalu menarik kopernya dan melangkah keluar.


Setelah turun dari taksi, alana membuka gerbang yang menjulang tinggi tersebut lalu segera masuk sambil menarik kopernya.


" Hmm panas banget, pingin yang dingin-dingin deh." ucapnya lalu memasuki rumah miliknya dan suaminya yang di beli langsung cash oleh suaminya.


" Hmm rumahnya besar banget, tapi sangat sepi." ucapnya lagi. " Sungguh, aku belum pernah kefikiran punya rumah bak istana seperti ini. Mungkin ini ya yang dinamakan mansion kayak di novel-novel itu hihihi."


Setelahnya alana langsung beberes pakaiannya dan langsung ia pindahkan ke dalam almari kamarnya.


*****


Sedangkan seorang wanita yang tengah menikmati makan siangnya di temani keluarganya di dalam kamar rawatnya, tersenyum membayangkan apa yang dilakukan kakaknya sekarang.


" Hmm mungkin mbak al sekarang lagi kepanasan dijalan cari kontrakan hahaha." batin siska.


" Rasain kamu mbak, dari dulu kamu selalu di sanjung-sanjung oleh semua orang. Sekarang, kamu harus menderita mbak!" batin siska lagi.


" Kenapa senyum-senyum begitu?" tanya mama rea. Kebetulan ayah mahesa dan bu ratna sedang membeli makan diluar.


" Hmm pasti mbak al sekarang lagi kepanasan di jalan haha, nyari kontrakan hahaha." jawab siska.


" Hmm iya mungkin ya, mama seneng deh kalau kamu seneng."


" Oh ya, reza kog belum dateng yah, inikan udah jam makan siang." ucap siska.


" Mungkin reza masih di jalan sayang." jawab mama rea. Setelah itu terdengar pintu terbuka lalu masuklah pria yang sedang dibicarakan.


" Ini dia!" ucap mama rea.


" Bagaimana keadaan kandungan kamu?" tanya reza setelah masuk.

__ADS_1


" Loh, harusnya kamu itu tanyain keadaanku dan bayi kita sayang." jawab siska cemberut.


" Sama aja, yang penting anakku dulu."


" Kandungan siska baik za, untung aja tadi langsung mama bawa ke rumah sakit. Kalau enggak entah apa yang terjadi tadi." ucap mama rea.


" Emangnya gimana ceritanya sih kamu bisa jatuh sis?" tanya reza.


" Ini semua gara-gara mbak alana sayang hiks hiks.... Untung aja ada mama yang langsung nolongin aku." ujar siska dengan ekspresi sedih.


" Alana?"


" Iya za, untung istri dan anak kamu nggak papa. Alana juga sudsh pergi dari rumah." sahut mama rea.


" Pergi dari rumah? Kemana?" tanya reza.


" Sayang, ngapain kamu tanyain dia sih! Seharusnya kamu senang dong, mbak alana udah pergi dari rumah." jawab siska.


" Tapi kan rayhan sedang di luar kota, lalu alana pergi sama siapa?" tanya reza lagi. Siska yang mendengarnya pun menjadi kesal. Mengapa suaminya lebih memikirkan kakaknya dari pada istrinya sendiri. ' Reza belum move on ya?' batin siska.


" Reza! Tidak seharusnya kamu berkata seperti itu! Siska itu istrimu yang harus lebih kamu fikirkan, malah mikirin perempuan yang nggak bener itu." hardik mama rea.


" Cukup!" teriak siska.


" Reza! Mendingan kamu pergi dari sini, bukan buat istrimu tenang malah buat istrimu stres nanti!" ucap mama rea. Setelahnya reza pergi keluar guna untuk mencari alana.


Reza pergi mengendarai mobilnya untuk mencari alana. " Al, kamu kemana? Mana cuacanya panas begini lagi." gumam reza. Reza berhenti di sebuah mini market untuk membeli minuman.


Setelah kembali ke dalam mobil, reza kembali mencari alana, berharap ia bisa menemukan mantan pacarnya. Entah kemana dia melajukan mobilnya, yang ada dalam fikirannya hanyalah alana segera ia temui.


*****


Sedangkan alana yang sedang berada di rumahnya, dia sedang menikmati makanan yang ia beli di warung pinggir jalan tadi sebelum sampai rumah.


" Hmm, Alhamdulillah nikmat mana lagi yang engkau dustakan." gumam alana.

__ADS_1


Setelah ia makan, alana beranjak untuk mencuci tangan. Terdengar suara bel rumahnya berbunyi.


Ting tong ting tong


" Siapa ya? Kalau mas rayhan nggak mungkin deh." gumam alana. Lalu alana segera melangkah menuju pintu. Setelah dibuka, terlihat seorang ibu paruh baya yang mungkin usianya kisaran 50 tahunan.


" Assalamu'alaikum." ujar wanita tersebut.


" Wa'alaikumsalam, siapa ya?"


" Apakah benar ini rumahnya pak rayhan dan bu alana?"


" Iya, saya alana." jawab alana heran.


" Perkenalkan non, nama bibi Bi Sumi. Saya disuruh den rayhan untuk bekerja jadi pelayan disini non." ucapnya.


" Pelayan?"


" Iya non."


' kenapa mas rayhan nggak bilang kalau bakalan ada pembantu di rumah?' batin alana.


" Ya udah, ayo masuk bi!"


Setelah mereka masuk, alana mengantarkan bi sumi sampai depan kamarnya. " Ini kamar bibi ya, semoga betah." ucap alana.


" Hehe ya jelas betah lah non. Wong udah dari dulu saya bekerja pada den rayhan." jawab bi sumi.


" Dari dulu bi?" tanya alana kaget.


" Iya non."


" Bukannya mas rayhan dari dulu itu merantau ya?"


" Merantau? Merantau kemana non? Wong dari dulu saya tinggal bersama jadi pembantunya di aparteman den rayhan." jelas bi sumi.

__ADS_1


" Apartemen?" tanya alana kaget.


bersambung.....


__ADS_2