Balas Dendam Pasangan Kekasih

Balas Dendam Pasangan Kekasih
bab. 23


__ADS_3

Pagi yang cerah teruntuk alana. Perut kenyang serta fikiran yang tenang benar-benar membuat tidur malamnya nyenyak. Terlebih lagi tadi malam makan makanan dari resto yang di bungkuskan suaminya.


Setelah alana bagi-bagi ke keluarganya, alana melihat tatapan sinis siska, tetapi siska tetap mau makan makanan yang ia bawa dari resto termahal itu. Siska memakannya dengan sangat lahap. Lupa sudah dengan kesombongannya sebelum menerima makanan itu.


" Duh mbak, nggak usah sok kaya deh beli-beli makanan kayak gini lagi, udah dua kali loh mbak beli makanan dari resto mahal itu." ucap siska sinis.


" Kalau nggak beli yang mahal-mahal takut tambah numpuk duitnya hehehe." ucap alana sambil cengingisan. Lalu alana membagikan bungkusan makanan tersebut terhadap keluarganya satu persatu.


" Hmm ya udah kalau mbak maksa, lagian mubadzir kan kalau nggak di makan?" ucap siska lalu melahap makanannya hingga habis tak tersisa.


Alana tertawa di dalam kamarnya mengingat kejadian tadi malam. " Sok-sok an nggak mau, jual mahal, eh akhirnya lahap juga makannya haha. Mulut dan fikirannya tak sejalan." gumamnya lalu segera menyelesaikan kegiatan berdandannya dan segera keluar kamar.


Setelah menutup pintu kamarnya terlihat ibu sedang menunggunya di depan kamar.


" Ibu, ada apa?" tanya alana. Mengapa pagi-pagi sudah ingin berbicara dengannya fikirnya.


" Hemmm al, uang bulanan dapur udah habis, boleh ibu minta uang lagi?" ucap bu ratna.


" Hah, udah habis? Itu kemarin hampir sepuluh juta loh bu." jawab alana tak percaya.


" Iya, habisnya kemaren ibu lihat baju yang bagus, jadi uangnya ibu buat beli baju." jawab bu ratna.


Terlihat alana menghela nafas mendengar penuturan ibu yang merawatnya sejak bayi.


" Bu, alana malu kalau mau minta uang lagi ke mas rayhan." ucap alana.


" Duh bu ratna, ngapain ibu minta uang ke rayhan dan alana yang jelas-jelas nggak punya uang." sahut mama rea, mamanya reza.


" Eh ada bu rea, maaf ya bu saya nggak tau kalau ada besan datang."


' Ngapain mama rea kesini? Pagi-pagi begini lagi? Mana langsung nongol lagi orangnya.' batin alana.


" Iya nggak papa bu, saya cuma mau menjemput menantu kesayangan saya, mau ngajak dia jalan-jalan."

__ADS_1


" Oh iya, nggak papa, tapikan siska harus ke kantor bu!" jawab bu ratna.


" Oh, itu urusannya sudah beres, kan managernya suaminya sendiri bu." ucap mama rea sambil tersenyum.


' mana bisa? Meskipun manager, tapikan itu perusahaan milik orang!' batin alana lagi.


Setelah itu terdengar pintu kamar siska terbuka, dan keluarlah seorang wanita dengan baju seksinya.


" Hai ma, siska udah siap. Siska cantik nggak ma?" ucap siska dengan nada manjanya.


" Wah,,, reza nggak salah pilih istri. Kamu cantik banget menantu kesayangan mama." jawab mama rea. Alana masih diam sedari tadi melihat drama di depannya.


" Ya udah yuk kita jalan-jalan, ibu hamil itu harus sering-sering healing biar nggak stres." ajak mama rea kepada siska.


" Iya ma, tapi emm mbak al nggak ikut? Kan dia juga menantu mama?" jawab siska sok peduli.


" Nggak usah ngajak dia, dia mana ngerti jalan-jalan ala kita orang atas, kan kamu menantu kesayangannya mama, jadi mama cuma ajak kamu."


' duh, ni anak sok manis benget, kalaupun aku di ajak pun aku nggak akan mau!' jeritnya dalam hati.


" Nggak papa, silahkan, aku sama sekali TIDAK keberatan." jawab alana menekankan kata tidak, agar mereka puas mendengarnya.


" Ya udah ayo nak!" ajak mama rea sambil menggandeng lengan siska. Mereka berdua pun melangkah meninggalkan bu ratna dan alana.


Setelahnya, alana yang juga berniat untuk keluar pun terhenti mendengar permintaan ibunya.


" Al, kasih ibu uang ya untuk belanja bulanan, kasian bapak udah tua. Bagaimana pun kami yang merawat dan membesarkanmu hingga sekarang." ucap bu ratna.


'Huft..... Memang benar bapak dan ibulah yang sudah merawat dan membesarkanku sejak bayi, meskipun kerap kali mereka pilih kasih terhadapku.' batin alana.


" Baik bu, nanti kalau mas rayhan sudah pulang, aku akan meminta uang belanja bulanan." jawab alana lalu bu ratna tersenyum dan berkata " Terima kasih al."


" Iya." Setelahnya alana beranjak keluar ingin menyirami bunga-bunga kesayangannya.

__ADS_1


Di luar terlihat mertua dan adiknya masih asyik berbincang sebelum masuk mobilnya mama rea. Alana hendak memutar kran air, tetapi terhenti dengan teriakan tetangganya yang sangat alana hafal suaranya.


" Alana!" teriak bu endang dan bu winda bareng.


" Duh, bu ibu bisa nggak sih nggak usah teriak-teriak!" ujar mama rea dengan wajah garangnya.


" Eh,,, ini ibunya reza ya?" tanya bu endang.


" Eh bu endang, bu winda, ada apa?" tanya alana menghampiri.


" Hmm ini lo al, kami berdua kesini mau mengucapkan terima kasih karna sudah di traktir makan di resto mahal itu, di kasih bingkisan buat bawa pulang lagi. Salamin ya terima kasih kami ke suamimu itu, rayhan." ucap bu endang.


" Iya, semua keluarga dirumah seneng banget bisa ngerasain makanan seenak itu." sahut bu winda antusias.


" Apa? Apa yang kalian maksud?" tanya mama rea tak percaya mendengarnya.


" Iya bu ibu, sama-sama, doakan saja ya bisnis mas rayhan bisa tambah lancar." jawab alana.


" Bisnis? Bisnis apa? Suami alana itu hanya seorang sopir!" sahut siska garang.


" Wah, jadi rayhan itu udah berbisbis?" tanya bu endang.


" Iya, alhamdulillah nanti kalau udah semakin maju, bu endang dan bu siska aku traktir lagi deh." jawab alana semakin membuat mama rea dan siska tersulut emosi.


" Hei alana, kalau mimpi jangan ketinggian! Mana mungkin rayhan bisa bisnis?" ucap mama rea.


" Buktinya mbak al ini sering loh nraktir kita, dari pada si siska yang kantoran tapi tidak pernah sedekah tuh." celetuk bu winda yang langsung mendapat tatapan tajam dari siska.


Ingin siska segera menjambak rambut ibu-ibu di depannya tapi karena highheel siska yang tinggi membuat kakinya tergelincir dan terjatuh.


" awww ma, kaki dan perutku sakit hiks hiks."


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2