
" Ini tehnya, silahkan di minum den, mas andi, non!" ucap bi sumi.
" Terima kasih bi sumi." jawab andi. Mereka pun meminum teh yang disuguhkan bi sumi. Alana susah payah menelan air teh yang ada di tenggorokannya.
Gugup? Sudah pasti, itulah yang saat ini dirasakan alana. Alana masih belum menyangka kalau dirinya sudah menjadi istri dari seorang miliarder.
Alana sangat malu terhadap rayhan, karna rayhan sudah mengetahui seluk beluk keluarganya yang bersifat kurang ajar kepada suaminya.
" Mbak al kenapa diem aja? Kenalkan, aku andi. Sahabat rayhan!"
" Alana."
" Wah, istrimu cantik juga yah ray, gue juga mau dong cepet nikah kalau gitu." celetuk andi membuat pipi alana bersemu merah.
Rayhan hanya melirik andi sekilas tanpa menjawab lelucon sahabatnya. Lalu beralih menatap istrinya.
" An, nggak pulang lo?" ucap rayhan dingin.
" Heh, baru juga istirahat ray udah main ngusir aja."
" Oke, gue punya tugas unt....."
" Stop! Iya gue pulang, mau istirahat, mau bobo ganteng dulu. Lanjut ke resto nanti sore aja yah, dahhh rayhan." sarkas andi lalu segera pergi.
Kini hanya ada mereka berdua di ruang tamu, bi sumi juga sudah berangkat ke pasar untuk membeli kebutuhan dapur.
" Al, kenapa diem?"
" Emm ini beneran mas rayhan?" ujar alana sambil menatap intens pria di depannya. ' Wajah dan suaranya sama, hanya saja tampilannya itu yang berubah.' batin alana.
" Kamu masih nggak percaya?" ucap rayhan, alana diam tak menjawab.
" Maaf al, ini aku yang sebenarnya. Aku terpaksa berbohong kepada semua orang termasuk kamu, bahkan keluargaku pun juga tidak tahu siapa aku sebenarnya." jelas rayhan.
" Ke..kenapa?"
" Aku hanya malas saja, kalau keluargaku tahu siapa aku sebenarnya, mereka tidak akan bersikap seperti itu padaku."
" Maksudnya?"
" Jujur saja aku benci pada keluargaku sendiri."
" Tapi kan itu papa kandungmu mas?"
" Apa ada seorang ayah yang lebih mementingkan anak tirinya dari pada anak kandungnya sendiri?"
" Sudahlah, yang penting kamu sudah tau siapa sebenarnya aku. Aku minta tolong jangan kasih tau apapun tentang diriku, biarkan mereka cari tau sendiri." ucap rayhan lagi.
" Baiklah. Emm mas mau aku buatkan sarapan? Soalnya tadi bibi cuma masak sedikit, belum belanja soalnya." ucap alana canggung.
" Emm boleh."
Alana segera beranjak ke dapur untuk membuatkannya sarapan.Alana hanya memasak nasi goreng, karena memang belum ada sayuran apapun di dapur. Setelah beberapa menit, alana selesai memasak.
__ADS_1
Ia hidangkan nasi goreng yang sudah ia sajikan di piring, ia letakkan di meja depan rayhan.
" Ini mas, maaf ya hanya nasi goreng." ujar alana.
" Iya, nggak papa." ucap rayhan lalu menyendoknya dan melahapnya.
" Hmm gimana mas? Enak nggak?"
" Emmm." sok berfikir. Alana yang melihat ekspresi wajah rayhan pun tak sabar mendengar jawabannya.
" Nggak enak ya mas? Huhhhh secara kamu punya resto yang lebih...."
" Enak al."
" Beneran mas?"
" Ya lumayan, dari pada perutku kelaparan." canda rayhan.
" Ihh mas, kirain enaknya melebihi nasi goreng restomu." keluh alana.
" Kalau kamu mau, aku bisa mengajarimu membuat makanan seenak di resto!"
" Beneran mas? Mau dong."
" Tapi kapan-kapan saja ya, setelah ini aku mau keluar. Ada urusan."
" Oke."
*****
Reza mengendarai mobilnya masih mencari alana, sesaat terdengar handponenya berdering. Drtt drtt drtt
" ****! Ngapain dia telpon?" ucap reza lalu mengubah handponenya dengan mode silent.
