
" Eh,,, siapa itu, kayak nggak asing deh. Postur tubuhnya, hidungnya, kayak pernah lihat, tapi di mana ya? Hmm mungkin kebetulan pernah lihat di jalan kali ya? Tunggu tunggu, tapi kog kayak mas rayhan?" ucapnya sambil terus mengawasi dua pria tersebut.
" Al, ini pesanannya sudah dateng!" ujar bu endang.
" Eh i,,iya."
" Terima kasih ya al, sekarang kita percaya deh kalau kamu sama suamimu itu banyak uangnya. Buktinya bisa nraktir kami berdua makan disini." ujar bu endang lagi.
" Iya, makasih ya al." ucap bu winda juga.
" Hmm iya, silahkan di nikmati bu." jawab alana lalu menoleh lagi mencari sosok yang ia kenali.
'Huhhh udah hilang, nggak mungkin mas rayhan deh kayaknya, kan mas rayhan hanya seorang sopir, mas rayhan juga ada di bali sekarang.' batin alana.
Mereka pun menyantap makanannya dengan nikmat. Alana pun begitu menyukai nasi goreng nya, meskipun namanya hanya nasi goreng, tapi rasanya itu yang belum pernah alana rasain.
" Hmm Enak banget al, nggak heran Segini aja harganya puluhan juta." ucap bu endang dengan mulut yang masih mengunyah makanan.
" Iya al, setelah ini, kami akan membela kamu kalau ada yang ngehujat lagi." ucap bu winda.
" Hmm iya bu, terima kasih." jawab alana bernafas lega.
Setelah mereka menikmati makanannya, mereka berniat segera pulang karena sore juga sudah hampir berganti malam.
" Mbak!" panggil alana kepada pelayan yang tadi melayaninya.
" Iya nona?"
__ADS_1
" Berapa totalnya?" tanya alana was-was dengan nominal yang akan disebutkan pelayan.
" Total semuanya sembilan puluh empat juta."
" Hah? Sembilan puluh empat juta?" ucap bu endang dan bu winda bareng. Alana juga sama halnya dengan mereka berdua, sama-sama terkejut bukan main.
" Iya, tapi untuk tagihannya sudah di lunas oleh seorang yang bernama rayhan. Dan ini juga titipan dari tuan rayhan untuk di bawa pulang." ucap pelayan semakin membuat alana kaget.
" Mas rayhan?"
" Wah,,, makasih banyak ya al, kamu the best deh dari pada siska." ucap bu endang dengan wajah berbinarnya.
" Iya, terima kasih banyak lo al, pasti orang rumah seneng banget dapet makanan dari resto ini." ujar bu winda.
" I,,iya sama-sama."
Alana hanya menanggapi dengan melambaikan tangannya, dirinya masih terus berfikir tentang rayhan.
" Setelah membelikan rumah seharga triliunan, sekarang membelikan makanan mungkin udah lebih semilyar tadi. Haduhhh pusing aku mikirin berapa banyak uang mas rayhan, aku harus hati-hati. Sepertinya mas rayhan bukan orang sembarangan." gumamnya lalu segera pergi dari resto.
*****
" Huh, kog bisa sih, si al mentraktir mereka berdua di Respecto resto lagi." ujar siska kesal setelah melihat postingan bu endang di sosial medianya.
" masa sis?" tanya reza juga nggak percaya.
" Ini buktinya." jawab siska lalu menyerahkan handpone nya kepada suaminya supaya suaminya bisa melihatnya dengan jelas.
__ADS_1
" Iya ya? Kog bisa?" ucap reza bingung.
" Hmm sayang, aku juga mau dong makan disana, ya? Plis,,, demi anak kita, aku ngidam loh." ucap siska dengan nada manjanya.
" Huft,,,, uang kita kan harus di tabung untuk keperluan kamu melahirkan nanti!" jawab reza malas.
" Kan besok bisa cari uang lagi sayang, lagian aku lahiran kan masih lama, ini kandunganku juga masih jalan sembilan minggu."
" Tapi sis,,,"
" Plis ya? Nanti malam aku bikin kamu semakin puas deh." pinta siska menggoda.
" Huftt baiklah." jawab reza akhirnya.
" Yes, terima kasih sayang muach muach muach." ucap siska senang.
'awas kamu mbak! Emang kamu aja yang bisa pamer? Aku juga bisa kali makan di resto termahal itu.' batin siska.
" Kalau begitu malam ini gimana?" tanya siska.
" Besok saja ya, badan aku udah capek pegel semua." jawab reza yang sebenarnya malas menanggapi siska.
" Emm ya sudah deh nggak papa. Sana kamu ikut ke masjid sama ayah, biar ayah sayangnya sama kamu menantu anak bungsunya." perintah alana.
" Hem iya." jawab reza yang sebenarnya malas, tapi demi dia bisa mengambil hati alana lagi, reza rela berbuat apapun. Dirinya tidak boleh kalah apapun dari rayhan.
bersambung.....
__ADS_1
yuk dukungannya 🙏🏻🙏🏻🙏🏻