Balas Dendam Pasangan Kekasih

Balas Dendam Pasangan Kekasih
bab. 13 Reza ingin kembali


__ADS_3

Malam harinya alana sedang menunggu sang suami di ruang tamu, dirinya berniat menyambut sang suami ketika pulang kerja, jam dinding sudah menunjukkan pukul 22:00 WIB.


" Huft.... Lama juga kerjanya, hem nggak papa deh, harus semangat jadi istri yang baik." ujar alana sambil memainkan handponenya guna menghilang kan rasa kebosanan.


Beberapa menit kemudian, terdengar pintu terbuka dan muncul lah seorang pria yang pernah mengisi hati alana dulu.


" Al, sedang apa disini? Mengapa belum tidur?" kata reza tatkala melihat alana yang masih berada di ruang tamu.


Alana menghela nafas kasar, mengapa dirinya harus dalam kondosi seperti ini, sungguh dirinya belum siap untuk bertemu dengan mantan jika jarus berbicara empat mata saja.


" Al, mengapa diam? Apakah kamu masih marah padaku?" tanya reza lagi karena melihat alana tak menanggapi pertanyaannya.


' Mungkin ini saat yang tepat untukku berbicara berdua saja dengan al, siska pun mungkin juga sudah tidur.' batin reza.


" Aku nggak marah." ucap alana dengan berusaha bersikap sesantai mungkin.


" Al, aku ingin berbicara berdua denganmu." ucap reza.


" Maaf reza, kita sudah tidak sedekat itu, bagiku kamu sekarang sudah menjadi adik iparku, bagaimana kalau siska melihat kita nanti? Pasti dia akan marah besar dan berfikir yang enggak-enggak tentang kita." tolak alana panjang lebar.


Reza menghela nafas panjang, dirinya sudah bisa menebak reaksi alana ketika dia meminta untuk berbicara berdua saja dengannya.


" Sebentar saja al." pinta reza dan alana hanya diam tak menanggapi lalu beralih mengotak atik handponenya.


" Al, secepat itukah namaku hilang dalam hatiku? secepat itukah nama rayhan telah mengisi hatimu?"


Alana menoleh dan berkata " Itu bukan urusan anda."


" Al, tidak adakah kesempatan kedua untukku? Aku tahu kalau kamu belum cinta kan sama rayhan? Mari kita menjalin hubungan yang sempat retak ini, aku berjanji akan berubah dan akan selalu memberikan hatiku hanya untukmu, aku akan menceraikan siska setelah dia melahirkan nanti, kamu ceraikan saja rayhan, dan kita mulai lagi hidup kita yang sudah kita rancang dulu." pinta reza panjang lebar.


Alana melotot tak percaya dengan perkataan reza, bagaimana bisa dia akan meninggalkan istrinya sesudah melahirkan.


" Kamu keterlaluan za, tega kamu mau melakukan itu kepada adikku! Bagaimana pun juga siska adalah adikku, pikirkan bagaimana perasaannya nanti!" jawab alana.


" Tapi dia juga sudah menyakiti perasaanmu al."


" Bukan dia yang menyakiti perasaan ku, tapi kalian berdua. Aku tidak akan pernah sudi untuk balikan denganmu! Aku sudah punya suami za." jelas alana.


" Aku minta maaf al, aku khilaf, aku hanyalah manusia biasa yang tak pernah luput dari salah dan dosa. Bisakah kau memaafkanku dan kembali padaku? Tentang rayhan, ceraikan dia nanti al kumohon!"


" Tidak za, aku bukan alana yang dulu lagi. Kamu juga sudah tidak ada lagi di hatiku, namamu sudah pupus. Dan sekarang sudah ada rayhan suamiku."


" Apasih kelebihan rayhan di matamu al? Dia itu tidak lebih dari seorang sopir." kata reza mulai kesal karena mendapat penolakan dari alana.


" Ehem...."


Reza dan alana menoleh kearah suara deheman itu. Mata alana membulat sempurna tatkala melihat suaminya sudah berada di ambang pintu.


' sejak kapan rayhan ada disana? Apakah rayhan mendengar semua pembicaraan ku dengan reza?' batin alana.

__ADS_1


" Mas rayhan." panggil alana.


" Assalamu'alaikum." salam rayhan.


" Wa'alaikumsalam, mas sudah pulang, pasti capek, aku siapkan air hangat dulu ya untuk mandi mas." ucap alana setelah menyalami tangan suaminya.


" Hem boleh." jawab rayhan.


Alana tersenyum manis mendengar jawaban rayhan, sedangkan reza sudah merah padam melihat kedekatan mereka berdua. Lalu reza segera pergi meninggalkan mereka berdua.


