Balas Dendam Pasangan Kekasih

Balas Dendam Pasangan Kekasih
bab 3 menang


__ADS_3

Keesokan harinya tibalah pernikahan reza dan siska. Semua persiapan pernikahan reza dan siska adalah pernikahan impian alana. Gaun pengantin pun adalah rancangannya sendiri.


Sudah lama dirinya menabung demi bisa membuat rancangannya terpenuhi. Rancangan pernikahannya meliputi gaun pengantin, dekor, nuansa warna dekornya serta MUA terbaik yang sudah alana siapkan hanyalah angan belaka.


Impian alana semuanya musnah begitu saja. Semua impian-impiannya sudah dimiliki oleh adiknya. Bahkan mantan calon suaminya terlihat sangat menikmati pernikahannya ini. Sedangkan semua rancangan pernikahan reza memilih alana lah yang harus mengatur.


Ayah dan ibunya pun turut bahagia menikmati pernikahan sang adik tanpa memperdulikan perasaaan sang kakak.


Mengingat segalanya tentang kenangannya bersama mantan kekasihnya membuat alana merasakan nyeri di dalam dadanya. Rasanya sesak, mengalirlah setetes demi tetes air dari mata lentiknya.


" Alana." panggil rayhan. Sedari kemarin rayhan memutuskan untuk menginap di rumah alana, rayhan juga seperti merasakan sesaknya menjadi alana saat ini.


Alana hanya menoleh ke arah rayhan tanpa menjawabnya. Dari pandangan rayhan, melihat mata manik alana yang memerah serta memancarkan kepedihan yang mendalam, sungguh bisa rayhan rasakan bagaimana sakit hatinya dia.


" Saya mengerti bagaimana perasaanmu saat ini, bersandarlah alana! Saya akan membantumu membalaskan sakit hatimu terhadap mereka." ujar rayhan. Sungguh, alana yang mendengar penuturan rayhan membuat tangisnya semakin menjadi.


Alana pun menghambur kedalam pelukan rayhan dan bersandar di dada bidang rayhan sambil sesenggukan. Melihat alana yang semakin menjadi nangisnya membuat rayhan perlahan menyentuh pundak si gadis, mengelus serta menepuk pelan pundak si gadis agar terasa semakin nyaman.


Setelah kegundahan hatinya hilang, alana pun tersadar dan segera menjauhkan kepalanya dari dada bidang rayhan.


" Ma,,maaf, aku nggak bermaksud,,"


" Iya, saya mengerti. Sudah nangisnya? Nggak mau nangis lagi kedalam pelukan saya?" ujar rayhan yang berhasil membuat wajah alana memerah seketika. Membuat rayhan gemas sendiri melihatnya.


" Makasih, karna sudah mendukungku. Tapi, mengapa kamu mau membantuku?" tanya alana.


" Tidak perlu pakai alasan al,,," belum sempat rayhan menyelesaikan ucapannya, mama rea datang menghampiri mereka berdua.


" Wah kalian itu sangat serasi ya, yang satu sopir yang satunya lagi pelayan kafe. Jadi, untuk pendekatan pun menjadi lebih mudah, tuh kalian udah saling akrab ya?" sindir rea.

__ADS_1


" Nggak usah di dengerin al! Mending kita keluar cari udara segar!" ajak rayhan.


" Hem kamu ya rayhan memang tidak punya sopan santun! Jadi begitu didikan ibu kamu?" sinis rea.


" Tidak usah bawa-bawa nama ibu saya! Ngapain saya harus bersikap sopan kepada anda yang kelakuannya seperti itu, pelakor."


" Bukan aku yang pelakor tapi ibumu yang tidak becus mengurus suaminya dirumah!" mahesa yang mendengar perdebatan mereka segera mengakhirinya.


" Sudah-sudah, rayhan jaga sikapmu terhadap mamamu! Bagaimana pun juga dia sekarang sudah menjadi mamamu!" ujar mahesa.


