Balas Dendam Pasangan Kekasih

Balas Dendam Pasangan Kekasih
bab 5. Ragu


__ADS_3

" Al bangun, sudah sore ayo cepat mandi dan sholat ashar!" ujar rayhan sambil menepuk pelan lengan alana.


" Emm hoaamm,,,, aaa" teriak alana dan langsung di bekap mulutnya oleh rayhan.


" Ngapain teriak-teriak al? Kamu mau semua penghuni rumah langsung menuju ke sini?"


" Ma,,af kan aku kaget ada orang lain di dalam kamarku." jawab alana.


" Saya bukan orang lain al, saya suami sah kamu!" kata rayhan. Alana pun mengingat ingat kejadian lalu, dirinya pun mengingat bahwa dirinya memang sudah menjadi istri dari rayhan dermawan.


" Maaf aku lupa."


" Cepat mandi dan segera sholat ini sudah sore!"


" Astaghfirullah,,," alana pun langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi dengan tergesa gesa, sampai lupa dirinya tak membawa handuk.


Rayhan yang melihat tingkah alana pun hanya tersenyum menggelengkan kepalanya.


Setelah alana selesai mandi, alana bingung harus bagaimana. Karena dirinya lupa tak membawa handuk, sedangkan waktu sholat ashar pun sudah mepet. Mau keluar kamar mandi pun alana takut kalau masih ada rayhan di dalam kamar.


Akhirnya alana pun memutuskan untuk meminta tolong rayhan yang mengambilkan handuknya.


" Emm ray,,," panggil alana menampakkan kepalanya saja.


" Ya." sahut rayhan sambil menutup mushaf al quran yang sudah di bacanya.


" Emm bisa minta tolong ambilkan handuk nggak?" tanpa menjawab pertanyaan alana, rayhan langsung muncul di depan alana sambil menyodorkan handuk alana. Alana pun langsung menerimanya dengan cepat, takut telat sholatnya.


Setelah selesai sholat alana menghampiri suaminya yang lagi asyik dengan handpone nya.

__ADS_1


'kog sopir hp nya bagus banget?' batin alana.


" Ray aku ke bawah dulu." pamit alana sedangkan rayhan hanya menganggukkan kepalanya saja.


'huft si mr.jutek ini' batinnya lagi.


Sesampainya di bawah,alana melihat ibunya sedang berkutat di dapur. Sedangkan di ruang keluarga juga ada reza dan siska sedang menonton tv.


" Emm sayang,,, anak kamu ingin makan rujak buah nih,,," ujar siska dengan bergelayut manja di lengan reza. Sengaja siska menyaringkan suaranya supaya alana mendengarnya.


" Baiklah aku akan membelikannya untukmu." ujar reza lalu beranjak meninggalkan istrinya.


Alana hanya menghembuskan nafasnya kasar melihat mereka berdua. 'secepat itu kamu berubah za?' batinnya. Tak ingin melihat mereka alana pun berjalan ke arah dapur menemui ibunya.


" Bu." sapanya.


" Iya al." jawab ibunya dengan tangan yang masih cekatan menyiapkan bumbu masak.


" Boleh, asal kamu dan suamimu harus mencukupi kebutuhan dapur dan rumah ya?" jawab ibu.


" Loh kog aku dan suamiku semua bu, kan juga ada reza dan siska. Ibu harus adil dong." jawab alana mulai geram dengan sikap ibunya.


" Uang reza dan siska biar di simpan untuk biaya lahiran nantinya al." jawab ibu.


" Pokoknya kalau ibu minta uang ke suami aku, ibu juga harus minta uang ke suaminya siska!" ujar alana lekas beranjak disana.


Niat hati turun ke bawah untuk mencari udara segar eh malah banyak polusi. Jika dirinya berdiam diri dalam kamar pun dia bingung harus berbuat apa, malu karna ada rayhan di kamarnya.


Setelah alana menutup pintu kamarnya, alana langsung menghambur duduk di samping rayhan yang sedang sibuk dengan handponenya. Rayhan yang melihat alana berwajah masam, membuatnya mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


" Kenapa?" tanya rayhan sambil meletakkam handponenya di atas meja sebelahnya.


" Aku masih ingin tinggal disini." ucapnya.


" Lalu?"


" Masa kalau aku masih tinggal disini semua kebutuhan rumah harus kita yang penuhi." kesalnya sambil cemberut.


" Lalu?"


" Ya namanya nggak adil lah, kan juga ada menantu lainnya! Bahkan menantu satunya malah pegawai kantoran." sungutnya lagi masih dengan wajah cemberut.


" Lalu?"


Alana menoleh kearah rayhan sambil memicingkan matanya.


" Lalu lalu lalu terus." jawabnya sambil mencebikkan bibirnya membuat rayhan tergelak dengan ekspresi alana.


" Oke oke jadi gimana?" jawab rayhan dengan wajah datarnya.


" Ya harusnya ayah dan ibu itu harus adil, kalau ibu minta uang kebutuhan ke aku harus minta uang kebutuhan ke Siska juga dong." jawab alana.


Setelah mendengar cerita alana dengan cermat, Rayhan berdiri mengambil dompet di dalam tasnya. Lalu mengeluarkan beberapa uang lembaran merah dan mengasihkannya kepada alana.


" Ini berikan ke ibu untuk kebutuhan rumah bulan ini." ujar Rayhan. alana yang melihatnya pun melongo di buatnya 'bagaimana bisa ini orang dengan begitu gampangnya memberikan uang sebanyak ini?" batin alana meronta.


" Dan ini untuk keperluan kamu." ujar Rayhan lagi sambil menyodorkan beberapa lembaran uang merah yang lebih tebal dari pada tadi. Alana hanya bisa melongo di buatnya. Bagaimana bisa seorang sopir mempunyai uang sebegitu banyak? apakah Rayhan memang sudah menabung sedari dulu guna untuk memberi nafkah yang layak untuk keluarganya?


Alana bimbang dengan semua uang itu. Haram tidaknya pun alana tidak tahu. 'duh,,, banyak banget. Semuanya dua puluh juta, ambil nggak ya? tapi kalau aku ambil ternyata uang haram gimana?' batin alana bimbang.

__ADS_1


jangan lupa like dan coment nya teman-teman 😘😘🤗


__ADS_2