Balas Dendam Pasangan Kekasih

Balas Dendam Pasangan Kekasih
bab. 21


__ADS_3

Sore hari alana sedang berada di parkiran Respecto resto. Setelah alana memarkirkan sepeda motor bebek kesayangannya, dia hendak memasuki restp tersebut.


" Hubungi mas rayhan aja deh, izin dulu." gumamnya lalu mencari handponenya yang berada dalam tasnya.


" Panggil nggak ya? Duh, kalau aku ngomong takut nggak di izinin, udah janjian lagi sama bu endang dan bu winda. Tapi kalau nggak izin, nanti tambah marah gimana?" gumamnya. Setelah beberapa menit berdebat dengan fikirannya sendiri akhirnya alana memutuskan untuk meminta izin kepada suaminya.


" Hallo, Assalamu'alaikum mas." ucap nya pada suaminya yang ada di seberang.


" Wa'alaikumsalam."


" Emm mas, al mau izin."


" Hem."


" Emm al boleh nggak, makan di resto yang terkenal itu?"


" Di respecto resto?"


" I..iya mas." jawab alana takut takut.


" Lakukan semua aktivitas mu sesenangmu!" jawab rayhan di seberang.


'ini berarti aku diperbolehkan kan? Dia marah nggak ya?' batin alana.


" Al."


" Eh iya, beneran mas?"


" Iya."


" Tapi al nggak sendiri mas, al sama bu endang dan bu winda. Nggak papa deh kalau nggak boleh mas, nanti al bilang nggak jadi ke..." belum selesai alana berbicara sudah terpotong oleh suara suaminya diseberang.


" Lakukan sesukamu al, yang penting kamu senang. Mas izinkan."


" Wah,,, beneran ikhlas ya mas."

__ADS_1


" Iya."


" Terima kasih banyak suamiku, baik-baik disana, semoga pekerjaannya lancar."


" Iya."


Setelah menutup telvon, alana melangkah masuk ke dalam resto dengan hati yang lega karena sudah mendapatkan izin dari suaminya.


Sedangkan suaminya, rayhan yang masih ada dalam ruangannya tersenyum setelah mematikan handponenya.


" Kenapa istrimu?" tanya andi.


" Dia minta izin mau ke resto ini." jawab rayhan.


" Wah, jadi dia beneran nggak tahu siapa pemilik resto ini?"


" Hem."


" Gila, istrinya saja nggak tahu." jawab andi.


" Siap bos, mau laporan kalau resto ini milik suaminya juga boleh." jawab andi. Lalu langsung terdiam setelah mendapat tatapan datar rayhan.


*****


Sedangkan alana sudah duduk menungguku tetangganya datang. Tak lama bu endang dan bu winda datang menghampiri alana.


" Wihh nggak nyangka lo bu win bisa ngerasain makanan disini langsung." ujar bu endang setelah duduk.


" Iya, al udah pesen belum?" jawab bu winda beralih ke alana.


" Belum, sebentar. Mbak." ucap alana sambil melambaikan tangan pada pelayan.


" Selamat sore, ada yang bisa saya bantu? Silahkan memilih pesanan anda." jawab pelayan sambil menyerahkan buku menu di resto tersebut.


" Hmm enak semua ini." ucap bu endang. Bu winda pun juga terlihat bingung memilih makanan yang menurutnya paling enak, padahal semua makanan di respecto resto sudah terkenal dengan rasa kelezatannya.

__ADS_1


" Hah, makanan apa ini? Kaviar? 38 juta?" ucap bu winda kaget dengan harga makanan tersebut.


" Huhhh benar-benar harus orang kaya yang mau makan disini." ujar bu endang menanggapi.


' Haduh, tiga puluh delapan juta? Ini atm nya mas rayhan ada banyak uangnya nggak ya? Itu aja satu menu, kalau kita bertiga milih banyak menu, astaghfirullah,,,,, ngapain sih al ngajak-ngajak mereka makan disini.' gumam alana bingung.


" Emm saya ini ya mbak, pizza apa ini? Caviar pizza? Duh apalah, yang penting yang ini ya mbak!" ucap bu winda.


" Saya juga yang itu aja deh mbak, sama." ucap bu endang.


'wah, benar-benar bastie mereka.' batin alana.


" Kalau nona?" tanya pelayan.


" Hemm saya, emm nasi goreng aja deh mbak. Oh ya jus alpukat nya tiga ya?" jawab alana.


" Baik, mohon ditunggu pesanannya." ujar pelayan lalu pergi.


" Al, kog kamu malah pilih nasi goreng sih, pikih tuh makanan yang aesthetic gitu pumpung di restoran." ujar bu endang.


" Yeee bu endang aja yang nggak tau rasanya nasi goreng disini, rasanya mantap sekali." jawab alana berbohong. Dirinya tidak mungkin kan terus terang kalau sebenarnya pilih nasi goreng itu supaya pengeluarannya lebih hemat sedikit.


Mereka menunggu dengan hati yang sudah tak sabar ingin segera mencicipi masakan pesanan mereka. Alana memlilih berkutat dengan handponenya. Sedangkan bu endang dan bu winda dengan handpone mereka yang sudah melakukan siaran langsung di media sosialnya.


" Hay guys, kita lagi ada di resto yang paling terkenal di asia tenggara ini. Iya, itu respecto resto. Kami sedang menunggu pesanan kami." ujar bu endang dengan gaya sombongnya. Alana geleng-geleng kepala melihat kehebohan tetangga yang suka julid kepadanya dan suaminya. Sama halnya dengan bu winda.


'semoga setelah ini, tidak ada yang menjelek jelekkan nama baik mas rayhan.' batin alana.


Alana mengedarkan pandangannya melihat sekeliling yang ramai oleh pengunjung ber sosialita.


" Hufhh laba keuntungannya berapa ya punya restoran ini?" ucapnya lalu melihat sekelilingnya lagi, dan alana melihat seorang pria berkas hitam, memakai kaca mata hitam beserta dengan asistennya sepertinya berjalan untuk keluar resto.


" Eh,,, siapa itu, kayak nggak asing deh. Postur tubuhnya, hidungnya, kayak pernah lihat, tapi di mana ya? Hmm mungkin kebetulan pernah lihat di jalan kali ya? Tunggu tunggu, tapi kog kayak mas rayhan?" ucapnya sambil terus mengawasi dua pria tersebut.


bersambung.....

__ADS_1


jangan lupa like, komen, vote Dan jadikan favoritya๐Ÿค— terima kasih ๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š


__ADS_2