Alana dan rayhan pun masuk kedalam kamar, rayhan langsung duduk di tepi ranjang sedangkan alana langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk menyiapkan air hangat suaminya.


" Sudah selesai mas, mas sudah sholat isya'?"


" Alhamdulillah sudah, tadi mas mampir dulu di masjid untuk sholat." jawab rayhan.


" Hem ya sudah mandi dulu gih."


" Hem, kamu kenapa belum tidur? Ini sudah malam."


" Emm al lagi pingin aja nungguin mas pulang kerja." jawab alana.


" Besok-besok tidak usah repot repot nungguin mas lagi! Mas belum tentu jam berapa pulangnya, tergantung dengan bos mas."


Alana mengangguk dan tersenyum. 'sedikit kecewa sih, tapi kasihan juga mas rayhan, pergi pagi pulang malam hanya untuk mengais rezeki, kayak lagunya bang toyib aja haha.' batin alana.


" Eh tidak ya udah sana mandi mas, udah bau nih."


" Hem iya iya." ujar rayhan lalu masuk kedalam kamar mandi.


Alana yang kelelahan karena menunggu pun akhirnya ketiduran. Lima belas menit kemudian rayhan sudah selesai dengan aktifitas mandinya, setelah ganti baju rayhan segera menyusul istrinya.


" Al, udah tidur?" ucap rayhan karena melihat alana yang sudah memejamkan mata.


" Pasti lelah menunggu ya, tidurlah istriku!" ucapnya lalu memeluk alana dari belakang karena memang alana tertidur dengan posisi miring membelakangi rayhan, dan tak lama rayhan pun tertidur menyusul alana dalam mimpinya.


*****


Rintik hujan di pagi hari, tak menghalau semangat sesorang untuk pergi bekerja. Selesai bersiap-siap dirinya membuka cendela dan menghirup udara dingin disana. Dirinya melihat mendung yang menyelimuti bumi ini, mungkin hujan akan sehari ini menemaninya bekerja.


" Al."


" Iya mas."


" Kamu beneran udah mau masuk kerja hari ini?" tanya sang suami.


" Iya mas."


" Kalau boleh aku kasih saran, mending kamu resign aja al, sekarang sudah ada aku yang akan terus menafkahimu."

__ADS_1


" Huft... Mas, sebenarnya aku ingin menabung yang banyak untuk pindah rumah."


" Kenapa? Bukannya kamu sendiri yang masih ingin tinggal di rumah ini." tanya rayhan.


" Entahlah, setelah mengetahui kalau aku bukan siapa-siapa di rumah ini, aku hanya ingin menjauh saja, toh mereka memang tak menyukai keberadaanku." jawab alana.


" Al, jangan sedih! Kamu punya aku." ucap rayhan sambil memegang lengan alana lembut.


" Aku nggak sedih mas, aku hanya berusaha untuk menjadi wanita kuat dan tegar, aku ingin mencari tau siapa orang tua kandungku."


" Aku pasti akan membantumu mencari tau siapa orang tua kandungmu."


" Benarkah?" tanya alana berbinar dan di angguki kepala oleh rayhan.


" Terima kasih banyak mas." rayhan mengangguk lagi menanggapi ucapan alana.


" Setelah uang kita terkumpul, kita cari kontrakan ya mas."


" Tidak usah, aku akan membelikan rumah untukmu." jawab rayhan dengan entengnya.


" Hah membeli? Tidak usah mas, lagian mana cukup uangku dan uang mas untuk membeli rumah." ucap alana sedikit kaget mendengar ucapan rayhan.


" Pakai uangku saja, in syaa allah cukup kog. Setelah ini kamu resign saja ya al, fokus saja untuk mencari orang tua kandungmu!"


" Beneran ini mas?"


" Iya al, ya sudah ayo berangkat! Aku bonceng mau?"


" Mau lah mas."


Lalu mereka berdua segera keluar setelah bersiap siap. Rayhan memakaikan helm untuk istrinya. Untung saja gerimis juga sudah reda.


" Sudah."


"Terima kasih mas." ucap alana sambil tersenyum manis.


" Eh mbak mau masuk kerja juga?" alana dan rayhan menoleh, alana hanya mengangguk menjawab pertanyaan adiknya.


" Duh,,, kasiannya awas kehujanan mbak. Mending nebeng aku yuk naik mobil!" ajak siska.


Alana hanya menggeleng menanggapi penuturan adiknya.


" Dih,,,, miskin saja sok sombong lu mbak."


Rayhan dan alana yang memang malas menanggapi akhirnya langsung menaiki motor dan bergegas pergi.


" Ihhhh awas lo mbak, punya suami sopir aja udah belagu banget." ucap siska sambil menghentakkan kakinya karena kesal.


bersambung......

__ADS_1


__ADS_2