
" Aaahhh lepas!"
" Hahaha rasakan itu nona manis. Cepat ambil tas wanita itu!" ucap bos para perampok itu.
Segera anak buahnya menarik paksa tas alana. " Hahaha tasnya aja sudah mahal bos." saat mereka asyik menikmati kesenangannya menggeledah isi tas alana, alana dengan sigap menendang mereka satu persatu dan berlari menuju ibu-ibu yang ada disana.
" Bu tolong bukakan tali tangan saya!" ucap alana memohon. Dengan cekatan pula ibu itu melepaskan tali di tangan alana, berharap agar wanita ini benar-benar bisa membebaskan mereka semua dengan selamat.
" Cih! Keroyok saja dia, tak peduli meskipun itu wanita!" ucap bos perampok itu kesal.
Alana dengan sigap melawan ke empat perampok yang mengeroyoknya. Tak adil bukan satu wanita di keroyok empat perampok sekaligus? Tapi alana bukan wanita biasa.
Sejak kecil, ia sudah belajar bela diri dan taekwondo yang selalu ia juarai ketika lomba bertanding. Ilmu dan kehebatannya sudah tidak di ragukan lagi.
Hanya saja, akhir-akhir ini ia jarang berlatih, hingga membuat ia sedikit kewalahan. " Gila bos, wanita ini sungguh pintar bela diri!" ucap salah satu perampok.
Bos itu mengambil kayu yang berada di belakang, menunggu gadis itu hingga mulai lemah, alana yang tidak menyadari bahwa ada seseorang yang memegang kayu pun jadi terkejut saat bos itu sudah memukul tulang punggungnya.
Bugh
" Aaaaaaa"
" Alana!"
" Angkat tangan kalian!"
__ADS_1
Rayhan terkejut mendapati istrinya yang pingsan terkena pukulan tersebut. Ia sengaja datang kesini karena sejak tadi perasaan rayhan tak tenang. Berulang ulang menghubungi istrinya tapi selalu tidak aktif karena handpone alana memang mati.
Sedangkan polisi datang karena ia mendapat telpon dari salah satu karyawan yang ada di toko itu, sebelum handpone mereka kena sandra.
Rayhan langsung menggendong tubuh mungil alana dan segera membawanya ke mobil. Andi pun dengan sigap membantu sahabatnya yang sedang kalut.
Para perampok pun sudah di bawa polisi, mereka semua orang yang disandra pada berdo'a agar wanita yang berusaha menolong mereka bisa selamat.
*****
" What? Ini nggak salah? Mbak alana punya tas branded keluaran terbaru ini? Limited edition ini?"
Siska begitu terkejut melihat postingan alana yang mengunggah foto tas branded di lengan tangannya.
Bukan hanya siska yang terkejut, tapi semua teman-teman alana yang pernah mengolok juga sama halnya terkejut. Saat ini mereka yakin kalau suami alana bukan orang sembarangan.
*****
" Sabar ray tenang, alana pasti baik-baik saja." ucap andi menyemangati rayhan yang terlihat sangat cemas.
" Gue nggak bisa tenang an."
Andi hanya mendesah pelan, ia mengerti rayhan sangat mencemaskan istrinya. ' Lo udah jatuh cinta ray, kemaren ke pricilla lo nggak sekalut ini.' batin andi.
Ceklek
__ADS_1
Pintu terbuka dan keluar pria berjas putih disana, rayhan segera menghampirinya berharap istrinya akan baik-baik saja.
" Bagaimana keadaannya?"
" Syukurlah dia tidak apa-apa, punggungnya memar jadi harus banyak istirahat, saya akan meresepkan obat agar nyerinya bisa cepat hilang."
" Huft.... Baiklah, boleh saya masuk?"
" Silahkan! Pasien juga sudah sadar. Saya permisi."
Rayhan mengangguk dan segera masuk ke dalam, andi tidak ikut masuk, biar mereka bisa leluasa saat berbicara.
" Mas."
" Alana, bagaimana bisa jadi begini? Sudah ku bilang kalau ada apa-apa langsung hubungi aku, tapi mengapa kamu malah melawan mereka sendiri?"
Alana hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari suaminya dan berkata " Aku tidak apa-apa mas."
" Berhenti ngomong kamu tidak papa, lihatlah punggungmu memar, pasti sakit sekali. Mulai sekarang dan seterusnya aku akan memberimu bodyguard agar kejadian seperti tadi tidak terulang lagi!" kesal rayhan karena berfikir alana hanya beralasan bahwa dia baik-baik saja.
" Hah bodyguard?"
bersambung.....
yuk dukungannya ya 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
__ADS_1