
" Berhenti ngomong kamu tidak papa, lihatlah punggungmu memar, pasti sakit sekali. Mulai sekarang dan seterusnya aku akan memberimu bodyguard agar kejadian seperti tadi tidak terulang lagi!" kesal rayhan karena berfikir alana hanya beralasan bahwa dia baik-baik saja.
" Hah bodyguard?"
" Iya."
" Nggak usah mas, beneran aku nggak papa. Nanti kalau sudah dikasih resep obat dan salep sama dokter pasti lekas sembuh kog."
" Pokoknya kamu harus di kaw--"
" Plissss ya, aku nggak enak kemana mana harus di ikuti orang, ya mas?" mohon alana dengan tangan yang sudah telungkup di depan wajahnya, dan dengan wajah yang sangat memohon.
' Sial, kenapa imut sekali kamu al?' batin rayhan.
" Ya mas, boleh ya? Aku janji deh ini yang terakhir kalinya aku masuk rumah sakit, ya ya ya?"
Rayhan terkesiap dengan ekspresi yang di tampilkan alana, terhipnotis dengan kecantikannya membuat ia langsung mengangguk setuju.
" Yeyy makasih mas." ucap alana lega. ' huhh untung aja, kan bisa lucu kalau aku beneran di kawal bodyguard!' batinnya.
" Tapi beneran kamu harus bisa menjaga dirimu baik-baik saat tak bersamaku."
" Oke siap."
Tok tok tok
" Permisi, ini makanannya dan obatnya harus langsung di minum setelah makan, ini juga salepnya biar cepat sembuh."
" Terima kasih sus." jawab alana.
" Saya permisi, mari."
Setelah suster keluar, alana hendak mengambil mangkuk yang ada diatas meja sampingnya, tapi rayhan lebih dulu mengambilnya.
__ADS_1
" Aku mau makan mas."
" Sini aku suami." ujar rayhan sambil menyendokkan bubur lalu menyuapi alana.
Deg deg deg......
Untuk yang ke sekaliannya jantung alana berdetak tak normal saat di perlakukan seperti itu oleh suaminya sendiri. Berharap agar suaminya tak mendengar bunyi detak jantungnya, wajah alana pun sudah bersemu merah sejak tadi.
'Hmm gagal minta jatah kalau begini.' batin rayhan.
Mereka berdua tak menyadari bahwa, ada seorang wanita berpakaian pasien rumah sakit telah mengawasi mereka diam-diam di cela pintu yang kebetulan tidak tertutup rapat.
Karena kebetulan andi sedang keluar mencari minuman. Wanita tadi menatap intens gadis yang sedang di suapi oleh mantan kekasihnya.
Hatinya di penuhi rasa cemburu, padahal ia masih semangat berobat agar bertahan hidup hanya demi mantan kekasihnya, rayhan.
Tapi rayhan telah memilih istrinya, terlebih lagi, ia sudah tau sedari tadi percakapan antara mereka, membuat wanita itu seperti ingin membunuhnya saja karena sudah merebut kekasihnya.
" Rayhan hanya milikku seorang." gumamnya dengan tatapan nyalangnya pada alana, lalu dia pun bergegas pergi sebelum andi datang.
*****
Rayhan yang masih fokus dengan laptopnya tak menyadari bahwa alana telah memandanginya dengan terkagum kagum.
Alana mengingat pertemuannya dulu dengan rayhan, pertemuan yang singkat. Pertemuan yang mengajaknya untuk tidak menolak ajakan nikahnya.
Mengingat lagi kala sudah sekamar dengan suaminya dan memandang handpone suaminya yang mewahnya luar biasa. Sekarang ia sendiri juga sudah punya handpone yang persis seperti suaminya.
Handponenya yang versi lama, sudah digantikan dengan versi terbaru oleh suaminya. Sebenarnya, alana sudah lama menginginkan handpone baru, tapi uangnya harus di tabung untuk persiapan pernikahan mewahnya dengan reza.
Ahhhh lupakan reza al batinnya.
Teringat dengan kedua orang tuanya yang ternyata bukan orang tua kandungnya membuat wajah wanita itu mendung, ingin segera menemukan siapa sebenarnya orang tua kandungnya.
__ADS_1
" Kenapa al? Apa ada yang sakit?" tanya rayhan melihat wajah kusut alana.
" Tidak mas."
" Lalu kenapa wajahmu kusut begitu?"
" Aku hanya ingin cepet bertemu dengan orang tua kandungku mas."
Terdengar rayhan mendesah pelan, sudah sering rayhan melihat alana yang tampak murung dan ketika ia bertanya, pasti alana berkata itu.
" Orang suruhan mas masih mencarinya al."
" Iya, mungkin belum waktunya aku bertemu dengan mereka."
" Tidurlah, sudah malam. Besok pagi kita sudah boleh pulang."
" Iya mas."
Alana tidur dengan badan yang miring, karena punggungnya masiah terlihat lebam. Sedangkan rayhan terus melanjutkan pekerjaannya dengan laptopnya.
*****
" Pastikan semua berjalan mulus sesuai rencana!" ucap seorang wanita berambut lurus hitam.
" Siap nona."
" Oke, tunggu nanti jam 2 malam ketika mereka sedang tertidur."
" Baik nona."
" Ingat! Jangan sampai gagal!"
" Siap."
__ADS_1
bersambung....
Dukungannya yak 🙏🏻 terima kasih 😚😚😚