Balas Dendam Pasangan Kekasih

Balas Dendam Pasangan Kekasih
bab. 33


__ADS_3

Ceklek.....


" Alana."


Alana menoleh dan mendapati rayhan yang berdiri termenung disana, alana segera melepas mukenah dan langsung mengenakan hijab instannya.


" Assalamu'alaikum." ucap alana menghampiri suaminya dan meraih tangan menciumnya.


" Wa'alaikumsalam."


Hati rayhan terasa tercubit mengingat perlakuannya yang sudah mengkhawatirkan mantannya tadi. Bahkan, istrinya yang mungkin sudah tau saja masih bersikap hormat kepadanya.


" Duduk mas, mau aku buatkan minuman?"


Bagaimana pun juga, dia seorang istri. Semarah apapun alana kewajibannya harus ia lakukan, selagi suaminya masih bersikap baik padanya.


Rayhan menggeleng dan menarik tangan alana untuk ikut duduk bersamanya.


" Al, aku bisa jelasin." ujar rayhan sambil memandang lekat wajah alana.


" Emm aku sudah ngerti mas, wanita itu mungkin kekasih kamu dulu sebelum menikah denganku. Pernikahan kita ini karena tujuan tertentu mas." jelas alana.


Segenap gundah hati yang terasa dalam hatinya, ia kumpulkan dan memberanikan diri untuk menjalani yang mungkin baik kelak masa depannya.


" Bukan begi—"


" Aku siap mas." ucap alana bergetar.


" Al kamu ngo—"


" Aku siap kamu talak sekarang, sebelum hatiku benar-benar takut akan itu. Aku rela, memang seharusnya sedari awal kita nggak usah menerima perjodohan dadakan ini. Kembalilah untuknya mas, aku hanya minta relakan aku pergi jauh agar tak bertemu kamu lagi, aku nggak minta harta—"


Segera rayhan peluk istrinya, pelukan yang terasa hangat bagi keduanya. Tubuh alana yang mungil terguncang karena tangisnya di dalam pelukan suaminya.


" Cukup al, kamu ngomong apa sih?"


Alana melepas pelukannya dan mendongak menatap wajah tampan suaminya.

__ADS_1


" Aku nggak akan pernah menceraikan kamu."


" Maksud mas? Mas mau punya dua istri?"


" Enggak, mas cukup punya satu istri, yaitu kamu." kata rayhan yang membuat alana termenung. Rayhan mencakup wajah alana yang lembab.


" Jangan berfikir macam-macam lagi, ingat baik-baik! Pricilla itu hanya masa lalu mas, apapun yang terjadi, kamu tetap istri mas satu-satunya."


' Jadi namanya pricilla, nama yang cantik.' batin alana.


" Tapi kan aku—"


" Sudah jangan di fikirkan lagi, jangan bahas dia juga, bantu mas saja supaya mas bisa sepenuhnya melupakannya." potong rayhan.


Krukk....


Perut alana berbunyi nyaring, segera ia dekap perutnya malu-malu. Rayhan tersenyum melihat tingkah istrinya yang menggemaskan menurutnya.


" Kamu lapar? Pasti karna belum sarapan sedari pagi kan?" tanya rayhan tersenyum, membuat alana semakin malu saja.


' salah kamu mas, sarapanku jadi batal.' batin alana.


" Mas!"


*****


" Sial! Kemana lagi mbak alana kog nggak ada dirumahnya." kesal siska setelah pulang dari rumah alana.


" Gila! Rumah mbak alana mewah banget, huhhh kenapa beruntung terus sih?" kesalnya.


Drtt drtt drtt


" Huh, siapa sih ganggu aja."


" Hallo ris?"


" Hallo sis, gawat!" ucap risa teman kantor siska.

__ADS_1


" Gawat kenapa? Yang jelas kalau ngomong!" kesal siska.


" Kamu dipanggil direktur katanya."


" Apa? Ngapain ris? Bertemu langsung juga belum pernah gue ris?"


" Udah pokoknya kamu cepat kesini, dan langsung menemui direktur, cepat!"


" I..iya gue langsung kesana." tutttttttt


" Gawat!"


*****


Reza menunduk lesu diruangan direktur, dia sudah bisa menebak karena apa dirinnya di panggil oleh atasan berada disini.


" Mana istrimu?" ucap direktur dingin.


" Saya nggak tau pak." jawab reza masih menunduk.


" Ya gimana mau tau, kerjaan kamu cuma keluyuran aja." ucap direktur muak.


Tok tok tok


Ceklek


" Permisi pak, anda memamggil saya?" ucap siska hati-hati, melihat wajah garang sang ditektur saja sudah menciut dia.


" Hem duduk!"


Segera siska duduk di sofa sebelah reza, melihat keadaan yang menurutnya pasti akan sial baginya hari ini.


" Kalian pikir ini perusahaan kalian seenaknya keluar masuk saat masih jam kerja!" bentak direktur. Kedua manusia dihadapannya menciut nyalinya karena perbuatannya telah di ketahui direktur.


" Kamu turun jabatan za!"


" Apa pak?"

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2