Citttttt
" Huh! Siapa sih menyebrang jalan seenaknya!" kesal reza lalu turun dari mobilnya dan melihat seorang wanita berhijab pasmina coklat dari belakang.
" Kalau mau nyeberang hati-hati mbak, untung nggak gue tabrak." ucap reza marah.
Wanita meminta maaf dan mengangkat wajahnya untuk melihat siapa yang pemilik mobil yang hampir saja menabraknya.
" Al... Alana." ucap reza kaget. Begitu pun dengan alana yang juga terkejut.
" Kamu nggak papa al?" tanya reza lalu segera memeluk alana. Alana yang mendapat pelukan secara tiba-tiba, langsung mendorong reza. Reza menepis tangan alana dan langsung memeluknya erat lagi.
Alana yang memberontak kalah kuat tenaganya di banding rengkuhan pria tersebut.
" Apa-apaan kamu! Lepaskan!" bentak alana.
" Kamu dari mana saja al? Tahukah kamu kalau aku begitu khawatir dengan keadaanmu!" ucap reza masih memeluk alana.
' andai saja, kamu tidak mengkhianatiku za, mungkin aku juga nggak akan sebenci ini.' batin alana lalu segera mendorong dada bidang reza sekuat tenaganya.
__ADS_1
" ingat za, kamu sudah punya istri! Begitu juga denganku, aku sudah punya suami!" bentak alana.
" Tapi aku tidak mencintainya al!"
" Sekarang aku juga sudah tidak mencintaimu za!"
" Nggak mungkin al, aku tau kamu cuma bohong kan? Ayolah al, kita kembali melanjutkan hubungan kita, aku tidak peduli dengan mereka semua, yang penting kita berhubungan kembali."
" Udah gila kamu za!"
" Aku gila karenamu al! Berhari hari aku mencarimu al!"
" Apa gunanya za, urus saja istrimu yang lagi hamil itu!"
" Al...."
" Cukup! Status kita udah berbeda za, ingat kamu adalah adik iparku sekarang!" ucap alana.
" Nggak al."
" Ingat satu hal za, aku tidak akan pernah mau balikan sama kamu lagi!" ucap alana lalu segera pergi meninggalkan reza yang masih termangu di tempatnya.
" Secepat itu kamu berubah al? Tak tahukah kamu bahwa perasaanku ke kamu tidak berkurang sedikit pun. Aku akan tetap terus berusaha untuk memiliki hatimu lagi." ucap reza lalu segera pergi mengikuti alana.
Reza terus membuntuti mobil yang dikendarai alana. " Mobil siapa yang di naiki kamu al?" gumamnya. " Nggak mungkin kan kalau rayhan bisa membelikanmu mobil?" gumamnya lagi.
Reza terus mengikuti mobil kekasihnya, sampai mobil itu memasuki gerbang yang menjulang tinggi. Terlihat dari mobil reza bahwa mobil itu nemesuki pekarangan rumah yang sangat mewah. Reza semakin heran dibuatnya.
Reza hendak turun dan segera menyusul alana. Ketika hampir sampai membuka gerbang, dua orang satpam berbadan tinggi tegap menghampirinya.
" Maaf, anda siapa?" sergah satpam pada reza.
" Sa..saya kekasih wanita yang masuk tadi." ujar reza.
" Maaf, mungkin anda salah orang. Wanita yang baru masuk tadi adalah majikan saya. Namanya nona alana."
" Hah? Majikan kalian?"
" Iya, silahkan anda pergi!"
" Kalau boleh tau, ini rumah siapa?" tanya reza.
" Ini rumah tuan rayhan dan nona alana." jawab satpam tersebut.
" Hah! Rayhan?"
" Sekali lagi, cepat anda pergi tuan! Sebelum kami pakai kekerasan!"
Di dalam mobil, reza masih terdiam. Reza masih syok mendengar jawaban dua satpam tadi. ' Rayhan dan alana punya rumah sebesar itu? Uang dari mana?' batin reza.
" Aku harus cari tau semua ini." gumam reza lalu segera melajukan mobilnya dan pergi dari sana.
bersambung....
__ADS_1
dukungannya yak 🙏🏻😚😚😚