
" Bagaimana keadaan menantu saya dan kandungannya dok?" tanya mama rea kepada dokter yang memeriksa siska.
" Alhamdulillah tadi kalian cepat membawanya kesini, kalau telat lima menit saja pasti kandungannya tidak tertolong." jelas dokter.
" Huft.... Alhamdulillah terus gimana keadaan adik saya dok?" jawab alana.
" Pasien juga baik-baik saja, dirinya hanya shock takut terjadi apa-apa dengan kandungannya." jelas dokter.
" Boleh kami masuk dokter?" tanya bu ratna.
" Silakan, mungkin kalau pasien nanti udah benar-benar pulih, sore sudah bisa pulang. Saya permisi." ujar dokter lalu pergi.
Mereka semua mengangguk lalu masuk ke dalam kamar siska.
" Ibu, mama, ayah!" rengek siska.
" Iya nak, kamu mau apa? Mau buah? Atau mau makan sesuatu?" sahut bu ratna.
Siska menggeleng lalu berkata " Aku nggak ingin apa-apa, aku hanya takut bayiku tidak akan tertolong tadi." jelas siska sambil mengusap perutnya.
" Iya nak, kandungan kamu selamat." ucap mama rea.
" Ini semua karena mbak al!"
" Loh, kog aku sis?" Jawab alana heran.
" Iyalah, mbak al itu pembawa sial! Mending mbak pergi aja deh dari rumah, pergi ikut suami mbak yang miskin itu!" ucap siska.
" Sis! Ngapain bawa-bawa nama mas rayhan?" jawab alana mulai tersulit emosi.
" Seharusnya mbak itu malu, udah punya suami masih saja numpang di rumah orang tua! Beda denganku, kan aku anak bungsu jadi rumah itu adalah hakku." jelas siska.
" Iya al, mending kamu pergi cari kontrakan sana deh, dari pada cucuku celaka nanti!" sahut mama rea. Siska tersenyum samar mendengar pembelaan dari mertuanya.
" sudah sudah, ini rumah sakit! Jangan bikin keributan disini!" ujar ayah menengahi.
" Sekarang ayah pilih deh, aku atau mbak al yang harus pergi dari rumah!" tanya siska.
Ayah mahendra bingung harus memjawab apa, karena ayah sama-sama sayang terhadap kedua putrinya. Meskipun alana hanya anak angkatnya.
" Baiklah kalau ayah diam, aku saja yang akan pergi dari rumah. Aku tidak betah kalau harus serumah dengan mbak al." ujar siska.
__ADS_1
" Jangan nak, pak!" sahut bu ratna.
" Hmmm baiklah, alana, maafkan ayah ya, sebaiknya kamu tinggal bersama suamimu dulu. Adikmu sedang mengandung al, kita harus menuruti keinginannya." ucap ayah pasrah.
" Ayah! Tapi alana masih ingin tinggal di rumah ayah." ujar alana dengan suara bergetar.
" Kamu bisa main mengunjungi ayah, tapi tolong ya al, ayah nggak mau siska pergi dari rumah."
" Baiklah, aku akan pergi." jawab alana setegar mungkin. Alana berusaha sekuat tenaga agar air matanya tidak tumpah di depan mereka semua.
Terlihat senyuman melintas di bibir siska. Dirinya senang bisa semudah itu menyingkirkan kakaknya dari rumah.
" Terima kasih banyak yah, bu. Terima kasih sekali karena kepedulian ayah dan ibu alana bisa merasakan kasih sayang dari seorang orang tua. Alana pamit." ucapnya lalu segera pergi.
Hati siska menjanggal dengan penuturan alana tadi ' Apa maksudnya?' batinnya.
*****
Di pulau yang indah, suasana yang sejuk di pagi hari, membuat sang pria menikmati indahnya cuaca hari ini.
" andi!"
" Apa? Udah kangen sama istri? Kenapa nggak diajak sekalian istrimu kesini?" jawab andi.
" Tentu saja, memang seharusnya begitu kan?" jawab andi malas.
" Lalu bagaimana dengan pricilla?"
" Pricilla lagi, pricilla lagi! Udahlah ray, mungkin pricilla udah punya kekasih lagi di sana." jawab andi.
" Itu artinya aku harus benar-benar membuka hati untuk alana?"
" Ya iyalah."
" Baiklah."
" ingat ray, satu jam lagi kita akan bertemu dengan investor kita."
" Iya." Setelah itu mereka pun beranjak untuk bersiap siap.
*****
__ADS_1
Bali, pukul 09:50 WITA rayhan dan andi sedang menunggu orang yang menurut mereka sangat bararti bagi mereka.
" Assalamu'alaikum."
" Wa'alaikumsalam pak wijaya." jawab rayhan dan andi lalu berjabat tangan dengan investornya.
" Sudah lama ya nak?" tanya pak wijaya.
" Enggak kog pak, mari silakan duduk, mari menikmati makanan yang kami hidangkan, special khusus pak wijaya." ucap rayhan.
" Hahaha iya, ayo kita makan dulu sebelum berbincang-bincang." jawab wijaya dengan senyum ramahnya.
Mereka pun makan bersama, setelah selesai mereka pun saling bertukar cerita. Investor yang rayhan dan andi temui hari ini adalah orang yang selalu membantu mereka berdua dalam menjalankan bisinisnya.
" Wah,,, resto mu semakin maju dan berkembang dengan pesat." kagum pak wijaya tulus.
" Ini juga berkat pak wijaya yang sudah mau membantu kami." jawab rayhan ramah.
" Aku hanya memodali kalian, lainnya itu bakat kalian. Apalagi kamu ray yang langsung turun tangan mengajari para koki memasak."
" Bakat kami juga tidak akan berhasil tanpa dukungan dari anda pak wijaya." jawab rayhan rendah diri.
" Ini nih, meskipun sudah berada di atas, tapi tidak sombong." jawab pak wijaya.
" Hehh sombongnya ke saya pak." sahut andi.
Drtt drtt drtt
" Sebentar ya, saya angkat telepon dulu."
" Iya, silahkan!"
" Orang sibuk begitu tuh pak, pasti dari istrinya!" ujar andi setelah rayhan pergi.
Sedangkan rayhan yang berada agak menjauh dari keramaian segera mengangkat teleponnya.
" Hallo, Assalamu'alaikum."
" Al, kamu kenapa?"
"....."
__ADS_1
bersambung.....
dukungannya yuk 🙏🏻 jangan lupa like, komen, vote Dan jadikan favoritya 🤗 Terima kasih 🙏🏻😚😚😚