Alana yang mendengar pun memilih diam. Sesangkan rayhan langsung menggandeng tangan alana untuk mengajaknya pergi tanpa memperdulikan ekspresi ayahnya.


Rayhan mengajak alana ke taman karena memang, dekat dengan rumah alana ada semua taman yang cukup luas.


" Emm kamu nggak papakan?" tanya alana pada rayhan.


" Memangnya kamu melihat saya mau menangis?" jawab rayhan dengan wajah datarnya.


" Heem." jawab rayhan sambil mengganggukkan kepala.


" Terus ibu kamu kemana?" tanya alana. Setelah molantarkan pertanyaan itu, langsung membuat alana tersadar akan sebuah penasarannya terhadap rayhan.


Karena memang semenjak alana jadian dengan reza pun, reza tidak pernah menceritakan tentang rayhan. Lebih tepatnya tidak pernah mengatakan bahwa reza mempunyai kakak tiri. 'Apakah mereka memang tidak akrab?'


" Ibu sudah meninggal sejak saya berumur lima belas tahun, dua belas tahun yang lalu setelah ibu meninggal saya ikut ayah. Tapi, ayah selau pilih kasih terhadap saya dan reza. Akhirnya, setelah saya berumur dua puluh tahun, saya memilih mencari kerja dari kota ke kota." jelas rayhan.


" Ohh,,, emm maaf karna sudah lancang."


" Tidak apa apa."

__ADS_1


Rayhan berdiri mengajak alana masuk " Ayo, kita beri selamat kepada pengantinnya. Tapi ingat, kamu tidak boleh menunujukkan ekspresi kesal ataupun sedih di depan mereka. Mereka hanya boleh melihatmu bahagia karena telah bersanding dengan saya!" pesan rayhan kepada alana.


" Emm oke, gampang."


Setelah itu, rayhan dan alana pun masuk untuk memberi selamat kepada reza dan siska. Setelah giliran mereka untuk memberi ucapan selamat, reza menatap wajah alana dengan intens.


'mengapa tidak ada ekspresi kesal ataupun sedih di wajah alana? Apakah karna al sudah bahagia dengan rayhan? Ahh tidak mungkin, mereka baru kenal dari kemarin.' batin reza.


" Selamat ya sis, za untuk pernikahan kalian berdua. Semoga nggak ada wanita pelakor yang merusak tali pernikahan kalian." ujar alana dengan wajah yang dibuat sesenang mungkin, karna jujur saja rasa sesak masih meliputi hatinya saat ini.


" Terima kasih ya mbak, aku juga nggak akan tinggal diam kalau ada pelakor yang dekat-dekat dengan SUAMIKU." jawab siska sambil menekankan kata suamiku niat menyindir alana.


" Iyalah sis, harus dilawan! Masa pelakor kalah sama pelakor." jawab alana sambil tertawa.


" Apa maksud mbak?" tanya siska dengan wajah berapi-api.


" Emm nggak ada, nggak bermaksud apa-apa. Cuman mbak hanya ngingetin kamu, kalau laki laki modelan suamimu itu sukanya sama wanita itu tuh, model-model wanita pelakor gitu deh." jawab alana merasa puas.


Reza mengepalkan tangannya erat mendengar penuturan alana. Sungguh menyakitkan hatinya bila mendengarnya. Mengapa alana berubah secepat ini? Ingin dia memarahi alana.


Tapi sebelum reza melontarkan kalimatnya, siska lebih dulu maju guna menarik hijab yang dikenakan alana.


Sedangkan rayhan yang melihat itu langsung menarik alana kedalam dekapannya membuat siska langsung maju lagi tanpa memikirkan gaun yang ia pakai. Sehingga terinjaklah ujung bawah depan gaun mewahnya itu yang langsung membuat siska terjungkal.


Bruk...


Gubrak!


'Ahh ****!'

__ADS_1


Sontak membuat seisi ruangan tertawa melihat sang pengantin wanita.


__ADS_2